PORTOFOLIO

Awal punya blog, saya tidak pernah peduli dengan segala macam monetize atau promosi atau segala hal tentang komunikasi dua arah. Kenapa komunikasi 2 arah? Tujuh tahun sejak pertama kali ngeblog, saya baru menyadari bahwa ngeblog is not just about yourself, tapi interaksi dua arah antara writer dengan reader. Jadi saat ini saya sedang berusaha (keras) untuk tidak selfish, nulis semau gue, meski kalo ada yang ngritik langsung nanya “pulang lewat mana” *ngelap tongkat basebal*.

Beneran baru tau kalau blog itu bisa berbuah duit ya baru beberapa bulan terakhir aja (yaelah kemana ajaa). Tau gitu kaaan, tau gituu.. (sampe sekarang tetap males padahal). Selama ini ga pernah notice kenapa blogger kebanyakan membuat portofolio. Dipikir cuma website perusahaan perofesional aja yang punya portofolio, rupanya blogger pribadipun punya. Kenapa portofolio penting? Ya karena itu yang jadi magnet advertiser. Ga cuma bedak BB Harum Sari aja yang bikin nempel kaya perangko (jiah, ngiklan mbak nya).

Lalu apa saja yang bisa kita pasang di dalam halaman protofolio? All of your achievements dan segala sesuatu yang ‘menjual’ bisa ditaro di portofolio ini. Mulai dari juara lomba balapan karung sampe juara design internasional. Atau foto-foto pakai kamera filter tingkat dunia akhirat sampai dengan hasil foto ciamik berkarakter dan ‘bicara’ (blah bahasaku). Semua terserah anda, yang sekiranya menurut teman-teman menjual dan bisa bikin orang ngelirik blog, tertarik untuk menghire jasa, belanja produk, atau sekedar kenalan buat dijadikan teman (hidup). Cieee..

Pertama kali lihat betapa pentingnya portofolio itu saat saya menjelajah blog dari sahabat blogger Mbak Nining. Di blognya ada satu page yang bahas tentang portofolio. Ulala. Banyak skali prestasinya. Dari mulai lomba nulis sampe lomba poto. Coba deh cek ke blognya, seru banget dan memotivasi. Dari situ saya mulai mikir, gimana prestasi juara lomba bola bekel dan balon kipas saya waktu SD bisa saya jadiin portofolio. Miris. Minim prestasi. Tersungkur lemas.

Anyway, blog bumil cantik ini reminds about, ‘sebenarnya mau dibawa kemana sih blog looo’. Iya, honestly blog yang didominasi warna pink ini bikin saya mikir. Ah enggak, ga berarti blog blog lain dibaca tanpa mikir kok. Serius. Meski kadang saya pas ngehang kalo lagi BW. ~abaikan.

Mungkin sejarah blog (sedikit) hina, tapi.. ~SIIIING.. (gara-gara postingan trio Mbak Rany, Mbak Arin, Mbak Widut tentang si bekas nih). Oke, kembali lupakan (sungguh postingan ini banyak distrak). Awalnya memang nulis karena hobi pelampiasan. Lalu sempet ngerasain dapet duuit dari nge-blog, kok akooo ketagihaaan (matak duitan). Maka, blog-merah-muda-garis-garis ini mengantarkanku untuk, ‘hey, serius dikit dong kalo mau jualan!’.

Dari situlah, saya mulai serius ikutan lomba-lomba blog. Meski berakhir, tidak ada yang menang ~

(suara daun kering beterbangan)

Sebenarnya apa sih portofolio?

Menurut Wikipedia, Istilah portofolio dipakai dalam kegiatan yang menyangkut sejumlah bidang kegiatan yang masing-masing memiliki arti cukup berbeda. Jadi kalo portofolio di blog, mungkin bisa dikaitkan dengan pengertian portofolio di bidang manajemen dan marketing. Jadi di bidang ini, istilah portofolio digunakan untuk menunjukkan sekumpulan produk, proyek, layanan jasa atau merk yang ditawarkan untuk dijual oleh suatu perusahaan.

Bagi yang ingin memasang portofolio di blognya, apalagi untuk yang memang ingin serius untuk keperluan promosi, ingat bahwa “no one is going to know about your brand unless you get it out there“. Berikut ada beberapa hal yang menjadi concern dalam menyusun portofolio yang saya rangkum dari beberapa sumber di internet untuk memasang portofolio, what makes for good personal portofolio website:

  1. LOGO. Logo sangat penting karena yang pertama kalo pembaca lihat. Smashingmagazine.com mengatakan kalau logo sebaiknya ditaruh di bagian kiri atas dan pastikan logo tersebut nge-link ke web kita.
  2. TAGLINE. Yang dilihat oleh pembaca setelah logo, tentu saja tagline. Seperti apa tagline itu? Misalnay website theurbanmama.com memiliki tagline ‘there is always a different story in every parenting style‘. Your tagline should be short and snappy, summarizing what you do.
  3. PORTOFOLIO. Bagian selanjutnya adalah portofolio itu sendiri. Apa saja yang bisa kita taruh? Ya itu tadi, semua hasil kerja dan prestasi-prestasi yang bikin orang menjadi melirik blog dan jasa/produk yang kita tawarkan.Tidak hanya prestasi sih, sometimes orang ingin tahu, what youve done in the past. Either itu good or not.
  4. ABOUT ME. Bagian ini pada awalnya saya isinya ‘cuma gue doang yang ngerti’, rupanya punya peranan penting ya. Lets the people know, who the man behind the blog. Semakin detail yang ditulis, semakin bagus, semakin banyak informasi yang diberikan kepada calon the man who will make deal. Pakai foto lebih kece, lumayan bisa narsis.
  5. CONTACT. For any further information, tinggalkan kontak. Saya prefer email sih, karena kalau nomor HP, takut ada sms mamah minta pulsa. Akan lebih baik lagi jika website bisa memfasilitasi live chat. Pastikan orang dapat dengan mudah mengakses kontak tersebut.
  6. SOCIAL MEDIA. Dengan adanya social media, maka semakin ‘dekat’lah calon advertiser atau customer kepada kita. Pastikan anda juga aktif di socmed, pajang portofolionya juga yah.

Next step mungkin mau memantapkan aliran blog dulu, karna masih bingung ini alirannya lifestyle, atau curhat-curhatan hihi. Tapi lagi-lagi saya belajar dari blog mbak Nining yang menggambarkan dengan jelas portofolio. Meskipun bisa dibilang aliran blognya masih mix, tapi portofolio blog beYoutiful ini representatif disamping dari page p.o.r.t.o.f.o.l.i.o itu sendiri. About me yang detail, blog yang terorganisir, tematik nya jelas (ga kaya blog saya yang kategorinya penuh dengan fleksibilitas haha), ada halaman most popular, logo kupu-kupu pink dan tagline yang lugas.

untitled

Anyway, thanks mbak Nining, cuma buka blog kamu aja aku belajar banyak deh. Hihi. Ini tumben banget ya postingan jelas dan genah banget.

Kalau menurut kamu, portofolio blog yang baik gimana?

Ngeblog Bermanfaat Bersama Notebook ASUSPRO P2430U

HOW TO CHOOSE MY LAPTOP

Setahun yang lalu laptop saya ketumpahan kopi, keyboardnya jadi hang dan betapa repotnya saya harus membawa portable keyboard kemana-mana. Yang ada sampai tujuan, saya udah kelelahan, pikiran jadi tidak fokus, dan berujung dengan “selamat datang di dunia ngeblog yang suffering“. Masalahnya ‘guns‘ ini menurut saya cukup kompleks. Berbeda jika saya harus berhadapan dengan jadwal yang padat, waktu terkadang bisa dikompromi, hanya butuh mata melek lebih banyak. Namun guns, you must compromise with the cashflow. Oleh karena itu, saya sangat berhati-hati menentukan laptop pilihan yang sesuai dengan kebutuhan, financial, dan tentu saja didukung dengan spesifikasi yang mumpuni.

Sejak tahun lalu, saya mulai mencari guidancehow to choose a laptop‘, membuat list kebutuhan saya, dan mencari referensi spesifikasi laptop yang mewakili kebutuhan dan yang pasti sesuai dengan kepribadian saya. Maka, yang pertama kali saya putuskan dalam list adalah, laptop saya nantinya harus memiliki Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7 Processor. Kenapa? Karena Processor merupakan ‘the brains of your computer” yang paling berpengaruh terhadap performa laptop. Jadi untuk urusan ini, saya memilih prosesor Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7, yang merupakan prosesor paling mutakhir, yang memberikan high ends performance, baik dalam mendukung produktivitas pekerjaan, bahkan untuk game sekalipun. 😉

Setelah masalah prosesor yang tidak tawar-able, saya membuat list sederhana tentang laptop seperti apa yang benar-benar saya butuhkan. Berikut list kebutuhan beserta pertimbangan saya memilih laptop:

  1. Tentukan kegunaan dan tujuan utama memiliki laptop. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan utama untuk menentukan model laptop apa yang kita perlukan. Saya memerlukan laptop untuk keperluan kantor, mengakses internet, sesekali mengedit foto/video, dan sesekali main games.
  2. Memilih ukuran laptop yang tepat. Tentu saja ukuran laptop disesuaikan dengan mobilitas. Saya termasuk orang yang tidak bisa all day long di satu tempat, bukan bosan, tapi memang pekerjaan dan beberapa kegiatan yang mengharuskan saya mobile. Oleh karena itu saya perlu laptop yang ringan, portable, dan mudah ditenteng-tenteng atau diselipkan di tas ‘cewek’, bukan tas laptop yang bulky.
  3. Tentukan spek yang diinginkan. Ada beberapa main component yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli laptop.Selain masalah prosesor di atas, kurang lebih spek yang saya perlukan; RAM minimal 8 GB, display HD, Graphic Chip Nvidia (untuk keperluan video editing dan games).
  4. Pertimbangan Battery Life. Karena mobilitas yang tinggi juga, saya memerlukan laptop yang tidak perlu nyari colokan dimana-mana, yang pasti baterai awet.
  5. Laptop yang kids friendly. Sesekali saya menonton video atau film bersama anak di laptop. Meski frekuensi menonton saya batasi, namun saya harus memastikan bahwa laptop ramah anak, terutama dalam hal kenyamanan mata.

guidances-fix

BLOGGING JOURNEY

Jatuhnya pilihan laptop yang seperti apa tentunya tidak lepas dari perjalanan saya blogging. Saya sebenarnya mulai ngeblog sejak tahun 2009, when i was 21, jadi sudah pasti isinya ya seputaran permasalahan anak muda, curhat, sindir-sindiran, polemik, oke mari kita sebut masa itu dengan sebutan The Days When the ALAY Ruling. Kepanjangan ya? Oke, kita singkat aja jadi TDWAR (singkatan yang rumit 😂). Eh, tapi ga perlu scroling jauh ya di blog ini. SEREM 😶.

Berterimakasihlah dengan waktu, karna TDWAR telah lewat masanya. Tidak hanya barang elektronik, temperamen orang pun punya lifetime period. Maka dengan berakhirnya masa TDWAR, masa aufklärung berkibar. Dari persiapan menikah-hamil-persiapan melahirkan-punya anak, saya belajar banyak dari blog (orang tentunya). Selain ilmu, saya juga belajar tentang how blog bring their informations. Ada blog yang ga sengaja ketemu, tapi karena penyampaian yang enak dan asyik, saya justru menjadi pengunjung setia, bahkan di bookmark. Ada juga blog yang isinya bagus, tapi terlalu panjang, tanpa ada gambar, foto, atau video pendukung, sehingga bagi anak visual seperti saya, cenderung cepat bosan, dan membaca cuma sekilas-sekilas saja.

Memang pada awalnya, blog itu semacam diary pribadi, there’s no rules sehingga saya merasa bebas menuangkan apa saja yang saya inginkan. Namun seiring berjalannya waktu, saya menyadari bahwa ngeblog bukan hanya sekadar menuangkan hobi menulis atau menumpahkan uneg-uneg dalam bentuk tulisan. Saat ini dunia netizen menggiring setiap penikmat social media, termasuk blogger menjadi konsumsi masyarakat dunia. Semua bisa dijadikan branding, atau bahkan polemik. Dari situlah, mulailah saya ‘serius’ ngeblog. Tidak hanya menjadikan blog sebagai recycle bin, namun alangkah baiknya jika dapat bermanfaat untuk pembacanya.

slide1

Berawal dari situlah saya mulai serius dan komit untuk menulis hal-hal yang bermanfaat, memberikan informasi seakurat mungkin, meminimalisir konflik, serta berusaha menyampaikannya dengan baik. Informasi yang diterima secara indirect (melalui tulisan) cenderung lebih mudah terdistract penerimaan pada masing-masing individu, oleh karena itu akan lebih baik jika disampaikan dengan clear.

Sadar bahwa tipe pembaca blog itu bermacam-macam, saya mulai memikirkan cara supaya pesan dan informasi yang disampaikan di blog dapat sampai ke semua tipe pembaca. Menurut saya dahulu, konten blog yang bagus itu adalah yang tulisannya menarik, asik, dan lucu. Namun jika memang pas saatnya bukan melucu atau sok asik? Lagipula saya mengaca pada diri saya sendiri bahwa blog yang isinya tulisan semua itu = MEMBOSANKAN. Maka mulailah saya mencari referensi, blog seperti apakah yang menyenangkan, yang asik tapi pesan dan informasinya tetap tersampaikan dengan baik.

Banyak hal yang bisa disisipkan dalam blog supaya kontennya menjadi semakin kreatif. Selama ini saya suka dengan gambar, video, stop motion, atau infografis untuk melengkapi blog saya. Semua itu sangat membantu menjadi semacam jembatan, agar semua kalangan pembaca dengan background edukasi, ilmu, budaya yang berbeda-beda menjadi get the point. Misalnya saja saya sedang bicara financial planning, bagi orang dengan background teknik atau tata boga yang mungkin awam, akan lebih mudah mengerti dengan adanya sisipan gambar/video/infografis. Selain itu, dengan adanya konten kreatif, estetika tampilan blog pun menjadi menarik.

CREATIVE CONTENT

Kebanyakan khalayak salah persepsi dengan konten. Konten bukanlah melulu soal teks dan tulisan. Gambar, grafik, video saat ini pun berkembang menjadi sebuah konten. Bagaimanapun saya setuju dengan Bill Gates, bahwa

Content is a King

Dalam dunia marketing, konten bukanlah hal baru, namun selalu menjadi hal spesifik yang paling diperhatikan. Menurut Teagan West, Head of Marketing and Consumer Acquitition Scrunch, sebuah perusahaan influencer di Australia, pentingnya konten antara lain adalah significant impact pada SEO, encourage engagement and foster a relationship with consumers,  generate new leads and increase sales, menambah value pada brand, dan meningkatkan trafik blog. 

Menyadari peran krusial dari konten, saya mulai mengembangkan blog pribadi supaya menjadi blog yang useful dan interesting. So far saya masih mengolah konten secara sederhana, seperti apa perjalanan pembuatan konten kreatif ala kompormledug.com? Kurang lebih seperti ini.

A. Membuat Outline.

Setahun terakhir saya mulai membuat outline untuk setiap postingan saya, terutama untuk postingan yang bersifat informasi atau review. Poin-poin penting akan saya masukan terlebih dahulu. Bab-bab ditentukan. Media apa saja yang akan saya upload sudah saya list terlebih dahulu. Dengan begitu akan memudahkan saya untuk melakukan pekerjaan apa yang harus dilakukan karena sudah ada to do list.

B. Melakukan Riset.

DSC01959

Melakukan riset dapat dilakukan dengan banyak cara. Tidak perlu penelitian yang rumit di lab atau butuh berhari-hari. Biarlah itu tugas Quality Control dan RD. Yang sederhana pun dapat dilakukan. Bertanya, mencoba langsung, atau interview menjadi beberapa langkah yang ditempuh untuk melakukan riset. Riset pun dapat dilakukan dengan santai, misalnya berjalan-jalan. Jangan lupa bawa kamera, bisa jadi you get the best snap on your journey. Ditemani se-tumbler espreso boleh juga.

Untuk hal riset ini, sebisa mungkin juga untuk menghindarkan dari hal-hal yang bersifat sensitif, atau kontroversial. Untuk menjadi booming atau hits, tidak harus penuh kontroversi kan?

C. Banyak Membaca Online dan Offline.

Mencari data-data akurat dengan membaca. jangan sampai kita menjadi blogger yang salah info, atau bahkan termakan hoax. Sekreatif apapun kontennya, tapi kalau HOAX atau bahkan fitnah, NOTHING. Yang harus selalu diingat juga dalam hal ini adalah etika dan attitude sebagai blogger yang sopan dan bermanfaat :).

Yang harus diperhatikan terutama untuk sumber dari online adalah, pastikan bahwa sumber yang kita gunakan sebagai acuan merupakan sumber yang valid, paling mudah adalah, yang common dan sudah familiar dengan kita.

D. Mengambil Data Pendukung.

Data pendukung dapat berupa apa saja. Gambar, video, infografis, bisa menjadi data pendukung untuk konten kreatif. Untuk proses ini, bisa menggunakan alat apa saja, yang kita punya. Yang tak kalah penting adalah the man behind the guns, paling tidak skill tentang komposisi, mencari angle, atau momen yang ‘berbicara’ juga terus saya pelajari. Kebetulan dahulu saya lebih dahulu bergelut di fotografi amatir sebelum tertarik ke blog.

Alat apa saja yang saya gunakan untuk memperoleh data pendukung? Sebagian besar saya menggunakan kamera handphone. Karena momen bisa terjadi kapan saja, sehingga supaya tetap ter-capture, kamera HP saya paling tidak harus yang clear, meski aparture dan shutter speed yang standar,  namun minim noise dan menghasilkan esposure yang tepat.

Jika memang pas tidak dalam kondisi insidental, saya membawa kamera mirrorless, atau go pro. Dahulu sempat bawa DSLR, tapi untuk alasan kepraktisan dan ringkas, akhirnya lebih memilih mirrorles.

E. Editing dan Posting.

Proses ini bagi sebagian orang dianggap paling membosankan, atau melelahkan, tapi saya justru sangat menikmati saat-saat menyisipkan setiap frame untuk mempercantik video, atau mengatur lighting pada foto. Saking antusias, terkadang saya ngedit video sampai jam 3 pagi, padahal jam setengah 7 paginya harus sudah ngantor lagi hahaha.

Untuk keperluan mengedit, selama ini saya selalu menggunakan aplikasi bawaan dari laptop atau aplikasi di smartphone. Namun semakin kesini, kebutuhan untuk dapat meningkatkan skill dari sisi mengedit semakin besar. Selain untuk keperluan blog, beberapa kali kantor juga memberikan tugas untuk membuta mini movie yang tentu saja memerlukan software desain grafis yang lebih mumpuni.

SEMAKIN BERMANFAAT DENGAN NOTEBOOK ASUSPRO P2430U

Kembali ke perjalanan menemukan pengganti laptop lama. Berdasarkan pertimbangan sebelumnya, dari sekian banyak review dan produk yang menawarkan masing-masing kelebihan, saya berhenti pada satu produk yang beberapa hari ini membayangi saya, yaitu Notebook keluaran ASUS seri ASUSPRO P2430U. Disamping desain dan spek yang menjanjikan, ASUSPRO P2430U juga menciptakan tekhnologi eksklusif, sehingga kemampuan laptop sangat paripurna. It feels like ‘AHA!’.

untitled

Kenapa harus Notebook ASUSPRO P2430U?

Here it is.

A. FAKTOR INTERNAL

  • Desain Solid, Profesional Namun Tetap Elegan

Kembali ke rules guidance saya dalam memilih laptop, bahwa laptop yang saya pilih sebaiknya mewakili kepribadian. Desain yang solid dan simple yet elegance, dengan berat hanya 2.09 kg (sudah termasuk baterai), dengan dimensi 340 x 241 x 23.3 ~26.3 mm (WxDxH), laptop ini memungkinkan untuk dapat ‘diselipkan’ di tas wanita. Hal tersebut mendukung kegiatan dengan mobilitas yang tinggi karena laptop ini sangat portabel.

Tentu saja sebagai seorang perempuan, outlook dari gadget selalu menjadi pertimbangan. ASUSPRO P2430U memiliki desain yang halus, profesional, berbahan alumunium dengan tekstur bergaris.

  • Spesifikasi yang Mutakhir dan Mumpuni

ASUSPRO P2430U telah dilengkapi dengan prosesor Intel Core i3/Intel Core i5/Intel Core i7 (syarat mutlak pertama lulus!). Prosesor ini merupakan prosesor paling mutakhir yang dikeluarkan oleh intel dengan performa yang high end.

logo_asus_isoi_intel-300x99

Selain itu, laptop ini didukung dengan Windows 10 Pro 64 bit DVD. Windows seri in merupakan edisi terbaik dari sekian banyak Windows edisi  10. Kita dapat memutar audio dan video, memotong video, mengakses internet, menggabungkan potongan vido, merekam suara, koneksi dengan TV, menggunakan program antivirus dari Microsoft yang diklaim merupakan antivirus terkemuka di dunia. Tak hanya itu, kita pun dapat menggunakan beberapa software lama.

Mengingat suami yang doyan ngegame, dan sesekali saya juga melakukan video editing, laptop ini menggunakan grafis Nvidia GeForce seri 900 yang dibuat berbasis arsitektur Maxwell yang punya performa grafis mumpuni. Jadi tak perlu khawatir nge-lack saat ngagame maupun mengedit video.

  • Memori dan Storage yang Memadai

Memori utama ASUSPRO P2430U DDR4 2133 MHz sebesar 4GB, dan masih terdapat 2 soket untuk menambahkan memori sebesar 16 GB. Untuk storage, ASUSPRO P2430U sampai dengan 1 TB HDD dan 256 GB SSD. Hal tersebut memungkinkan untuk mendukung kinerja secara multitasking smoothly dan tidak lagi khawatir dengan masalah slot penyimpanan.

  • Adjustable Batery dan SuperBatt Technology

Di ASUSPRO P2430U ini, baterai dapat dilepas-pasang dengan mudah dengan tiga jenis ukuran baterai, yaitu 4 cell, 6 cell, dan 9 cell. Bahkan jika perlu, dapat diganti dengan baterai yang memiliki daya yang lebih bateraitahan lama. Tak hanya itu, jika ingin menambahkan baterai eksternal supaya tidak repot mencari colokan, hal tersebut dapat dilakukan. Notebook Asus Seri P juga memiliki fitur alarm konektor daya yang memberikan warning bagi user apabila ada kerusakan power supply atau jika tiba –tiba terputus, dan meminimalkan risiko shutdowns secara tiba-tiba.

ASUS kini telah hadir memberikan solusi terhadap baterai agar dapat bertahan lebih lama meski berkali-kali di charge, tak perlu lagi khawatir dengan leak baterry. SuperBatt technology ini memberi jaminan baterai yang lebih lama hingga 2,5.

baterai1

  • Multi-gesture touchpad

Guys, waktunya ke tukang loak, menukarkan mouse kita dengan batu akik. Tak perlu lagi touchpadbawa-bawa mouse kemana-mana. Belum lagi kalau mouse sering buat mainan anak, dan hilang entah kemana. Notebook  ASUSPRO P2430U memiliki touchpad dengan multigesture, sehingga memudahkan user dan lebih presisi untuk scroll, memutar, dan zoom.

Hal ersebut karena Notebook  ASUSPRO P2430U didukung dengan ASUS Smart Gesture Technology yang dilengkapi dengan kontrol Windows gesture yang intuitif. Smart gesture juga memiliki teknologi clever palm rejection sehingga hanya jari yang memegang kendali, bukan bagian tangan yang lain. You can do everything only with your fingertip. 

  • Bekerja dengan Efisien dengan 4 port USB

Bagi saya yang memiliki banyak eksternal storage, hal ini sangat membantu. Laptop saya sebelumnya hanya memiliki 2 port USB. Dengan begitu, pekerjaan menjadi lebih efisien, karena tidak perlu lepas-colok USB secara bergantian.Di samping itu, 4 port USB  ASUSPRO P2430U juga didukung dengan   3x USB 3.0 dan 1x USB 2.0. Ucapkan selamat tinggal dengan loading yang lemot :).

Ada lagi kehebatan USB pada  ASUSPRO P2430U ini. USB dapat di-lock dengan password, sehingga orang lain tidak bisa mentransfer maupun mengambil data pribadi dari notebook ASUS P2430 tanpa izin. Harddisk-nya dapat dipassword dengan cara mengaktifkan fitur HDD user password protection. AWESOME.

  • Desain Keyboard yang Ergonomis

Pernah lihat ilustrasi akibat tidak menggunakan keyboard yang tidak ergonomis? Mengerikan! ASUS sangat memikirkan hal sampai sedetai itu. Notebook ASUSPRO P2430U memiliki keyboard yang ergonomis, yang dirancang untuk meningkatkan responsif dan telah diatur untuk berfungsi secara optimal. Kenyamanan menjadi hal utama,  termasuk dalam hal keyboard, ASUS memberikan chiclet design dengan ukuran penuh dan dengan travel distance sekitar 2,3mm. Tak perlu khawatir dengan ‘keyboard jebol’, meski digunakan lebih dari 10 juta kali pengetikan, ASUS memastikan bahwa keyboard ini akan bertahan.

  • ASUS Eyecare Technology

Ini dia, Notebook kids friendly yang saya cari-cari. Kenapa? Karena kehebatan teknologi ASUS terutama dalam memberikan performa panel layar terbaik, akurat, namun tetap melindungi usernya dengan lapisan scratch-resistant coating pada panel LCD-nya dan layarnya dilengkapi dengan fitur anti glare agar layarnya semakin nyaman dipandang mata, tidak membuat mata cepat lelah meski menghabiskan waktu yang panjang di depan laptop. Selain itu, dengan anti glare ini, tidak memantulkan bayangan khususnya dari belakang pengguna

User dapat memilih eyecare mode yang didesain untuk melindungi mata dan menghindari dari Computer Vision Syndrome (CVS), yang antara lain ditunjukan dengan gejala sakit kepala, mata perih, mata merah, bahkan keruskan mata. Kini tak lagi khawatir menonton film bersama anak ‘sedikit’ agak lama dengan notebook ini.

B. FAKTOR EKSTERNAL

  • 2 Years Global Warranty

ASUS tidak bohong soal ini. Dua tahun garansi benar-benar GRATIS. Beberapa vendor malah mengklaim memberikan garansi 3 tahun gratis. Untuk satu tahun pertama diberikan full garansi, 2 tahun berikutnya gratis biaya jasa, hanya tinggal membayar sparepart. Ini dai rinciannya.

garansi.png

  • ASUS memiliki Service Center yang tersebat di Seluruh Indonesia

Tak perlu khawatir denagn urusan aftersale ASUS. ASUS telah memiliki service center yang tersebar di seluruh Indonesia. Saya yang tak lagi tinggal di jakarta pun tak lagi khawatir apabila terjadi kerusakan atau gangguan terhadap notebook ASUS. Di Bandung saja ada 5 tempat service center ASUS. Di kotamu, pasti ada kan..

aftersales

Nah, banyak sekali kan keunggulan ASUSPRO P2430U. Sebenarnya masih seabrek kelebihan dari notebook ini, yang pasti inilah laptop idaman yang saya butuhkan selama ini. Dengan laptop ini, sudah pasti akan memberi warna baru yang lebih semarak dan menarik pada blog saya. Ngeblog semakin  menyenangkan dan bermanfaat bersama ASUSPRO P2430U.

NO MORE DOUBT. Kamu pasti setuju kan?

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Asus yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Asus Indonesia.

Keep Calm and Eat Bakmi Mewah

BAKMI MEWAH MENJADI SOLUSI PALING TEPAT

Mi itu selalu menjadi list makanan favorit saya sejak jaman isi biodata teman di buku diary. Pasti bagian favorit food, ya mi ini. Dari yang mi instan, maupun mi restoran (hasil morotin traktiran temen) hehe. Sampai saya punya anak satu pun makanan favorit kami sekeluarga adalah, mi.

Kalau anak GTM – mi.

Lagi bokek akhir bulan – mi.

lagi bete jaman diputusin pacar – mi.

Lagi dingin hujan-hujan – mi.

Kalau lirik lagunya Justin Bieber:

“What else can we do when we’re feeling low?
So take a deep breath and let it go”

versi saya jadi:

“What else can we do when we’re feeling low?
So take a deep breath and EAT NOODLE!

Mi itu jadi semacam healing bagi saya dan suami. Dih, omongan saya jadi kaya anak ABG banget ya. But, its true. Saya dan suami terkadang mengalami stres, lelah, lunglai, banyak pikiran karena kerjaan kantor yang kalau dituruti seperti maunya istri simpanan (sotoy), alias tidak akan pernah habis. When we got this feeling, maka settingan otak saya dan suami langsung, TRING! We need a bowl of NOODLE! Again and again.

Adakalanya mi juga menjadi solusi favorit jika waktu mepet. All can be solved by noodle. Bangun kesiangan, buru-buru meeting, bahkan konsumsi arisan pun saya pernah menyajikan mi. I LOVE NOODLE MORE THAN ANYFOODS.

Akhirnya sampailah kami pada titik the law of diminishing return, atau tiba-tiba kita sudah pada puncak bosan dengan mi yang itu-itu saja. Lidah kami jenuh dengan rasa mi instan yang lama-lama membuat kami eneg. Kami juga menyadari bahwa overdose mi dengan kadar MSG tinggi is not good enough for our health. Tapi tetap, hidup kami unseparated dari mi. Oke fix, kita perlu mi yang beda, sehat, mudah dibuat sendiri, dan yang paling penting adalah murah karena sudah pasti frekuensi konsumsi mi kami akan sangat sering.

Akhirnya kami menemukan solusi bagi pecinta mi dengan tingkat maniak tinggi, mudah dibuat, cepat, no MSG, dan yang pasti disajikan dengan istimewa serta tidak membosankan. BAKMI MEWAH, came to our life. Mi ini changed our mind bahwa untuk menikmati mi ala ala restoran dan non MSG, tapi dengan cita rasa yang maknyus, tidaklah harus menguras kantong lebih dalam apalagi harus bersusah payah membuat adonan mi yang membayangkan saja membuat lengan saya pegal.

Ini dia penampakan bakmi mewah favorit!

Ada banyak alasan kenapa akhirnya kami jatuh hati dengan Bakmi Mewah. Tentunya saya dan suami kali ini sangat selektif dalam memilih mi, terutama karena sudah ada si kecil yang hampir selalu tertarik dengan makanan yang kami makan. Dulunya ketika kami sering mengkonsumsi mi instan, kami selalu kucing-kucingan. Well, its absolutely hard. Haha.

Mau tau alasannya kenapa akhirnya kami menjatuhkan pilihan pada Bakmi Mewah? Ini dia:

  1. Bakmi mewah dikemas dengan menarik, dengan kardus yang mudah dibuka, namun tetap kuat. Ini memungkinkan mi di dalamnya lebih terjaga tidak akan remuk. Di dalamnya terbagi ke dalam beberapa kemasan plastik, yang terdiri dari mi, minyak sayur, saus, daun bawang, dan yang terakhir adalah daging ayam dan jamur aseli!
  2. Memasaknya sangat cepat! Hanya perlu waktu 2 menit, then VOILA! Bakmi Mewah, sajian mewah di rumah ala restoran, telah tersaji.
  3. Minya kenyal, licin, tipis, lembut tapi tidak mudah putus. Untuk yang ini, yang paling senang adalah anak saya. Menikmati mi dengan gaya mi diulur-ulur ke atas, sambil melet-melet (if you know what i mean, haha).
  4. Rasanya yang light, tidak tajam, dan yang paling penting tidak membuat haus setelah memakannya. Hal ini sangat beda dengan mi instan lain, jadi mi ini pun rekomen untuk makan sahur karena tidak khawatir akan cepat haus.
  5. Yang paling istimewa adalah, aromanya yang menggugah selera dengan toping ayam dan jamur asli! Yes, Bakmi Mewah menjadi yang pertama kali berinovasi dengan daging ayam dan jamur asli sebagai topingnya. Rasanya? Juicy! Nendang!
  6. Bakmi Mewah No MSG, jadi tidak perlu lagi main petak umpet dengan si kecil apabila ingin menikmati semangkuk mi lezat.

Ini dia bukti mudahnya membuat bakmi mewah. Mudah-cepat-lezat-dan MEWAH!

Mudah bukan?

Jujur, ketika mengunyah mi ini, langsung terbayang mi-mi restoran yang dibuat oleh chef, dengan tangan belepotan tepung, dan teknik pengolahan yang spesial, dan dibuat dengan penuh CINTA. Hihi. Cita rasanya mantap! Tapi kali ini, kita dapat membuatnya sendiri, di rumah, cuma ditinggal memindah channel TV, then POOF, jadilah mi ala restoran.

KREASI BAKMI MEWAH

Anda ingin masakan mi yang beda? Mi dapat diolah menjadi BANYAK masakan lezat. Ya kan?! Kemaren kami sedang pingin sekali makanan ala meksiko. Hmmm. Kulit tortila yang lembut, gurih, membuat kami akhirnya memutuskan untuk berkreasi masakan ala Meksiko dengan menggunakan mi. What? Really?

SURE! Kami membuat masakan yang kami beri nama Bakmi Mewah Wrapped With Tortila.

Ini dia resepnya..

Bakmi Mewah Wrappeed With Tortila

1

Cara membuat:

  1. Panaskan kulit tortila selama satu menit di atas teflon. Jangan terlalu lama karena jika terlalu lama, maka kulit tortila akan menjadi krispy seperti kerupuk.
  2. Oles margarin di atas kulit tortila. Susun tomat chery, daun selada, dan bakmi mewah yang telah direbus di atas kulit tortila.
  3. Taburi keju dan mayonaise.
  4. Wrap. Jadi deh!

Ini dia video cara memasak Bakmi Mewah Wrapped With Tortila :

 

Daaan.. ini dia hasilnya.. Voila!!!

dsc03016

Bagaimana? Mau mencoba di rumah?

Its soo fun, apalagi jika memasak bersama si kecil. Mudah-cepat!

Terimakasih Bakmi Mewah. You always made our day.

So, whats make you happy today, felas?

Keep calm and EAT BAKMI MEWAH.


Cerita Toilet Training #Kinong

img_5032-1

Saya mau jumawa. Dikit. Gapapa ya. *dilempar teklek*

Kinong. 24 months. Resmi jadi Big Boy. Karna lulus toilet training. *tepuk tangannya manaaa*

Gitu aja kok bangga banget ziz?! Ngana ga ngerasain 7 bulan eke gempor ngepel-ngepel pipis yang berceceran. Err.. bukan saya sih. Lebih tepatnya Padmi, sementara saya ngeringkuk di pojokan sambil ngasih semangat sambil (berusaha membantu) nunjuk-nunjukin lokasi-lokasi ceceran pipis. Kurang lebih seperti ini:

MK: Mamah Kinong

P: Padmi

MK: Itu.. itu mi.. nah.. kiri dikit.. terus.. terus.. bales.. baless.. lurus aja..

P: *niup sempritan dikira tukang parkir*

Begitu kira-kira. Jadi peristiwa ini saya nobatkan sebagai jumawa moment of 2016. TRING!

Dih, postingan pertama 2017 aja kok masalah nguras-isi-berok. IYA. Mumpung awal tahun, siapa tahu banyak Ibu-ibu di luaran sana yang memiliki resolusi “BEBAS DIAPERS 2017”. Mau ngirit kakak. Heheheh.

Beberapa waktu yang lalu saya sempat posting di Instagram saya kalau #Kinong sudah resmi ‘Say Goodbye To Diapers”. Lalu beberapa komen menanyakan tips dan trick apa yang supaya sukses. Sebenarnya… Tips apaaa coba yang pas buat proses toilet training yang makan waktu TUJUH BULAN. Tak semedi sek ya..

Jadi kalau ngomongin rules or tips or tricks.. There’s no-one-size-fits-all toilet training approach. Ingat ya Buibu, kalau every child is different, culture setiap keluarga pun berbeda, apalagi bentuk toilet pun beragam. Dari yang jongkok, duduk, atau bahkan yang tinggal nangkring pinggir kali. Oke *off the record*.

Jadi tips yang saya share ini merupakan metode yang pas untuk anak saya, dan saya berharap kalau anak-anak di luar sana juga sesuai. Tapi yang jelas, sebelum memulai semua rangkaian toilet training (yang tidak terlalu) melelahkan (asal ada pembantu) ini, mulailah dengan BAHAGIA. Kenapa bahagia? Karena dengan bahagia, semua lelah, tenaga, emosi, dan waktu yang terkuras, terasa worth it! *silakan sundut gue pake rokok*

Sebelum menginjak ke inti masalah, saya akan beberkan fakta tentang toilet training dulu. CEILAH BANYAK TINGKAH DEH ZIZ! Ngeheheheh. Fakta ini disampaikan oleh Dr. Janet Hall, clinical psychologist dalam A Guide For Parents – Six Step guide by Expert, yang mengatakan bahwa “To be able to toilet trained, toddlers have to learn to control the impulse to spontaneously ‘let it all out'”. Aaaartinyaaaa… silahkan menuju Google Translate *slepet saya kakaaak*.

Jadi ternyata, pada intinya toilet training (TT) itu adalah melatih anak untuk dapat selalu ‘sadar’ dan dapat mengontrol otot yang berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan bladder (urin) dan anal (fecal), yang dikendalikan oleh pusat syaraf. Jadi intinya, berlatih toilet training itu yang paling penting adalah komunikasi dengan anak.

Bagaimana kalau anak belum lancar bicara?

Jangan khawatir. Yang paling penting adalah, anak sudah mengerti dengan apa yang Mama bicarakan.

Tips: Sering-sering ajak anak berkomunikasi.

Oh iya, bagaimana dengan Ibu-ibu kebanyakan jaman dahulu yang sudah mulai ‘mentatur’ anaknya sejak bayi?

Hal ini justru lebih baik lagi, karena refleks anak dilatih sejak dini. Jadi mindset anak sudah jalan ‘kalau aku dibawa ke toilet = pup/pee’. Ini sebenarnya tergantung kesiapan masing-masing orang tua. Biasanya, mindset anak akan terbentuk sekitar seminggu berjalan TT, tapi ada juga yang lebih cepat atau lebih lambat. Jika mindset anak terbentuk, belum tentu anak sudah bebas ngompol-ngompol lagi loh. Sampe sekarang pun sesekali saya kecolongan. Bukan karena anak tidak sadar akan ‘tanda’, tapi karena dia males diajak ke toilet (permasalahan selanjutnya haha).

Tips: Bawalah anak ke toilet satu jam sekali sampai anak anda paham ‘full sign’ dan bisa mengendalikan otot rektalnya (baca: ngampet).

Biasanya fase anak yang TT itu gimana ya?

Hari 1-3 Dibawa ke toilet sejam sekali. Anak masih kadang bingung. Ditungguin lama ga pipis-pipis. Udah ditungguin setengah jam, ga pipis juga, anaknya malah main air. Akhirnya senewen. Dibawa masuk rumah lagi, dipakein celana, eh malah ngompol. INI SERING BANGET.

Tips: selama nunggu pee, bagian pantat atau pinggang atau kemaluan diciprat-ciprat air, biasanya akan merangsang anak untuk pee karena sensasi dingin air. Tapi kalo ga pipis jugaa.. ya nikmati aja ~. SABAAAR.

Biasanya seminggu setelahnya anak akan tune in kalau dibawa ke toilet langsung ‘mancur’. Tapi jangan terlalu berharap nunggu anak untuk minta pipis ya. Kita yang harus inisiatif ajak anak ke toilet.

Jangan kaget kalau pas awal-awal lepas diaper, anak akan sangat sering sekali ngompol. Sejam bisa 2-3 kali! Itu karena kebiasaan menggunakan diapers yang ga perlu nahan kalau mau pipis dan anak masih belum bisa membaca ‘tanda’ pengen pee/pup.

Tips: Siapin kain pel sebanyak-banyaknya. Hehehehe.

Kalo pup gimana?

Masalah per-eek-an ini gampang-gampang susah. Apa gampangnya? Lebih mudah dideteksi dini dan lebih lama proses sampe mejret dibanding pee. Biasanya mudah dilihat dari ekspresi dan tingkah laku anak akan mudah terlihat. Muka nyureng, alis berkerut, mulut menekuk, lobang hidung membesar, ya ga sih gaes? Nah, kalau sudah seperti itu, langkah selanjutnya adalah lepas celana-ngacir ke toilet.

Apakah setelah itu semua masalah selesai dan dunia menjadi lebih indah?

Ya cencu cidaaaak dooongg!

Sampai di toilet, didudukin/dijongkokin, apa yang terjadi kemudian? Kebanyakan anak akan menangis atau menolak (ini bagian susahnya). Pasti kebanyakan ibu akan bertanya ‘anak akooo kenapa kok gitooo?’. Jangan khawatir ibu-ibu, itu adalah hal yang lumrah, bukan akrena anak ibu cacingan atau melihat gajah terbang.

Tips: Menurut pengalaman, anak akan lebih mudah pup ketika dia berjongkok (tentunya pakai wc jongkok, bukan nangkring di wc duduk). Lalu bagaimana kalu di rumah adanya wc duduk? Salah satu dokter anak temennya #Kinong bilang kalau anak akan lebih mudah pup jika kakinya memijak. It means, pilihlah toilet seat anak yang ada tangganya, jadi kekuatan kamehamengeden‘ akan menjadi lebih maksimal. Eh gimana tuh yang ada tangganya? Kaya gini loh ibu-ibu..

download
sumber http://www.google.com

Belinya dimana?

Kalau di Indonesia ada di Toys Kingdom.

Mbak Sis, perlu ga sih pake potty training?

Semua dikembalikan ke selera, style, financial, dan kebutuhan masing-masing anak dan keluarga. Kenapa? Kalau saya bilang PERLU BANGET, eh ternyata ga kepake sama sekali. Ada loh yang kayak gini. Kan mubazir. Tapi kalau menurut saya, jika wc di rumah modelnya adalah WC duduk, maka sebaiknya pakai potty seat, karena kalau ga, anak bisa ceblok ~

Lalu kalau yang portable potty itu gimana? Beli boleh, ga juga gapapa. Kalau beli, sebaiknya orang tua mengenalkan anak menggunakan toilet itu bagaimana dan untuk apa *aliran mamak ogah rugi*, jadai jangan cuma dianggurin ya, Mama.

Kalau #MamahKinong sendiri gimana?

Saya beli kok, potty seat IKEA, yang biasa aja itu loh, ga ada pijakan. Sempat beberapa kali pakai, tapi semenjak tahu bahwa WC jongkok lebih efektif, mangkrak deh.

Tips: Tidak perlu memaksakan untuk membeli potty training. Namun jika memang ada budgetnya, tidak ada salahnya beli, karena (mungkin) dengan potty training, proses TT akan lebih menyenangkan dan kids friendly.

#Kinong dulu langsung lepas diapers blas atau pake clodi atau training pants?

Saya adalah aliran Mamak Bonek, jadi Kinong pun harus jadi Bayi Bonek. Hahaha. Saya langsung lepas diaper, ga pake clodi atau training pants. Jadi cuma pake sempak CD sama celana aja.

Tips: Lagi-lagi kembali ke rules, ‘senyaman Mama aja’. Kalau pede mampus kaya saya (meski pesing dimana-mana), ya sok atuh lepas nappynya. Kalo ga ya bisa bertahap pakai clodi/training pants. Yang penting tetap konsisten ditatur ya anaknya!

Dulu #Kinong ekstrim ga pake diapernya 24 jam ya?

ENGGAK DOOOONG…

Meski bonek, #MamahKinong masih takut jatah tidur berkurang. HAHAHAHA. Saya melakukannya secara bertahap. Enam setengah bulan lepas diapers siang hari aja, setengah bulan baru lepas full 24 jam. Baru deh sakses.

Tips: Kalau Mama yakin dan memang punya cukup waktu alias ga dikejar-kejar harus ngantor paginya, langkah ekstrim 24 jam lepas diapers boleh dicoba. Karena untuk lepas diapers malam hari, berakhir dengan Ibu-ibu dengan mata panda. Kalo mau giliran jaga dengan Bapaknya sih boleh-boleh aja, kuncinya tetap konsistenbangun dan ajak anak ke toilet. Saya dulu karena awareness anak udah jalan, jadi cukup 2 kali saya ajak dia ke toilet kalau pas tidur.

Ada ga sih langkah yang lebih mudah dan cepat tanpa kita harus repot ngepel-ngepel kalo ngompol dan bolak balik kamar mandi. Aku tak sanggup, Mbak, tampar aku.. tampaaar… *zzzz

ADA! Nyuruh babysitter atau Mbak pengasuh yang eksekusi. Tapi urusan hasil ga bisa dibandingin loh yaaaa.. apalagi kalau bicara masalah bonding. Nah kaaan.. kaann.. Jangan mewek deh.. Dibalik sukses TT anak, terdapat mata panda Ibunya dan lengan dan tungkai yang mau potel bolak-balik ngepel plus ngedate sama toilet. Tapi kalau berhasil, rasanya BAHAGIAAAA TIADA TARAAAA *oles-oles concealer sama minyak urut*.

Tips: Jika memang Mama benar-benar tidak sempat, karena kerja, boleh minta tolong dengan pengasuh. Tapi ketika hari libur, sebaiknya Mama tetap menghandle sendiri urusan TT ini. Kenapa? Karena sembari mengajarkan TT kepada anak, Mama bisa mengajarkan sex education juga kepada anak. Ingat ya, pastikan pengasuh yang benar-benar Mama sudah percaya dan kenal betul. Atau Mama bisa juga ambil cuti khusus untuk mengajari anak TT. 

Anak saya mau sekolah, saya takut kalau di sekolah dia pipis dimana-mana. Gimana ya?

Komunikasi. Bicarakan semua kepada guru di sekolah anak. Saya yakin jika guru di sekolah mau mengerti dan mau diajak kompromi.Saat ini telah banyak sekolah preschool yang mensupport untuk TT di sekolah. Saya cukup surprise ketika kemarin survey sekolah untuk #Kinong, rupanya di Bandung kebanyakan melatih anak sedini mungkin untuk bisa lepas diapers.

Tips: Selalu komunikasikan hal tersebut ke guru.  Jika memang berbenturan dengan aturan sekolah yang tidak mau kalau tidak pake diapers, well, cari sekolah yang lain. Kok gitu?! TEGA! Ga. Bukan masalah tega. Semua tetap kembali ke keputusan Mama sih. Tapi menurut pengalaman, dengan memakaikan kembali diapers ke anak yang sudah lulus TT, akan membuat dia bingung.

Pake diapers lagi?

Jadi saya setiap pergi keluar masih belum terlalu percaya diri. Takut nanti di mobil atau di tempat umum #Kinong pipis di celana. Bukan masalah pipis-berceceran, tapi saya memikirkan masa depannya, bisa jadi bahan bully-an anak-pipi–di celana (oke, ini saya terlalu imajinatif). Ternyata selama pergi di luar (kira-kira selama 6 jam), #Kinong sama sekali GA PIPIS! Aku kudu piye, mboook?! Pas sampe rumah, bawa ke toilet langsung den, mancuuur.

Pernah juga waktu itu lagi nonton Moana. Pas tengah-tengah, dese minta pipis.. dua kali. IYA DUA KALI. Padahal udah dibilang kalao mau pipis ga perlu ke toilet, karena udah pake diaper. Nanti pipis di toiletnya kalau sampe rumah.

Efek buruknya?

Di rumah dia mulai bingung, dan ngompol-ngompol lagi. Saya dan suami berkesimpulan bahwa #Kinong menjadi bingung karena sebelumnya diberitahu kalau boleh pipis tanpa ke toilet. *telat iki looo naaak kamuu*

Wajar sih, kan seperti kita kalau lagi bobok, terus kebelet pipis, terus ngimpi ke toilet, pas udah pipis, taunya ngompol. Nah, sebelum pipis itu kan ada perasaan bersalah kan.

Atau.

Pas kita lagi heboh renang, lalu kebelet pipis. Dan kemudian.. ah sudahlah…

Kira-kira begitu mungkin perasaannya..

Tips: Jika bepergian dan memang belum terlalu percaya diri, boleh memakaikan diapers ke anak, tapi sebaiknya rutinitas ‘ajak anak ke toilet’ tetap dilaksanakan. Jadi memakai diapers bertujuan untuk worse case aja, seperti: ga nemu toilet, atau toilet jorok nauzubilla, atau lagi di perjalanan dll.

#MamahKinong punya rekomendasi pembelanjaran seru supaya anak terinspirasi mau TT ga?

Ada. Beberapa kali saya putar beberapa video proses TT di Youtube. entah anaknya ngeh atau ga, namanya juga usaha. YE KAN! Saya juga membeli buku anak tentang Toilet Training. Buku ini saya rekomendasikan, judulnya Ready To Go! Toilet Time, beli di Kinokuniya harganya 154k. Buku ini sebenarnya merupakan training kit untuk toilet training karena dilengkapi dengan parents guide dan chart chart reward kalau anak berhasil TT. Terdapat 2 versi buku ini, yaitu for boys dan for girls. Guide for parents nya cukup mudah dipahami dan tidak berbelit-belit, mungkin lain waktu saya review (janjimu busuk deh, KAK!).

Buku TT sebenarnya ada banyak sekali versi. Punya keponakan saya pun ada yang mirip dengan buku yang saya beli, namun ada tombol flushnya, yang kalau dipencet bunyi WC yang ngeflush. Saat ini, itu jadi salah satu buku favorit #Kinong dan selalu rekues, ‘mau buku toyet (toilet), Mamah’.

Tips: Tak ada salahnya beri pengertian ke anak dan beri semangat bahwa dia sudah jadi big boy/big girl, jadi harus pakai underpants, karena diapers hanya dipakai untuk baby. Biasanya anak akan lebih termotivasi (sementara emaknya mewek, anaknya udah gede aja).

Kapan ya sebaiknya mulai?

When your child and you ready. Kapan sih itu, kakak. Mbulet deh.

Menurut Heidi Murkoff di bukunya What to expect the Second Year, kesiapan anak untuk TT antara lain ditandai dengan hal-hal sebagai berikut:

  1. Ketika diaper tidak lagi cepat penuh. Ingat kan, semasa newborn, diaper itu borosnyaaa, masyaAllah. Nah, menuju usia 20 bulan, biasanya frekuensi pee anak akan semakin berkurang. Dari yang awalnya ganti popok 3-4 kali sehari, berkurang menjadi 1-2 kali saja.
  2. Anak mulai kasih sign atau bicara kalau dirinya pee/poop. Jadi misalnya lagi asik arisan keluarga tiba-tiba anak teriak-teriak “MAMAAAH, DEDEK NGEBOOOOM”, itu ada 2 pertanda. Yang pertama, Ok FIX, waktunya TT. Yang kedua, arisan seketika bubar dan pada telpon gegana.
  3. Anak mulai tidak nyaman ketika diapernya penuh, atau kotor sehabis poop. Maka bilanglah, “OK dear, mulai besok kita pupnya di toilet yaaa, biar ga kotor”.
  4. Ketika anak sudah mulai bisa melepas/memakai sendiri celananya. Hmm.. tapi kalau menurut saya sih, ga perlu sampe ditunggu kapan dia bisa pake atau lepas sendiri celananya yaaa.

Tips: In deciding when to take the potty plunge, your toddlers readiness definitely a top priority, but YOUR READINESS, COUNTS TOO. Kenapa? Karena TT itu memerlukan kemauan, usaha, kooperatif dari si anak. Namun selain itu juga memerlukan waktu, perhatian, komitmen, konsistensi, dan stok sabar yang banyaaaaak. Saya aja butuh waktu sampe 7 bulan. HAHAHAHA. Sungguh tempe sekali ya mental #MamahKinong.

Jadi, sudah siap TT?

Ingat, kunci suksesnya TT adalah KOMUNIKASI. Dont stop comunicating to your love ones, dear Mamah Kece.

Mamah Kece PASTI BISA! *virtual hug*

Polemik Mainan Mahal vs Mainan Murah

Ibu-ibu memang naturenya selalu senang berpolemik. Mungkin kalo diadu ya rival yang seimbang ya yang di Senayan sono. Banyak sekali polemik yang terjadi dalam dunia Ibu-ibu. Dari mulai ASI vs sufor, SAHM vs WM, sampe kemaren mahmud challenge aja jatohnya jadi saingan juga. Sungguh wanita itu jiwa kompetitifnya terbaik. Semakin banyak problema dan kompleksitas hidup, maka semakin tidak masuk akal seorang wanita berargumen (ya ga sih). Termasuk dalam hal menentukan mainan mahal vs mainan murah. Pasti akan banyak perdebatan.

#TeamMamaMainanMahal vs #TeamMamaMainanMurah tetaplah akan berakhir pada adu argumen yang tidak akan pernah habis. Dan sudah pasti, tidak penting. SETIDAK PENTING UPIL. Nyarinya sampai penuh perjuangan, pas ketemu dibuang. YA KAAAAANN?!

Untuk mainan kali ini, setiap mama pasti memiliki alasan masing-masing, mengapa membelikan mainan anak memilih yang murah atau yang mahal. All depend on your choices, Mama. Tidak ada yang benar maupun salah, semua kembali ke nature, culture, financial, dan believe masing-masing. YA KAN! Untuk Mama (yang elegan, kece, dan ga gampang kepancing) alangkah baiknya tidak perlu ikutan nyemplung ke dalam dunia polemik Ibu-ibu. Akan lebih bermanfaat jika subscribe blog ini saja dan setia duduk manis menunggu postingan saya (tetep promosi).

Nah, bagi yang masih bingung menentukan mainan mahal vs mainan murah, masing-masing pilihan memiliki plus dan minusnya. Apa saja? Kurang lebih seperti ini:

MAINAN MAHAL

Plus:

  1. Mainan awet, long term used, bisa diwariskan.
  2. Memiliki standar safety yang telah teruji.
  3. Bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi telah teruji dan aman bagi anak-anak.
  4. Responsibility dari produsen biasanya lebih besar untuk urusan safety.
  5. Purna jualnya biasanya lebih bagus.
  6. Dapat melatih sense of belonging anak, karena mainan mahal, jadi biasanya (emak+bapaknya) anak pun ikut sayang dengan mainannya.
  7. Sembari punya wishlist mainan mahal, maka anak dapat sekalian dilatih untuk menabung.

(Sebenarnya sih masih banyak, tapi tergantung dengan kreativitas dan kembali ke orang tua masing-masing, bagaimana memberdayakan alasan punya mainan mahal.

Minus:

  1. Harganya mahal.
  2. Bikin bokek.
  3. Kalo sial ya dinyinyirin temen/tetangga/keluarga.
  4. Uang beli bedak jadi pindah alokasi.
  5. Makin sial lagi kena omel suami.
  6. ATM sama kartu kredit jadi dibekukan bapak bojo.
  7. Kalo ilang nyeri hati.
  8. Apalagi kalo rusak, lebih nyesek ketimbang diputus pacar.

(kebanyak syurhaat ya Maaaak!)

 

MAINAN MURAH

Plus:

  1. Harganya miring, kantong aman.
  2. Hemat pangkal kaya.
  3. Bisa sodakoh lebih banyak (mulai jadi #teammipporight).
  4. Biasanya kalau anaknya masih under 3 years masih abusif, jadi kalau dibanting-banting ga sayang. Rusak satu, beli se abang mainannya.
  5. Kalau ilang ga bikin baper.
  6. Bisa tuker-tukeran ke temen (inget koleksi kertas surat jaman jadul).
  7. Kalo kesapu ga bikin dunia kiamat (ga kaya kehilangan 1 piece lego karna kesapu Padmi, dunia serasa mau runtuh).

Minus:

  1. Bahannya biasanya ya seadanya. Kalo ga ada yang diada-adain.
  2. Safety prosedur nomor sekian, yang penting margin keuntungan dapet.
  3. Purna jual, jangan diharapkan. Beli terompet di pasar gembrong, ternyata bunyinya bukan OM TELOLET OM, tapi malah kaya bunyi kentut, balik ke Gembrong, ternyata udah digusur satpol PP (KELAR).
  4. Mainan biasanya disposable used (untuk yang anaknya abusif tingkat tinggi). Kalau masih sempet diwariskan, mungkin ceritanya aja.
  5. Karna harga murah, biasanya sense of belonging ortu pun jadi rendah. Jadi jangan kaget kalau awareness anak terhadap benda juga rendah.

upload

Apakah saya #teammainanmahal karena pernah merekomandasikan ELC? Ga juga, saya memilih mainan tentu saja sesuai dengan kebutuhan dan finansial yang masuk akal. Bagaimana cara menentukan belanja mainan dengan kebutuhan? Ini dia tips dari saya:

  1. Mainan harus disesuaikan dengan usia anak dan yang tak kalah penting adalah jenis kelamin.
  2. Orang tua harus tau kecenderungan minat anak. Dari manakah kita bisa tahu? Di usia sekitar 1 tahun, dimana anak mulai sudah bisa berkomunikasi, biasanya akan terlihat minat anak terhadap sesuatu. Sifat dasar dari anak pun akan berpengaruh terhadap minat anak. Misalnya: #Kinong sejak usia kurang dari setahun terlihat bahwa dia anak yang ekspresif, senang bergaul, antusias terhadap sesuatu yang entertaining (misal: kakak sebelah rumah yang cantik). Semakin besar semakin terlihat bahwa anak ini memiliki sifat sanguinis dan tertarik terhadap entertaiment (plis bukan infotainment). Maka saya dan #BapakKinong memutuskan untuk membelikan mainan keyboard untuk mainan dan hiburan emaknya.
  3. Tentukan dulu sense apa yang ingin dikembangkan dari anak. Meskipun anak memiliki kecenderungan terhadap minat tertentu, namun akan lebih baik jika orang tua tetap menstimulus semua motorik dan sensorik kasar dan halus anak. Kalau teorinya sih supaya balance antara otak kanan dan otak kiri.
  4. Pastikan perencanaan keuangan untuk alokasi membeli mainan secermat mungkin. Membeli mainan tidak perlu mengorbankan dengan tidak membeli susu anak, atau mengakibatkan makan sebulan cuma nasi lauk garem. ITU BAHAYA. Selain bahaya abgi kesehatan juga bahaya bagi kesehatan hubungan rumah tangga.
  5. Mama sebaiknya menjadi #MamahKekinian yang kreatif. Sebelum memutuskan membeli mainan, sebaiknya memikirkan apakah sebuah permainan menstimulus anak dapat dibuat DIY-nya. Sekarang sudah banyak sekali tutorial ala-ala monterssori di Pinterest atau Youtube.
  6. Buatlah schedule yang balance antara bermain indoor dan outdoor karena keduanya memiliki fungsi masing-masing untuk stimulasi anak. Dengan begitu, Mama bisa tentukan mainan apa yang sebaiknya dibeli.
  7. Jika Mama ragu akan sebuah mainan, disarankan untuk sewa mainan terlebih dahulu. Apalagi yang harganya pricey. kalau tidak, Mama juga bisa bikin wish list hadiah untuk kelahiran bayi atau ulang tahun (jika tidak malu wakakakaka).
  8. Membeli mainan ini pada jaman sekarang juga bertujuan untuk mengurangi paparan gadget pada anak. Jadi sebelum beli, komit dulu dengan diri sendiri dan suami, supaya mainan harus dapat difungsikan optimal dan tidak UUG (Ujung-Unjungnya Gadget).

Nah itu beberapa tips dari #kompormledug. Yang paling penting dan perlu diingat adalah STOP JUDGING OTHERS dan GADGET BUKANLAH SOLUSI. Kalau kamu, ada tips yang lain?