mahameru part I= amarah, perjalanan, dan harapan

“Maaf
Setelah kau sakiti
Lalu bilang maaf
Setelah melukai
Lalu bilang maaf
Setelah mengkhianati
Lalu bilang maaf

Kau ga punya otak
Hanya itu yang bisa
Kau ucapkan MAAF

Sorry
Sesudah robek hati
Cuma bilang sorry
Sesudah darah tinggi
Cuma bilang sorry
Sesudah jantung hati
Cuma bilang sorry

Kau ga punya IQ
Hanya itu yang bisa
Kau ucapkan SORRY

Cinta
Sehabis semua ini
Masih bilang cinta

Kau ga tau diri
Tak semudah bicara
Kau ucapkan CINTA

Terhanyut dalam alunan lagu Slank. Cinta. Pikiran itu muncul….

***
November 2009…

“Nest, aku pengen ke Semeru.”

“Wew!! Tumben kamu pengen naik gunung??”

“Di puncak aku cuma pengen teriak si cowok itu anjing!! Bangsat!! Dan ingin menangis. Itu saja”

“Yuk!! Aku juga mau buang penat. Me-refresh pikiran.”
Sangat antusias menanggapi kesempatan langka seorang Rian alias Geplak alias 820 mengajak naik gunung sebelum hilang hasrat.

*****
Desember 2009

Setelah semua ke-hectic-an segala macam si tetek dan si bengek mulai dari berjubel LPJ-LPJ nista sampai party-party yang ga bikin hepi tapi malah bikin keki-nya Grand Party, otak, fisik, dan hati rehat sejenak. Pengangguran. Kuliah enggak. Kerjaan pun tak punya. Pathetic. Hidup berubah dari yang backsoundnya Move Along-nya The All American Reject jadi Bangun Tidurnya Mbah Surip. Kalo di lagu Donna Donna nya Joan Baez, “Stop complaining!!”. Makan-tidur-makan-tidur-makan-tidur (dibaca dengan irama lagunya BBB yang Putus-Nyambung). Another cycle is, PS-fesbuk-PS-fesbuk-PS-fesbuk. Semakin menjadi manusia useless kalo masih pantes disebut manusia bukan zombi. Awut-awutan. Pagi-pagi hijrah ke posko dengan kaos oblong item pudar masih tersisa sablonan warna kuning yang terbaca jelas “Merlion”. Kantung mata tebal smooky-smooky emo gothic tapi ga kayak Gerard Way vokalisnya My Chemical Romance akibat semaleman download lagu beribu-ribu kb. Tapi lebih mirip kalong wewe filmnya Susana. Kalo inget ya mandi. Kalo enggak, yang penting disemprot cologne Natural Wonder rasa jambu biji alias Guava yang berbulan-bulan ga habis-habis padahal uda multifungsi jadi racun serangga. Sendal yang tiap hari gonta-ganti akibat malemnya setengah teler cabut dari posko sembarangan mengklaim sandal orang lain untuk dibawa pulang. Bahkan kadang-kadang salah menggondol trampoon (sepatu buat mendaki gunung es yang ujungnya ada blade-nya. red). Tapi yang ini lebay. Mana mungkin mata udah beratnya seton masih mau bongkar-bongkar lemari logistik buat nyari trampoon. Sarap kalo percaya!!

kira-kira gambarnya kayak gini….

zombie
zombir

Dari musim duren hingga musim kesemek saat dimana gw suda hampir lupa masalah Semeru, akhirnya gw mendapatkan invitation dari si maniak gunung alias Geri. Iya. Kerjaan dia memang suka menggauli dan mencabuli gunung dengan semena-mena. Lari-lari di sepanjang tanjakan sampe puncak!!! Sadis kan???!!! Dasar maniak!!!

“Now or Never, Semeru 23-27 Desember 2009”

Seandainya gw bisa memilih “or” maka dalam kamus translate gw itu adalah naik gunung nge-free alias pake porter. Tapi setidaknya harga diri gw sebagai seorang pecinta alam, bukan, tepatnya penikmat alam, merupakan hal yang sanagt tabu untuk memakai porter saat naik gunung (sebuah alibi yang elegan. Padahal alasan utamanya ga kuat bayar porter. Kakakakakak!!!)

HAri berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, tahun berganti abad. Tak terasa seabad telah berjalan. Lhah??? Ini kapan naik gunungnya??? Baiklah kita cukupkan ketidakfokusan yang makin ngaco ini. Ternyata di STAPALA tidak hanya kita saja yang punya rencana untuk ke Semeru. (kita=gw, isma, nest, geri). Dedengkot gunung hutan, sebut saja dia dosko, DOSa penuh resiKO (sumpah garing banget!!!) juga akan berangkat bulan ini. Mereka memilih untuk berangkat lebih awal dari kita. Inilah enaknya jadi pegawai negeri. Bisa ambil cuti tiap tahun. Dan berangkatlah mereka dengan 9 orang personel.

Singkat cerita, bagian riweuh dan segala kontrofersi yang membuat gaduh, kacau, porak, poranda dan frustasi akan disensor dari blog ini dikarenakan pihak terkait (baca=geri dan nest) sedang mengalami depresi hebat dan sampai saat ini masih berada di bawah pengawasan psikiater akibat mengatur skedul perjalanan Semeru yang superdupertrouble. Apalagi Nest yang mati-matian mempertahankan predikat “pria sejati”-nya ala Zu Ge Liang (baca blog nest

16 thoughts on “mahameru part I= amarah, perjalanan, dan harapan

  1. hahaa,,emang superduperlebay cerita lo dah,,
    tpi seru jg,,segera uplod lg lanjutannya dong
    hiburan di kantor neh ga ada kerjaan..

  2. aih,,aih,,
    nama ku disebut brp kali?
    bayar royalti!!!

    dan tolong tanggung jawab yan,,,warnet d makassar ini telah mengira saya gila,,krn tertawa sendiri d dpn komp…

    ditunggu part II nya…^^

  3. pak doski…
    hihihi
    ko tulisannya bukan dosko…
    takut ketauan yaaaaa
    hahahahah
    oke…
    lagi WIP ni….
    hohohohoho
    kantor lagi sibug…
    jadi mungkin agak lama….
    heeeeeeeee

  4. balesnya satu2 ah,,,,
    biar keliatan banyak komennya…
    heheheheh

    Gambrengku sayang….
    tokoh fenomenal di semeru part 1…
    hehehe

    oke bebiiiiiiiiii
    nanti aku tulis de skandal2 kamuuuu
    hihihhhihi

  5. geriii, nest, dan maa….
    jadi satu ya balesnyaaaa….
    hiihii

    kalian memang pantas untuk dihina2…
    karna lahir memnag untuk dihina…
    heheh
    piss…

    oke bebi…
    baca postingan and komen yang ayank ayank ku yaaaa….
    that’s vo ya all…..
    luv u….mmmuuuaaaccchhhh

  6. yahya…
    ups…
    masih banyak kok tulisan tentang kamu…
    tenang aja….
    thanks uda ngenalin aku blog…
    hm….
    tunggu aja postingan selanjutnya…
    pada kategori yang berbeda2…
    hahahahahah

  7. aha..begitu gue nyampe di gerbong paling belakang, gue liat satu wajah cina yang gue lupa lupa ingat tapi begitu kata STAPALA di kaos elakangnya, gue jadi inget dan ternyata dia juga masih mengenalku ketika ketemu di baduy 2008.
    hoho nice

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s