just 4shared

progo atas, pengarungan 30 titik STAPALA
progo atas, pengarungan 30 titik STAPALA

salam lestari..

dear all

buat para kakak-kakak panitia divisi arung jeram dan adek-adek yang mau dilatih arung jeram, berikut gw akan sedikit share pengalaman sebelum temen-temen nyemplung sungai. karna gw juga bukan siapa-siapa. gw bukan komeng atau qun2 si pendiri divisi, ataupun aji massaid si artis yang juga atlet, apalagi Julia Perez yang main Superboy (ga nyambung, abaikan).

arung jeram itu olah raga yang mahal.. ya memang..

arung jeram itu hobi yang berbahaya.. benar sekali..

arung jeram itu bla..bla.. bla..

lebih tepatnya gw akan share cerita tentang ketololan gw selama latian rafting kali ya. pasti kalian langsung nebak kalo orang itu adalah Geplak!!  iya, gw geplak, 820/SPA/2007 divisi arung jeram (lupa ga kenalan). siapa sih anak arung jeram yang lebih tolol daripada gw??!! makanya ga heran kalo gw beberapa kali kecelakaan pas latian.

SAFETY PROCEDURE

seharusnya gw beruntung sempat mengalami digojlog sama komeng yang serem, kobo yang muncrat2, cina yang tukang ngomel, teh gadis yang tegas, dan senior-senior yang begituan yang emang militan di bidang ini, gw ga bilang kalo sekarang uda ga militan loh. tapi tetep aja gw sempet cilaka dan itu mempertaruhkan nyawa gw. ketika itu gw selalu ngecek sebelum turun sungai untuk memastikanalat-alat lengkap, pelampung check, helm check, perahu check, dayung check… almost all is perfect..

tapi nyatanya di lapangan..

gw papalidan dan gw salah posisi. guys, yang namanya PAPALIDAN ALIAS RENANG JERAM ITU POSISINYA TELENTANG YA… dan gw malah DUDUK. walhasil jeram yang tingkat tiga itu gw lalui dengan selamat plus 8 jahitan di pantat.

see..

jangan sepelein meskipun itu ‘cuma’ sekedar renang jeram dan salah posisi. FOKUS. sungai tidak seramah danau, dude!!tapi bukan berarti juga lo bisa SEENAKNYA nyepelein danau dan menganggap bahwa latian di danau itu sebagai “ngarung yang tidak sebenarnya”. sombong sekali.  (no offense)

next..

bayangkan ketika lo habis shoping alias nge-mall dan ujug-ujug terjun ke sungai, tanpa persiapan. ya, begitulah yang terjadi 10 bulan yang lalu. saat itu seperti biasa, sebelum terjun ke sungai gw check kelengkapan dan safety procedure.

helm? check!

pelampung? check!

perahu? check!

dayung? check!

sendal? hmmm.. yoweslah njepit saja.. lengkap dengan tali rafianya yang berumbai-rumbai.. kan gw abis ngemol, ga bawalah sendal gunung begituan..

debit air begitu besar, melihat air yang jatuh di bawah jembatan bikin adrenalin makin tak karuan. walhasil terkencing-kencing numpang di warung sebelah dianter Bopil. well, OOT.

dan lanjutannya, lo bisa baca di sini.

singkatnya, gw hanyut TUJUH KILO. mending kalo arusnya sedamai cisadane bawah pas bulan mei, ini udah coklat, keruh, jahat pulak.

walhasil timbul tenggelam keluar masuk dari hole satu ke hole yang lain. tabrak sana-taarak sini. alhamdulilah selamat. cuma dua gigi depan yang fraktur dan dua braket behel saya ilang :). kaki juga tak karuan memarnya, mulai dari pangkal paha sampe bawah lutut hitem semua (bukannya gw emang item, tapi karena memar), dan telapak kaki juga memar tak karuan.

well, dari sini kita bisa belajar.

1. masalah safety procedure personal dulu, dilihat lukanya, sekita mulut dan kaki, itu memang daerah yang tidak memakai pengaman ekstra. alhamdulilah gw masih pake pelampung tebel yang ada tulisan SPA nya dan bantalan kepala di belakangnya, serta helm yang kenceng alias ga kedodoran. Tau dong bedanya pelampung laut dan pelampung sungai. sedangkan kaki gw, aduhai amburadul. coba kalo gw pake sendal atau sepatu yang safety, minimal yang merk eiger atau sepatu kayak punya ijuk, mungkin tidak separah waktu itu. jadi gw merekomendasikan untuk TIDAK MEMAKAI SENDAL JEPIT SAAT ARUNG JERAM. saya tidak peduli harganya, ga bisa beli ya pinjem, asal pas dan kenceng loh yaa.. kalo ga pake, mending ga ngarung. that’s why rafting itu olahraga yang mahal. jadi gw ga akan segan2 untuk ngomel kalo gw terjun langsung ke lapangan dan gw liat masih ada yang njepit (semoga aja gw masih deket jakarta pas mabim ntar).

2. untuk safety procedure tim. jangan ngaco untuk ngarung single boat. haduh istilahnya apa sih yang perahu beriringan??? jadi minimal gunakan dua perahu untuk terjun ke sungai. kita tidak mengharapkan terjadi sesuatu yang buruk sih pas ngarung, cuma jika memang harus begitu, setidaknya satu perahu yang lain sebagai “tim rescue”. itu yang terjadi pas gw hanyut. kita cuma satu perahu.

thats it..

sekian. maaf kalo sok teu, kalo mau nambah silahkan, atau mengoreksi.

tengs..

salam jeram!!

Advertisements

6 thoughts on “just 4shared

    1. huakakakakak
      dasur pak doskiiii
      hadeh dirimuu
      mungkin itu kesempatan terakhirku pak,
      setelah gempa tahun 2006 dan hanyut tahun ini…
      hmmmmm
      *mulai mikir

  1. ngarung beriringan namanya river running.
    wuh 7 km, perlu nih ntar mabim di cisadane, siswa suruh berenang aja dari start ke finish poin (hehehehe bercanda).
    mantabz mbak.

  2. waduh searching tentang cisadane,yg muncul anak stapala smua…kakak2 saya pacul 13siswa 2011…senang rasanya ngbaca crita kakak2…makasih kakak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s