antiklimaks

Malam ini dengan diiringi tivi dari bus kami nonton bareng semifinal AFF leg 2. Tak peduli gambar yang bergoyang2 seiring dengan turbulensi yang kami rasakan di dalam bus perjalanan kembali ke jakarta. Baru saja riuh teriakan menggema setelah gonzales menjebol gawang kiper ganteng pilipina. Para lelaki ribut komentar permainannya, dan kami para cewek sibuk memuji pemain naturalisasi filipina yang ganteng2. Ah.. Itu pelatih macam john mayer saja. Lebih pantas jadi artis ketimbang pelatih timnas.

Beberapa teman tak kalah asik dengan televisi genggam ala hp cina yang canggih. Tak peduli layar terlalu sempit untuk menikmati tampannya duo younghusband (iyalah, temen gw cowok)…

Sementara di belakang seakan beda dimensi tak terpengaruh oleh sorak sorai para maniak bola, terkapar dengan mata terpejam masyuk dengan bunga tidur masing-masing. Dan lagi-lagi aku ngeblog dengan blekberiku yang tinggal segaris baterainya.

Iya, ini catatan tanpa klimaks. Maka aku tak peduli bagaimana memikirkan untuk antiklimaksnya.

Iya, ini hanya untuk reminder, bahwa kamu salah satu pemain bola terbaik yang pernah kukenal. Maka aku tak bosan selalu menemanimu bermain bola ataupun futsal.

Sudahlah. Sampai sini saja. Toh ini catatan tanpa klimaks.

19 desember 2010
Bus anyer-jakarta

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s