jogja

Ya..
Aku berada dalam kereta menuju jogja.. Kereta senja utama malam ini sedikit riuh. Beberapa membiarkan tubuhnya tergolek di bawah tak peduli tak punya tiket. Berbekal diplomasi untuk bernegosiasi dengan masinis tiap ada pemeriksaan.
Alunan deru roda besi bergesekan dengan rel begitu merdu malam ini. Lain halnya kalau tiap pagii metromini yang kutumpangi terpaksa berhenti tiap ada kereta lewat. Bah!! Tidak mengerti potongan gaji di depan mata kalau aku terlambat..
Aku tidak tau ini sugesti atau efek dari perasaan rindu yang meluap. Ya, aku rindu kampungku dengan segala yang ada di sana. Bau tanah basah tiap kali hujan. Suara kambing bersahutan. Suara adzan di surau dengan speaker bervolume maksimal lengkap dengan suara pecahnya. Teriakan anak-anak kampung berceloteh riang memamerkan jumlah botol air mineral yang berhasil mereka kumpulkan. Sego kucing dengan porsi nasi secuil lengkap dengan ikan teri bonus rasa nyaman dan aman.

Ah..
Rindu rasanya…

Si ular besi kembali melaju. Dua orang lelaki muda mulai mengambil tempat duduk di lantai samping tempat dudukku. Yang satu memakai kupluk abu-abu dan clana jeans punk dan satunya lagi berpenampilan retro dengan jaket hitam bergaris putih serta kacamata hitam yang sengaja dipasangkan tegak pada kepala. Ah, macam kereta ekonomi saja ini. Mentang-mentang memonopoli pasar perkeretaapian, manusia tak dimanusiakan.
Penjual nasi mulai dari nasi goreng, nasi rames, nasi rendang, nasi ayam bakar berlalu lalang mengusik kenyamanan dua lelaki muda yang duduk di sampingku. Si pemuda berkupluk mulai asik dengan hp cina qwerty nya. Mengabarkan ke mamanya di rumah kalau kereta sudah melaju. Oh bukaaaannn.. Aku salaaahhhh… Bukan untuk ibunya di rumah… Tapi untuk istrinya di jogja sana… Pasangan yang amat nelia Knapa aku tau?? Ya, karna dia mengetik tepat di bawahku dan kebetulan aku mengitipnya. Hehe..
Isi sms nya kurang lebih seperti ini:

“Udah ma..

Kalo lancar papa sampai sana jam 7”

Well, mama-papa
Ayah-bunda
Mami-papi

Entah memang sudah berkeluarga atau julukan pasangan muda ababil jaman sekarang yang sedang bergelora macam kopaja adu kecepatan.. Suara doang yang ribut, tapi kecepatan standar..

7-8 jam lagi mungkin aku akan tiba di jogja.. Ah tak sabar rasanya. Bertemu ibu, sanak keluarga, tetangga, sahabat, dan semua kenangan yang ada di sana..

Mata pun mulai bermassa, semakin berat. Persendian jari juga mulai protes cenat cenut sedari tadi mengetik dari keypad  yang super mini. See you all.. Sampai bertemu d jogja esok hariii

“…. suasana Jogjaaaa …”

Senja utama jogja saat senja sudah hilang sedari tadi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s