halo jakarta!!!

Malam ini seperti 2 malam sebelum malam ini (bingung), aku kembali duduk dalam kereta senja utama solo yang akan membawaku kembali ke jakarta. Sebenarnya sejak awal kereta ini berangkat aku sudah larut dalam bunga tidur, tapi di tengah malamnya entah kenapa menjadi terbangun sampai saat ini. Ah tidak penting membicarakan hal ini. Hehe.. Hanya saja aku harus mengumpulkan nyali yang tersisa untuk menghadapi kenyataan bahwa besok adalah hari SENIN!!! Alamaaaakkk….

Well, ada beberapa hal yang membuatku tergelitik untuk menulis blog malam ini. Pertama, situasi gerbong yang sunyi karna semua penghuninya yang sudah terlelap. Kedua, aku tak punya kerjaan alias menganggur dan belum kembali mengantuk juga. Ketiga, laporan pantauan mata yang menurutku cukup unik untuk dishare. Hihihii..

Selidik punya selidik, aku adalah penghuni gerbong 3 kereta senja utama solo paling cantik malam ini. Ya,semua penumpang ternyata berjenis kelamin pria dengan kisaran usia diatas 30an tahun ke atas. Rata-rata mereka gendut dan berperut buncit. Aku tidak main fisik looooohhh. Sekali lagi, hanya laporan selayang pandang. Heheheh..

Aku tidak berhenti terkikik-kikik ketika kulihat ternyata ritme (apa deh) duduk di gerbong ini seirama. Tempat duduk yang seharusnya untuk 2 orang di set demikian rupa selang seling, seorang duduk di bangku sambil selonjoran, seorang lagi menggelar koran di bawahnya tidur selonjoran juga sehingga kedua penumpang bisa mengambil posisi terlentang (duh, kayak ngomongin posisi apa aja). Semuanya seperti itu, mungkin hanya bagian tempat dudukku saja yang tidak seirama dan satu suara.

kembali bibirku tak bisa berhenti tersenyum (karna situasi tak memungkinkan aku untuk ngakak) ketika bapak-bapak yang duduk di sampingku terkantuk-kantuk dengan kepala yang terantuk-antuk, dan uniknya, seirama dengan dengkuran bapak-bapak sebrang. Hell yeah, berada di tkp langsung jauh lebih kocak ketimbang sebatas laporan semata, karena keterbatasan kosa kata dan diksi yang tepat.

Tiap orang dan pedagang yang masuk ke dalam gerbong dibuatnya berjinjit-jinjit melompat-lompat tiap jasad yang malang melintang pada jalan setapak satu-satunya di dalam gerbong. Dan ini adalah kali ketiga kereta ini berhenti dalam kurun waktu yang lumayan lama sehingga membuatku mati gaya. Tanpa kamera, tanpa headset, tanpa laptop, dan sialnya, tanpa sinyal (lengkap penderitaanku).
Membuka bbm tidak ada yang bisa diajak chating, buka twitter ga bisa posting, buka facebook juga bosan liat postingan orang-orang sudah pada expired. Ya iyaalaaahhh, kan ga ada sinyaaalll (tepok jidat).

Dan keretapun kembali melajuuu…

Membawaku ke tanah perantauan. Demi mancari sesuap nasi. Komplit dengan bau pesing toilet yang sriwing-sriwing sedari tadi.

Halo jakarta!
Kota idaman yang ternyata tidak nyaman.
Tempat lahirnya demokrasi tapi masih banyak hak yang dibui.
Kota yang berlimpah harapan, tapi miskin kesempatan.
Tempat menjamurnya kreativitas sekaligus kriminalitas.
Kota yang konon sebagai arteri negeri ini yang segalanya diukur dengan materi.

“Pop mi.. Pop mi.. ”
Ahh.. Ternyata aku sudah meracau.. Untung ada tukang pop mi yang menyadarkanku.

Sekali lagi. Aku berteriak lantang.

HALO JAKARTA!!!

Aku tidak akan kalah oleh janji-janji muluk yang kau berikan!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s