untuk pria yang paling menyayangiku..

mungkin sekalipun kita bertemu tatap muka saat ini, saya hanya diam.. mengukir kata menyusun ungkapan terindah.. meskipun harus cukup puas hanya sempat membayangkan ..

Pak..

saya masih ingat betul jalanan depan sekolah berdebu berdiri teguh dengan skuter merah berkacamata hitam, warung mi ayam ujung pertigaan yang rasanya mirip soto ketimbang mi ayam, pohon beringin tepi jalan tiap pagi saat keringat mengucur sehabis lari pagi, pecel lele goreng kering sampe bunyi kriuk-kriuk, toko sepatu depan pasar yang nyari ukuran pasnya susah minta ampun..

dan pusara hijau lumut..

mungkin ini bukan sarana yang tepat sehingga semua orang bisa tau.. satu hal yang dulu mungkin tidak pernah sempat saya lakukan.. pertama dan terakhir kali saat kucium dahi yang masih hangat sebelum dingin dan kaku..

aku sayang bapak. kemarin, hari ini, esok, selamanya.. selalu..

trimakasih menjadi pria yang paling sayang padaku. pria yang luar biasa tangguh sekaligus lucu dan hangat.. titip salam buat Tuhan, semoga nanti kita berkumpul kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s