suatu pagi di bunaken

Laut yang terlihat dari ujung jendela Aston Manado pagi itu terlihat lebih indah. Pulau Bunaken serasa sejengkal dari kompleks Megamas. Saya dan Mbak Icha, Kepala Seksi saya, sudah siap berkemas lengkap dengan polesan sunblock yang membabi buta. We would sail to Bunaken!! Miapah??!! Lucky me, mendapatkan kesempatan jalan-jalan di ujung utara Pulau Sulawesi di sela-sela workshop.

Kota Menado itu mengingatkan saya dengan Aceh. Pantai menjadi pilihan sebagai tempat bercengkerama dengan kawan, sekedar makan jagung atau pisang goreng, atau  bahkan bisa disulap menjadi lokasi dugem dadakan (at least yang ini di Aceh ga ada :p).

Perut saya mendadak kenyang untuk sarapan. Ya, terkadang saya merasa seperti anak kecil yang terlalu excited saat akan pergi piknik atau terima rapot. Atau mungkin karna sisa ayam KFC semalem traktiran Roni, anak STAPALA masih berenang-renang bahagia bersama asam lambung. Saya memilih untuk menikmati semangkuk bubur menado (tetep aje makaaan). Tapi belom selesai satu suapan, saya ditelpon Mbak Rizky, anak BI, ngabarin kalo uda ditungu di lobi. Dan cuss… ga sempet babay babay sama bubur menado ..

Tak sampai 5 menit, sampai kami di dermaga. ternyata kapal-kapal disana on time, janjian jam 7, dan sebelum jam 7 mereka uda nongkrong. Daaann.. berangkatlah kami ke bunaken dengan riang gembira…

original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay

Sebenernya superduper pengen diving, tapi ga cukup waktu karna pesawat jam 3 sore. Lagian kalo misal diving minimal 24 jam ga boleh naik pesawat dulu. Akhirnya diputuskan snorkeling. Bunaken sudah sangat bagus untuk penyediaan alat, safety, asuransi, dan pemandu. Peminjaman alat dikenakan 150 ribu per pack, terdiri dari google, kaki katak, dan baju diving. Kami memutuskan untuk mengajak 3 orang pemandu, masing-masing 150 ribu. Untuk foto underwater, kami menghire seorang pemandu dengan membayar 350 ribu untuk 100 poto.

Kontur underwater bunaken tidak rata. Perbedaan gradiennya cukup signifikan. Kalo kata pemandu kami disebut palung. Kammi sempat diajak untuk menlongok palung  dan saya cuma bisa bilang WOW!! Gelap, dalam, dan ikan melimpaaahhh… indah misterius…

Akhirnya setelah 1,5 jam snorkeling, kami kembali ke pulau bunaken. Pulau bunaken tidak istiimewa. Pasirnya coklat. Tapi jangan tanya underwaternya. Kata teman yang dinas disana, spot bunaken tempat kami snorkeling ga ada apa2nya dibanding yang ada di lembeh atau beberapa spot bunaken yang lain. Okeh, kami sudah cukup puas dengan yang tak seberapa itu. hehehe… daaann kembalilah kami ke menado setelah belanja oleh-oleh yang kebanyakan adalah kaos. Maybe someday i’ll back. Belum sempat mengunjungi Tomohon dan pasarnya yang fenomenal, danau Linau yang romantis, dan Selat Lembeh yang kaya biota lautnya… InsyaAllah 🙂

original posted by superduperlebay
original posted by superduperlebay
Advertisements

One thought on “suatu pagi di bunaken

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s