melaka!

akhirnya.. sampai melaka juga…

perjalanan yang cukup menegangkan, dan selamat dari praktek trafficking.. fiuh..

Kami sampai Melaka Center sekitar pukul 12 malam.. Suasana masih ramai, tidak berbeda dengan terminal di Jakarta, begitu penumpang turun, langsung dikerubuti supir taksi dan para calo.. Karena sudah malam, akhirnya kami memutuskan untuk naik teksi atau taksi yang ga mau pake argo, mintanya RM 20 sampe hostel. Apa boleh buat, tak ada pilihan lain, padahal rencana awal mau naik bus yang cuma RM 2 T.T, busnya uda ga ada. Hebatnya si Pakcik tau loh pas kita nyebutin hostel kami, yaitu L’Armada. Hostel kecil di tepi Sungai Melaka. Daaannnn ternyata.. terminal-hostel tidak terlalu jauh.. fiuh.. sampe sana kami agak bingung, kok diturunin di depan ruko -.-a. Pas mencet bel, muncul mas-mas umur 20-30 tahun, postur pendek, hitam legam, kemungkinan keturunan india dravida-pribumi, berbahasa malay, dan sangaaat ramah.. dann gw lupa namanyaa..

si masboy uda sok akrab aja manggil dia ‘bang’. Ebuset, gw ga ngerti deh si orang itu, sebut saja si ‘black sweet’ ngerti apa ga panggilan bang itu artinya apaan. dia cekatan banget, nganter kami ke kamar.. yang ternyata ada di lantai 4!! hosh.. hosh.. Eeetapiii.. ternyata bersiiihhh loh dalemnya, homey banget.. daaan yang ppenting kamar mandinya ‘normal’, banyak airrr dan bersihhh.. (trauma sama singapore, mau cebok susah). Kebetulan barengan kami bule-bule yang.. err.. agak gembel yang kayaknya uda berbulan-bulan nginep situ.

karna capek, abis mandi gw langsung tepaaarrrrr….

Paginya langsung menyusun strategi. lokasi-lokasi wisata, nyomot peta, siapin amunisi dan logistik, dan segera mencari info tempat makan enak halal murah. Ohiya, lokasi hostel cukup strategis, cukup jalan kaki ke lokasi wisata, depannya masjid, deket tempat makan, pemandangan sungai melaka yang okeee, dan ga brisik.

Kami menemukan rumah makan 24 jam ini cukup mudah. Berawal dari kabar kalo mi tomyam dan canai malay itu legendaris, akhirnya tanya sama mbak-mbak circle K lokasi tempat jual sekitar situ. Rumah makan ini semi outdoor.. yang jualan keluarga india. yang beli lumayan ramai. pas lihat menunya, kami langsung order mee rebus :9 jus leci dan si masbroo tentu jus tomat Tak berapa lama pesanan datang.. dan jeng jengggg… tampilannya bikin ngileeerrr..

 kuah kari kental, telur dadar yang ikut disiram kuah, paprika, bakso ikan, dan semacam tahu yang lebut.. enaaakkkk… Unuk satu porsinya kalo ga salah RM 3,5 atau sekitar 15 ribu. Selain itu, untuk dessert, kami memesan roti canai pisang, oh well, kami lapar tingkat  galaksi bimasakti!! kalap jadinya.. Roti canai ini adonannya dicampur pisang, dengan kuah kari jagung.. zupperb enyaakk..

Kenyang, kami langsung bertekad bahwa selama di melaka, kami akan makan di rumah makan itu!! Kami tipe pasangan setia gitu looh.. dan kalo anjing pasti sudah kencing untuk tanda daerah kekuasaan kami.. hakhakhak.. Dan memang selama 2 hari di melaka, dari sarapan sampe makan malam kami di rumah makan ini. KAlau malam ada semacam layar trus pake lcd segala buat muter siaran televisi yang bisa dinikmati pengunjung. Modal banget ya, tapi kata masboy di aceh juga banyak entertaimen yang disediakan rumah macam semacam itu. Kebetulan pas malam gw nonton sinetronnya maalaysia, Gw sama masboy ngakak ngakak denger aksen melayu yang unik, ga menghina kok, cuma asing aja dengernya.

Lanjut jalan ke lokasi wisata.. Mostly Melaka itu terdiri dari wisata sejarah. Musium, monumen, musium lagi, monumen lagi.. hhehe.. tapi atmosfirnya memang enaaak skali. Damai..

menuju ke Melaka Heritage memang harus menyusurii Sungai Melaka yang jadi primadona jaman sejarah SD-SMA. Sungai yang bermuara di Selat Melaka ini merupakan jalur utama perdagangan jaman VOC berjaya. Jadi inget Bartholomeus Diaz, Vasco da Gama dan kawanannya.. Start komplek wisata sejarah ini ditandai dengan sebuah gereja yang sudah miring bangunannya, seperti menara pizza di itali yang bernama Church of  St. Francis Xavier.

Lokasi pertama yang kami kunjungi adalah kompleks bangunan sejarah berwarna merah, yaitu Christ Church dan Stadthuys yang merupakan museum dengan berbagai sejarah dan budaya di Melaka. Dari diorama yang ada, pengunjung dapat tahu bahwa di Melaka terdapat etnis yang heterogen sejak jaman dulu, yaitu etnis melayu, cina peranakan, india, dan portugis. Dan yang lucu adalah, gw menemukan istilah minyak nyong nyong disini.. hahaha..

Mauk musium disini harus bayar lagi, rata-rata sih RM 2. Lelah keliling musium kami mampir beli semacam es cendol seharga RM 2. Enak lumayan, ada campuran redbean, jagung manis, ketan hitam, agar-agar, dan cendol :9.

Selanjutnya kami lanjooot menyusuri musium-musium lainnya..

Satu hal yang ga boleh ketinggalan untuk dikunjungi adalah St. Paul Hill. Merupakan sebuah bangunan yang dulunya gereja yang berada di puncak bukit, yang kemudian menjadi kompleks pemakaman. Kurang tau pasti bangsa mana yang dikuburkan, tapi memang selain di dalam gereja itu, ada juga komplek dutch graveyard dengan nisan yang super jumbo. Saya jatuh cinta dengan bangunan St. Paul Hill ini, ada di puncak  bukit, depannya ada patung pastor yang tangannya copot karna usia patung yg sudah tua, kemudian batu-batu nisan yang hanya dijejer begitu saja dengan tulisan-tulisan biografi atau testimoni, dan ada semacam tempat untuk melempar koin keberuntungan. Saya ga tertarik nyoba sik, cuma ngintip-ngintip aja. Meskipun atmosfir di komplek bangunan ini mistis, pemandangan dari atas bukit tak kalah cantik karna kita bisa melihat pelabuhan melaka yang pernah berjaya menjadi pelabuhan utama di dunia dari atas. Di sepanjang tangga menuju bukit banyak seniman menjual lukisan bangunan-bangunan melaka dari berbagai sudut pandang.

Yang terakhir yang kami kunjungi dari rangkaian tur melaka ini adalah istana melaka yang mirip rumah-rumah adat di sumatera. Oh iya, di melaka sebenarnya ada menara Taming Sari untuk menikmati kota melaka dari atas. menara ini semacam wahana yang dapat berputar horisontal dan vertikal. Tapi saya ga naik, ga terlalu tertarik. hehehe…

Sepanjang perjalanan si masboy uda ketuularan orang sana, mulai meracau sok pake bahasa melayu yang kacau, trus nyanyi-nyanyi india. ternyata pas di bis ke melaka lagu-lagu india itu tidak bisa pergi meskipun dengerinnya sambil tidur! Danselama di perjalanan kami sempat mengcapture kata-kata yang unik dalam bahasa malay, cuma kok pas dicari-cari cuma ketemu 3 = ya.. misalnya, bus pariwisata itu=bas pesiaran, merk branded = berjenama, pekerjaan=kerja-kerja, alas kaki =  kasut, parkir = letak kereta, toilet = tandas. Dan berkali-kali masboy menyebutkan kata “mari menandas!”        -___-.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s