habis kuliah terbitlah nikah

Suatu hari saya pernah menulis di sebuah buku hijau dengan cover Harry Potter di tingkat 1 saat kuliah di STAN. Saat itu kira-kira satu tahun sebelum saya bertemu dengan trio Asu, Chory, dan Jabrik yang mengajarkan metode dont be affraid of your dreams. write it!. Saya mulai merasa butuh untuk merencanakan hidup saya sampai menikah. Dalam buku tersebut tertulis kira-kira seperti ini:

18 tahun – 21 tahun –> kuliah D3

21 tahun -23 tahun –> kerja

23 tahun – 25 tahun –> kuliah sambil kerja

25 tahun –> KAWIN!!

Dan kemudian saya lupa bersamaan dengan telah dibuangnya buku itu.. (DIBUANG LOH BUKAN HILANG)

Tujuh tahun setelahnya, saya dinyatakan LULUS sidang skripsi di UI, dan Sabtu 31 Agustus 2013 nanti saya diwisuda. Potongan-potongan ingatan berseliweran tentang tulisan itu. Dan saya mulai terkesima, AJAIB! Entah ini ada kaitan atau tidak, the law of attraction is work! Saya pikir salah satu inti pelajaran dalam buku The Secret itu merupakan salah satu teori yang membuktikan Hows Allah works.

Berabad-abad sebelum Rhonda Byrne menulis teori tersebut, Nabi Muhammad telah bersabda: Allah ta’ala berfirman

“Aku sesuai prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan bersamanya selama ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya maka Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku, jika ia mengingat-Ku dalam sekumpulan orang maka Aku akan mengingatnya dalam sekumpulan yang lebih baik dan lebih bagus darinya. Jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal maka Aku akan mendekat kepada-Nya satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta maka Aku akan mendekat kepadanya satu depa, dan jika ia mendatangi-Ku dengan berjalan maka Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Sama halnya dengan kata-kata Genta (saya lupa antara Juple atau Genta)  dalam novelnya 5 cm,

Taruh mimpi itu di sini, di dahi, dan letakkan 5 cm di depan mata. Biarkan dia menggantung mengambang 5 cm di depan kening kamu

In my opinion, ketika seseorang menggantungkan impian itu 5 cm di depan kening, maka insyaAllah, Allah akan memeluk dan ijabah atas impian itu, dengan tetap berpegang pada formula sukses sesuai perintah Allah, yaitu IKHTIAR dan TAWAKAL.

Kembali ke bahasan semula. Saya pikir my life is full of blessing. Mungkin secara beruntung sejak kecil saya dengar dari guru ngaji kalau kunci doa diijabah salah satunya doa orang tua, terutama IBU. IBU saya mungkin yang telah mengambil peran paling penting sehingga bisa dibilang hidup saya on track. Saya tidak pintar, tidak juga memiliki keistimewaan dan keahlian yang superior, tapi mungkin karna IBU lah yang membuat hidup saya selalu terasa istimewa.

Tepat di usia saya yang ke 25 lebih 44 hari, akhirnya ‘ijin menikah” telah berhasil saya kantongi (OH YESS!!). IBU selalu wanti-wanti kalau saya tidak boleh menikah sebelum lulus S1. Tanpa diberikan term & condition seperti itu pun sebenarnya saya juga sudah memiliki “pakem” yang harus dilakukan sebelum menikah. Suatu hari saat masih kelas 1 SMP (10 tahun sebelum saya kenal the Amazing Mentor. my coach), saya bersama dua orang teman SD dan kebetulan 1 SMP memiliki janji masing-masing. Saya berjanji akan menikah setelah kebutuhan papan dan kendaraan saya terpenuhi. Lagi-lagi terkadang janji itu menguap lupa. Dan beberapa kali pula setiap kali berkumpul kembali dengan  dua orang kawan itu, kami kembali terkikik dan saling mengingatkan.

Seiring dengan celotehan di sela-sela komunikasi kami yang terbatas, salah satu mimpi saya itu terwujud. Dari sini saya belajar, jadilah teman seperti togog dan mbilung. Mereka adalah tokoh pewayangan yang mengabdi pada Kurawa, namun selalu mengingatkan majikannya yang lalim untuk kembali ke jalan yang benar (ETAPI SAYA BUKAN KURAWA SIH YA), meskipun pada akhirnya tetap tidak berhasil. Berbagilah mimpi dengan sahabat dan saling mendoakan serta mengingatkan mimpi masing-masing.

Beberapa bulan ke depan saya akan menikah. Alhamdulillah (masih ada yang khilaf). Setelah dapat ijazah, dapet ijab sah (YEAY!). Menapaki kehidupan baru yang saya tau pasti akan lebih banyak kewajiban baru dan pengalaman baru yang akan saya jalani. Beberapa bulan terakhir saya lebih rajin blogwalking ke wedding blog orang-orang yang notabene sangat antusias dengan segala persiapan dan printilannya. Hal tersebut sangat membantu loh, secara saya ini kuper, jadi informasi ya terbatas kecuali dari internet itu. Pengen sih beberapa kali akan memposting beberapa persiapan kawin, biar mainstream gitu, biar keliatan beneran mau kawin.. Tapi masalahnya, persiapan saya BELUM NGAPA-NGAPAIN.. HAHAHAHA.. (sebenarnya panik). But positively wedding blog is truly helpfulJadi kapan-kapan (kalo ga males) saya akan posting progress nikah saya (CIEEEE). HAHAHAHA, gilak gw mau kawin!!! (unbelievable)

So, tidak ada yang membanggakan sih, hanya sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas nikmat yang saya peroleh selama ini. Kalau dalam diagram Maslow, perjalanan saya masih merangkak dari hirarki paling bawah. Namun seperti filosofi Oprah Winfrey “be thankful of what you have, you’ll end up having more. if concentrate of what you dont have, you will never, ever have enough“. FIGHTING!

Advertisements

5 thoughts on “habis kuliah terbitlah nikah

  1. @tweenie makasiiii… ayooo nyusuuull.. prewed in aku doongg
    hehehehe

    @ve AMINNNN… ayo ayo segera nyusul.. kuliah apa kabar ve?? LULUS biar segera KAWIN!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s