fajar kelabu

saya suka pagi yang mendung. bukan dalam artian konotasi. semilir angin, sedikit gemuruh, dan tanah yang basah. kabut larut terasa merah jambu. embun pucuk menyesap butiran ranting. geliat kota tak beranjak dari malas. menyenangkan.

cuaca malas. karna saya pemalas. enggan beringsut buaian kasur bergaris cokelat. apalagi semenjak diserang mual hebat dua bulan lamanya. makin malas lah, tapi semangat. percikan keran terkekeh saat menyentuh dingin wajah. subuh menjadi lebih bergelora.

mendung di pagi buta. selalu berhasil membuat mata terpejam. membayangkan sawah, bau rumput, deras aliran kali, dan riuh daun gugur. rindu kampung halaman. mungkin sudah muak, dengan ibukota. tak ada ramah, kesabaran pudar. lelah. tapi janganlah, senyum saja. cukup ciptakan teduh mendung di pagi sendiri. setiap hari.

18 weeks my bejo.. peneduh pagi Ibu setiap hari 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s