Puasa.. tapi Hamil..

Mungkin hal ini telah menjadi polemik ibu-ibu hamil ya, termasuk saya yang memang baru pertama hamil hehe. Menjelang bulan ramadhan kemaren ada perasaan kuatir dan ragu, apakah ibu hamil sebaiknya puasa atau tidak. Sempat bertanya dengan orang-orang kantor, teman, saudara, tapi saya tidak puas dengan jawaban yang kebanyakan menyarankan untuk membayar fidyah daripada puasa. Bukan, bukan karena saya sok kuat, tapi saya butuh kepastian dasar, dalil, alasan, di samping alasan kedokteran (ciyeh).

Kemudian akhirnya saya mencoba bertanya dengan seorang kakak kelas SMA yang memang berpengalaman telah hamil 3 kali, dan mengerti di bidang akademik dan agama, yaitu kakak Hertin. Ketiga anak kak Hertin dan Bang Deddi ini semuanya cakep-cakep dan soleh solehah (insyaAllah ya Kaak..). Siapa yang ga kepengen coba punya anak seperti mereka. Maka dari itu, saya mencoba bertanya, apakah ibu hamil sebaiknya puasa atau tidak.

Jawaban kakak satu ini sudah dapat diduga, pasti lain. Tanpa ragu beliau bercerita bahwa beliau berpuasa ketika hamil ketiga anaknya. Bahkan untuk makin memperkuat keyakinan dan semangat, beliau tag di path tulisan di blognya (sini). Senaaang rasanya.

Menurut beliau, dalam Quran surat Al-Baqarah ayat 184 memberikan keringanan2 untuk tidak berpuasa bagi orang yang sakit, dalam perjalanan, serta bagi yang berat menjalankannya. Sebagian ahli tafsir mengartikannya sbg orang yang sakit berat, sangat tua, dan perempuan2 yang hamil dan menyusui. Ayat ini jg menyebutkan secara garis besar mekanisme penggantiannya. Ini adalah ayat yg menunjukkan lembutnya Allah. Dia menciptakan kita sehingga tahu persis bagaimana memberi pagar2 keringanan. Namun di ujung ayat yg sama, Allah menutupnya dengan kata2: “…dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. Artinya, betuuul ada keringanan, namun berpuasa itu tetap lebih baik.. Atas keyakinan ini dan dalam rangka mengejar keberkahan yg dijanjikan, saya niatkan lah untuk tetap berpuasa, seperti halnya yang telah dilakukan Kak Hertin.

Rasanya senang sekali dan memiliki semangat baru bahwa puasa insyaAllah tidak akan berpengaruh terhadap janin asal kita tetap memperhatikan asupan gizi ketika berbuka dan sahur. Hanya memindahkan waktu makan dari biasanya saja. Kak Hertin juga bercerita bahwa beliau berpuasa saat hamil ketiga anaknya, dan Alhamdulillah tidak ada anaknya yang kekurangan berat badan. Tentu saja puasanya tdk boleh ngasal. Sahurnya harus bergizi. Asupannya dikontrol. Selesai tarawih, sebisa mgkn ada nutrisi lg yang masuk, sehingga urusannya menjadi memutar jam makan, bukan mengurangi makan. InsyaAllah, kalau kita ridho pada Allah, anak di dalam rahim kita juga akan dilindungi.

Hari berikutnya saya mencoba bertanya dengan salah satu kawan yang sedang melanjutkan kuliah spesialis kandungan. Dia bilang ibu hamil tidak masalah berpuasa. Begitu juga minggu berikutnya saat visit dokter kandungan, dokter saya tidak melarang jika saya ingin berpuasa. Senang rasanyaaa.. Dengan catatan seperti kata Kak Hertin, semua ada rulesnya. Pastikan kondisi fisik Ibu dan kandungan smeua sehat, dan jangan sampai memaksakan diri. Kalau sudah merasa ada tanda-tanda  badan dingin, atau diare, atau melihat orang lain berbayang..mungkin kita hipotensi, hipoglikemi, atau dehidrasi, sebaiknya segera dibatalkan, dan dapat diganti di lain waktu.

Tidak berhenti sampai di situ godaan puasa orang hamil. Sudah dapat dipastikan bahwa banyak pro kontra di lingkungan kita. Namun saya berpegang teguh bahwa asal suami mengizinkan, the show must go on, dan alhamdulillah suami sangat mendukung. Bahkan seluruh keluarga termasuk mertua juga mendukung. Justru komplain datang dari teman-teman di sekitar kita, yang kuatir sama bayinya begini dan begitu. Setiap hari saya berusaha untuk menebalkan kuping. Ambil positifnya saja, bahwa rekan-rekan sekitar kita sangat sayang sehingga sangat kuatir dengan kondisi kita.

Alhamdulillah akhirnya ramadhan kali ini berjalan lancar, meski sempat membatalkan puasa karena diare. Dan alhamdulillah tiap periksa kandungan semua kondisi debay normal. Semoga jadi anak soleh ya dek, dan sehat selalu. Jadi untuk ibu-ibu hamil, jangan ragu jika kondisi ibu sehat, dan kondisi kandungan sehat untuk berpuasa ramadhan, tapi jangan lupa konsultasi ke dokter dulu yaa dan ingat rulesnya… Semangaat..

IMG_0981 IMG_0959 IMG_0956

*malah ngepost makanan-makanan.. haha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s