Hallooo E-Ping

20150208_052753

Seriap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya kan. Apapun itu, semua orang tua yang waras, pasti akan berusaha mati-matian untuk hal tersebut. Ehem, ini sih sebenernya saya bikin benteng dulu sebelum di judge. Hahahaha. The art of GREATWALL!

Memasuki dunia per-emak-emak-an, semakin riuh dan penuh judgemental. Lalu curhat. Lalu emosi. Table flip.

Cerita berawal dari setelah melahirkan Keenan. Saat itu masih di rumah sakit. Sudah pernah diceritain kan kalau Keenan ga mau nenen. Iya, GAK MAU! Dan, sampai sekarang dia hampir satu tahun. Rasanya? Seperti ditolak, dicampakkan, dihempaskan, dibinasakan. Pret. Tapi itu dulu. Sekarang, atau tepatnya sejak Keenan umur 2 bulan, sudah bisa menerima dan menikmati “peran” ini. Toh sebenarnya itu semua terjadi karna salah saya sendiri, kenapa dulu ga telaten, kenapa malah kasih botol ke anak, kenapa.. kenapaa.. dan kenapa. Kalau diturutin yang ada saya sutris, naudzubillah.

E-ping itu apa sih? itu adalah singkatan dari Exclusive pumPING alias kondisi dimana seorang ibu yang memberikan ASI kepada anaknya dengan cara pumping (rianpedia.red). Ya, selama 11 bulan 3 minggu ini saya selalu pumping setiap hari. Everytime, everywhere, and everyoccasion. Pompa ASI sudah seperti karib yang selalu dibawa kemanapun pergi. Kenapa saya pumping? Apakah karena anak ditinggal ditinggal di rumah orang tua sehingga tidak bisa bertemu setiap hari? Tidak, tidak pernah satu malampun saya tidak tidur bersama anak saya. Keenan ada di rumah, dan setiap hari kami bertemu.

Lalu kenapa harus eping? Kenapa tidak nenen langsung? Kenapa milih jalan repot gitu? Iya, itu yang sudah sangat sering saya dengar dari mulut kebanyakan orang. Awalnya saya lelah, lama-lama matirasa. Jadi memang alasan orang untuk memutuskan eping itu bermacam-macam, antara lain:

  1. ibu dan anak terpaksa harus pisah dan berjarak mungkin bisa ratusan kilo. Sering dengar kan pejuang ASI yang setiap minggu bahkan setiap bulan harus kirim ASI bekudemi mengASIkan anaknya. Nah, saya juga punya teman yang seperti itu di Birth Club. Dia seorang dokter yang harus tugas di Padang, sedangkan dengan suatu alasan, anaknya harus tetap tinggal di Jakarta. Setiap minggu dia kirim ASInya ke Jakarta. Hebat kan teknologi jaman sekarang. ASI tetap sampai ke tujuan dengan kondisi yang baik, meski tetap ada cerita suka duka dibaliknya. Kalian luaar biasaaa!!
  2. puting luka saat anak belajar latch on, pain tolerance ibu rendah sehingga memutuskan untuk eping saja. Ini juga terjadi pada teman saya, sebut saja ibu Kunti, ketika belajar latch on, putingnya bernanah, dia tak sanggup, akhirnya eping.
  3. anak tidak mau nenen. Alasannya sebenarnya banyak, bisa karena belum bisa latch on yang baik, bisa juga karena alasan medis. Maka inilah yang terjadi pada saya. DItambah sayanya ga telaten untuk melatih Keenan latch on yang baik, terus malah keenakan merahd an pake botol.

Apapun itu alasannya, saya tidak peduli.Persamaan kami satu, kami tetap keras kepala untuk tetap berusaha memberikan ASI pada anak , apapun halangannya. Dan kemudian teriak “I’M SPARTAAAANNNNN!!!!”. Setiap orang berhak memilih jalannya masing-masing selama tidak membahayakan baik anak maupun ibunya *nah kan mulai defense lagi haha. Lagipula eping ini tak kalah melelahkan dibanding nenenin langsung loh, justru perlu komitmen dan kerja yang lebih ekstra dari berbagai hal. Kalau boleh memilih, saya yakin bahwa ibu-ibu yang eping lebih menginginkan menyusui secara langsung. Kenapa kerja lebih ekstra, alasannya adalah sebagai berikut:

  1. Kita harus komit untuk teratur melakukan pumping supaya produksi ASI tetap konsisten. Penelitian menyebutkan bahwa mengASI anak lewat pompa akan lebih cepat “habis” dibanding disusukan langsung. Ya, it scared! Itu jadi semacam momok buat kami, saya sih tepatnya. Ada satu teman yang bilang bahwa eping itu ibarat ngelihat anak lewat foto, bisa lihat tapi ga bisa pegang langsung. Dulu awal-awal saya pumping 2 jam sekali, ya pagi siang sore malam. Bisa kebayang betapa mata panda nyaaa, ditambah puting ledes hahahaha. Sekarang masih kok pumping tengah malem, cuma udah ga 2 jam sekali, kecuali lagi power pumping. Kalau menyusui langsung kan enak banget ya, sekali anak “ngek” tinggal jel.
  2. Kita harus effort banget untuk menjaga bonding dengan anak. Skin to skin kami mungkin tidak akan sebanyak ibu yang menyusui langsung. Apalagi untuk yang terpisah jarak ruang dan waktu. Syedih, tapi harus berjuang! Ini satu momok besar juga buat saya. Saya bekerja 13 jam setiap harinya. Pagi berangkat kadang anak masih tidur. Malam pulang, anak sudah pasti tidur. Hiks. Dan kebetulan ART saya yang dulu posesif sekali sama anak, sampe akses saya ke anak aja suka susah sendiri. *jadi inget utang cerita balada ART ya. Maka mulai lebai lah saya, mulai emosi, mulai suka ngamuk-ngamuk ga jelas. Tapi yakinlah, jika kita mau berusaha, Allah pasti kasih jalan.

Lalu bagaimana dengan stok ASIP? Alhamdulillah masih ada stok, meski tidak cetar membahana. Saya sempat memiliki stok 200an  botol dan plastik. Tapi sejak Keenan 8 bulan, produksi ASI mulai menurun begitu juga dengan stok ASIP. Lalu tips apa saja yang bisa saya share selama hampir satu tahun ini ikrib sama pompa ASI? Lets cekidot!

  1. sebelum memutuskan e-ping kecuali memang anak jauh, usahakan dengan sekuat tenaga untuk relaktasi dan menyusui langsung, jadikan e-ping sebagia pilihan paling paling akhir.
  2. jika telah memutuskan e-ping, siapkan penutup kuping  hehe. Tidak perlu take it seriously dengan apa yang orang katakan. Tetap dengarkan, siapa tau memang ada benarnya. Tapi jika memang ada yang tidak pas di hati, let it go aja.. let it gooo.. let it gooo *sambil lari-lari ala Elsa.
  3. Siapkan juga kacamata kuda. Tetap fokus dengan tujuan kita. Rumput tetangga memang selalu terlihat hijau. Tiap lihat ibu yang dengan nikmatnya nyusuin anak itu.. sakitnya tuh di sini *nunjuk mata *sepet tiap tengah malem musti pumping.
  4. Keep your mind. Selalu memagari diri agar selalu dapat melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang. Intinya sih kita harus memanage pikiran dan mood supaya tetap happy. Happy kan pawangnya hormon oksitosin yang bikin ASI deres. Ya saya tahu, tingkat sutris ibu-ibu e-ping cenderung mengkhawatirkan *ngacung. Tapi jangan sampe terlena lho ya, terus sutris, kemudian edan. Bahaya.
  5. Para suami jangan pernah lelah untuk mensupport istrinya yang e-ping ya. Inget, ini ibu-ibunya udah kaki di kepala kepala di kaki biar anak kalian makan loh, jadi jangan cuek. Apalagi kalau istri lagi down banget, entah karena capek, atau karena ada masalah yang mengganggu pikiran. Tolong kesediaannya menyisihkan uang untuk belanja ekstra supaya istrinya happy kembali *siul siul. Beneran loh bapak-bapak, daripada beli sufor yang setiap bulannya bisa habis jutaan, mending beliin tas kate spade (KW9) kaannn..
  6. Jangan stres dengan kuantitas. Saya tahu setiap hasil pompa seret, duh dunia runtuh. Ya kaan.. yakaann.. Tetap pasang target, tapi kalo saya pribadi, ga perlu yang muluk-muluk idealis kompetitif dan ofensif. Selaauw aja, ASI itu rejeki masing-masing, insyaAllah kalo rejeki anak kita ya ga bakal kemana-mana. Misal, awalnya target s1 ASIX, lanjut s2, terus pasti udah mulai mpot-mpotan, target jadi 18 bulan, begitu terus, jadi kita tetap punya motivasi, alhamdulillah sampai 2 tahun.
  7. Disiplin dan konsisten. Duh jadi ibu eping kok tuntutan integritas nya ngalah-ngalahin di tempat kerja. Hehehe.. Ya ini sih pilihan, pengen anaknya tetap ngASI atau ga. Saya pribadi akan berjuang jungkir balik mati-matian meski mata pedes dan kadang tidur sambil duduk dan tangan pegang pompa. Bukan apa-apa maak, sufor mahaaall. 😀
  8. Ketahuilan, 6 bulan pertama adalah masa deres-deresnya ASI. Maka mulailah pandai-pandai untuk memanage ASIP dengan baik. Saya sampe sekarang memang masih jungkir balik buat tetep mompa. Tapi tidak semelimpah dulu (tetap syukuri dong maah). MAka, “menabunglah” ASI dari 6 bulan pertama.
  9. ASI itu tidak se-fragile yang kita pikir. Ada tips memanage ASI, bagaimana menyajikan dalam botol bla bla bla. SAya mungkin menjadi orang yang paling ga patuh dengan aturan ini. ASIP di suhu ruangan lebih dari 4 jam? sering. Sisa ASIP yang tidak diminum bayi dibuang? Sayang dong maah. ASIP ini bener-bener saya eman-eman, asal ga berubah bau, berubah warna, dan berubah rasa. Selama satu tahun belakangan ini alhamdulillah Keenan tidak kenapa-kenapa. Lagipula, ketika saya berdiskusi dengan teman-teman birth club, salah satu teman yang juga dokter bilang bahwa bayi itu pintar, selama mereka mau mimik, maka insyaAllah ASIP tersebut aman.
  10. Panda-pandailah mengatur waktu untuk tetap menjaga bonding dengan anak. Jangan pernah lelah dan menyerah. Bonding dengan anak adalah hal yang sangat pantas untuk diperjuangkan. Kalau inget perjuangan saya untuk mendapatkan hati Keenan selama 9 bulan itu, diwarnai dengan kelabilan emosi tingkat tinggi. Hehehehe. Punya ART yang posesif dengan anak yangmenyebabkan bonding kita dengan anak menjadi gagal, mending cari lagi hahaha. Tapi percayalah, anak kita pasti bakal notice, mana ibunya, mana pembantunya, insyaAllah. Jangan kuatir. Kalau kata mbak Anna pas seminar brestfeeding bilang bahwa untuk menjalin bonding dengan anak, tertawalah bersama-sama dengan anak, jangan pernah menertawakan anak. Habiskan waktu weekend ketika kita tidak bekerja untuk mencurahkan segala waktu untuk anak. Setelah Keenan berumur hampir 1 tahun ini, saya usahakan untuk jalan-jalan keluar dengan Keenan untuk membangun bonding dengan quality time.

Nah mamas, kurang lebih pengalaman saya selama 1 tahun kurang 1 minggu ini menjadi mama eping. Lelah? Iya. Frustasi? Sering. Bahagia? Jangan ditanya, ngalah-ngalahin rasanya ditembak gebetan senengnya tiap lihat anak sehat dan ceria (cie). Jangan pernah berputus asa dan tetap semangat mamas!! Mooah..

Advertisements

4 thoughts on “Hallooo E-Ping

  1. apapun pilihannya… seorang ibu pasti ingin memberikan yang terbaik. there is always a different story in every parenting style 🙂
    tetap semangat, rian… btw sukaaa dgn theme blog-nya. clean!

    1. haaaks.. dikunjungi blogger kece femes
      makasih teh, TUM bener-bener support aku banget banget selama ini. Artikel-artikel dan forum-forumnya ga pernah judge ini anu inu yang bikin makin sutreess.. Makasih teh Ninit makasih TUM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s