6 Hal Terpenting

23483801479_fe6a8c0aff_z

Akhirnya pertama kali post foto di TUM dong. Hahaha. Ini kalo ga “terpaksa” karena ngincer hadiah dari Photo Contest peringatan 6 tahun The Urban Mama, ga bakal sesemangat ini bikin akun Yahoo, terus sign up Flickr, dan kayaknya bakal sering posting foto deeh di TUM, muahahahahah. Jiwa spammer banget.

Lalu kemudian saya mulai bingung, apa saja yang bakal saya pilih menjadi 6 hal terpenting dan bikin happy dalam hidup saya. Sampe ditulis di buku rapat di sela-sela rapat. Ya ampun. Terus akhirnya saya dapat wangsit, kira-kira apa saja 6 hal terpenting versi saya. Yang jelas 6 hal tersebut saya pilih dari beribu hal (cie) karena paling banyak “mengena” dan menjadi milestone dalam hidup saya. Uhuk.

1. keluarga
Family come First!
Keluarga, terutama Ibu saya adalah sosok yang menerima kita apa adanya dengan tulus, tanpa pamrih, tanpa syarat, dan tanpa batas waktu. Meski Alm. Bapak dan Ibu saya bukanlah orang tua yang berada, tapi saya tahu bahwa selalu ada nama saya dalam setiap doanya, keriangan saya dalam setiap peluhnya, dan bayangan keberhasilan saya dalam setiap air matanya. Kakak perempuan saya satu-satunya, meski ketika itu masih kuliah, saya tahu dia bekerja di sela waktu senggangnya supaya saya bisa beli tas dan sepatu baru. Suami saya yang bekerja di ujung barat Indonesia, saya tahu betapa beratnya harus menabung rindu dan menelan getir ketika anak sakit namun tidak bisa mendampingi. Anak saya, meski masih kecil, saya tahu, dia lah yang membuat saya belajar arti ketulusan, memaafkan, dan kejujuran.

2. doa
Karena doa adalah komunikasi kita kepada Tuhan. Karena pertolongan Tuhan sedekat kening dengan tempat sujud. Dalam setiap ucapan doalah kita menjadi orang yang berpasrah sekaligus optimis, meminta sekaligus berterimakasih, menangis sedih sekaligus lega. Melalui doa yang tulus jugalah, hal paling mudah yang dapat kita beri untuk membantu. Karena mungkin dari doa juga yang terucap dari orang lainlah keberhasilan saat ini dapat kita capai.

3. buku
Saya ingat betul, ketika saya masih kelas 1 SD, saya sedang sangat senang membaca, namun orang tua belum cukup mampu untuk membelikan buku bacaan. Beruntunglah saya karena pemerintah memiliki program perpustakan keliling di tempat saya tinggal. Saat itu perpustakaan keliling hanya datang 2 minggu sekali. Setiap hari selasa 2 minggu sekali, saya dan banyak bocah di lingkungan saya sudah setia menunggu datangnya bus berwarna biru muda tersebut sembari mencari buah asam yang berjatuhan. Terkadang perpustakaan keliling tersebut datang 1 bulan sekali. Kalau sudah begitu, saya selalu meminjam buku-buku dongeng yang tebal supaya tidak kehabisan bahan bacaan.
Saat saya kelas 5 SD, saya sempat diberi warisan majalah anak-anak oleh sepupu. Saat itu cukup banyak. Saat itulah saya membuka perpustakaan kecil-kecilan untuk anak-anak kampung saya. Mereka boleh meminjam dengan biaya gratis asal tidak membawanya pulang. Namun hal tersebut tidak berjalan lama karena majalah-majalah tersebut satu per satu mulai hilang hehe.
Saat ini, kondisi finansial saya sudah lumayan. Saya bahkan bisa membeli buku baru di toko buku terkenal lebih dari 1 buku tiap bulannya. Bahkan sesekali saya membeli buku impor. Saya menghargai setiap buku yang dapat saya beli. Namun sayangnya, sampai saat ini saya belum dapat mewujudkan impian saya untuk membuka perpustakaan sepeti yang pernah saya lakukan saat saya kecil. Tapi jika ada yang tertarik dan mau pinjam buku saya, boleh banget loh! For freee! Hihi.

4. belajar
Saya tahu, saya bukanlah orang yang rajin belajar. Namun, suatu ketika saya dihadapkan oleh keadaan yang menuntut diri saya sendiri untuk rajin belajar. Hal tersebut ada alasannya. Saat SMA, biaya sekolah saya telah dibiayai oleh seorang orang tua asuh yang baik hati. Dari situlah saya berusaha melampaui limit saya sendiri untuk dapat memberikan yang terbaik supaya tidak mengecewakan orang yang telah mengorbankan beberapa puluh juta rupiah uangnya untuk membiayai anak belasan tahun yang tidak dia kenal agar tetap dapat melanjutkan sekolah.
Sampai saat ini hal tersebut sangat membekas. Setidaknya saya akan selalu belajar untuk dapat memberikan karya terbaik bagi masyarakat dan memberi manfaat.

5. link/komunitas
Dari link/komunitas ini jugalah yang mengantarkan saya sampai menjadi saat ini. Saya tidak bilang bahwa saya telah sukses besar, namun apa yang telah saya capai saat ini adalah pencapaian yang besar dalam hidup saya. Saya bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik, hebat, optimis, dan memberikan input positif dalam hidup saya. Saya berawal dari anak ndeso, ingusan, dan kuper. Dari link/komunitas alumni sekolah, kegiatan kampus, dan salah satunya the Urban Mama inilah yang membuat saya berubah dan membuka mata dan pikiran saya menjadi lebih lebar. Saya selalu berusaha untuk dapat menjaga silaturahmi dengan link/komunitas tersebut, semoga dapat memberikan feedback juga memberikan manfaat.

6. pengabdian
Yang terakhir mungkin akan menjadi pencapaian terbesar saya dan masih dimulai dengan hal-hal kecil dan yang berada di sekitar kita. Karena selama ini saya besar dari sharing dan bantuan orang-orang baik, maka sudah waktunya saya yang mengabdi. Mengabdi juga salah satu wujud syukur saya atas bantuan dan pertolongan Tuhan selama ini. Saya sendiri juga senang jika melihat senyum orang karena koin 1000 rupiah kita, binar tatapan riang karena baju bekas yang kita kumpulkan, atau pekikan girang karena buku tulis dan pensil yang kita berikan. Saya sendiri pernah berada di posisi mereka saat gempa Yogya 2006, saya begitu senang memilih-milih baju bekas layak pakai, hati bergejolak melihat selimut-selimut tebal yang bersih drop-drop an dari PMI, atau ikut berlarian  saat melihat kardus-kardus mie instan dilempar dari heli.

Jadi mari kita sedikit mengobrol di balik posting dalam rangka mengincar stroller Greentom Up Classic senilai Rp 3,300,000 ini (AMIIIIN Ya Allah). Saya udah niat banget pokoknya harus ikut kontes TUM ini. Apapun kendalanya, ga peduli menang apa kagak. Karena doing nothing itu lebih menyakitnkan daripada sudah mencoba tapi ga kepilih *masih dalam rangka sakit hati ga submit foto di acara Philips. HUAHAHAHAHAHA.

Dan saya mulai mikir gambar apa saja yang mau saya masukkan. Akhirnya saya niat awalnya mau ngasih semua corporate identity TUM di setiap fotonya. Tapi terus bingung untuk kategori “pengabdian. Akhirnya saya menyerah hahaha untuk kategori ini, saya memilih foto saat saya charity di sekolah Kak Oki. Akhirnya mulai jam 9 malam, iya JAM SEMBILAN MALAM, saya mulai jeprat jepret, gedabrukan, sampai Mbak Papi bengong saya lagi ngapain. Setelahnya saya mulai bikin akun Yahoo dan Flickr T.T. Dan kemudian saya mulai upload foto. Dari sinilah masalah muncul. Berkali-kali saya  upload kok keterangan di layar HP bilangnya not found. Mulai stres. Hari mulai berganti. Ayam jago mulai berkokok. Saya mulai keringet dingin. Sementara Keenan mulai ihak ihik. Dan akhirnya saya iseng cek Photostream saya. Ealaaah, ternyata saya sudah ngepost sampe 6 kali potonya -__-.

Masalah selanjutnya muncul saat saya bingung bbcode insert gambarnya. Duh, nasib gaptek. Akhirnya saya perhatikkan dengan seksama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Terus preview post. Dan gambar saya muncul. Terharuuu T.T.

Baiklah. Yang pasti, SELAMAT ULANG TAHUN KE ENAM THE URBAN MAMA!! Semoga semakin jaya di darat, laut, dan udara!!

Advertisements

3 thoughts on “6 Hal Terpenting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s