Resep : Getuk Pisang

Hm.. lagi homesick berat nih. Hawanya pengen makan makanan dari kampung (emang doyang makan kali, Yan!). Mulai dari pengen lotek, tahu guling, kripik sagu, bakpia, kripik alot, kripik belut, semarandhana, sampai akhirnya ngiler gethuk (ini pengen apa kemaruk sih).

Suatu ketika saya berbelanja di pasar mau beli ikan dengan mengajak Mbak Papi dan #KeenanIbrahim. Sayangnya ikan gurami dan mujair yang mau saya beli kok out of stock *halah. Yah, namanya juga ibu-ibu kan ya, ga ada satu komoditi, komoditi lainnya pun dibabat. Malah kalap beli telur, mulai dari telur ayam negri, telur ayam kampung, sampai telur puyuh. Setelahnya belanja bumbu anu ini inu. Saat akan pulang, mata seya mrepet ke dagangan pisang kepok kuning yang melambai-lambai minta diangkut. Seketika itu juga radar masak-masak saya langsung ON! Padahal masih bingung mau dimasak apa. Nah loh! Sekali lagi, namanya juga Eboo-eboo!

Maka terjadilah tawar menawar sadis antara saya dengan si Pak Haji Penjual Pisang (PHPP).

R (Rian): Pak Haji, ini berapa ya *sambil nunjuk sesisir pisang kepok yang paling gemuk-gemuk

PHPP: 25 rebu neng

R: *pura-pura syok* Haduu, meuni mahal pisan atuh *masih tetap sambil pegang pegang pisang gemuk-gemuk, modus banget.

PHPP: Ya udaah, kalo mau yang rada murah ini nih *sambil nunjuk pisang yang kurus kering bopeng-bopeng. Ini 15 rebu.

R: *jiwa ibu-ibu buat nawar sadis mulai muncul. 15 rebu aja atuh Pak Haji. *masih tetep kekeuh sambil tetep ngekepin si pisang gemuk-gemuk.

PHPP: *muka tetep lempeng. Ga, ga bisa. Ini soalnya pisang bagus, kepok kuning! *sambil ngegulung rafia.

R: *mulai gondok. Dih, kok mahaaall.

PHPP: *nyuekin.

R: kurangin dong Pak Haji.

PHPP: *tetep DIEM!

R: *Akhirnya nyerah akibat udah jatuh hati sama pisang-pisang gemuk segemuk jari-jari Sisca Suwitomo.

Akhirnya tawar menawar sadis dimenangkan Pak Haji Penjual Pisang. Hiks.

Sampe rumah, barulah saya kepikiran untuk membuat getuk pisang, karna pisang goreng terlalu mainstream. Hohoho. Malam itu malam senin, tanda liburan panjang telah usai. Yang lain lagi sedih curhat sana sini karna besok mulai kerja, saya lagi hebring ngulek-ngulek pisang rebus.

*yang bagian kiri panampakan sebelum dikukus, bagian kanan after dikukus.

Bahan Getuk Pisang:

  • 500 gram pisang kepok kuning (pisang ini disarankan banget karena rasanya yang paling oke dibanding pisang lain saat diolah menjadi masakan)
  • 100 gr tepung beras
  • 50 gr tepung tapioka (alias aci, alias kanji)
  • gula (selera, saya ga pake sama sekali, asal pisang sudah benar-benar matang, rasanya sudah maknyos manisnya)
  • garam (selera, ini saya juga ga pake)
  • 50 ml santan

Cara membuat:

  1. Rebus pisang sekulit-kulitnya sampai empuk.
  2. Kupas kulitnya dan haluskan denagn menggunakan garpu, kalau ngerebusnya udah empuk dan emang pisangnya udah mateng betul, prosesi “ngebejek-bejek” pisang dengan garpu ini sangatlah mudah.
  3. Setelah pisang halus, masukkan tepung beras dan tepung tapioka perlahan-lahan sambil diuleni. Setelah tercampur, masukkan santan. Aduk lagi sampai kalis.
  4. Atur dalam pinggan tahan panas, kukus selama 20 menit.

Getuk pisang ini dapat awet 3 hari dengan rasa yang tetap yummy jika disimpan di dalam kulkas. Belum sampai 3 hari kalo di tempat saya mah udah ludes duluan hehehe.

Selamat mencoba!!

Advertisements

One thought on “Resep : Getuk Pisang

  1. Mbaak..resepe tak simpen… Soalnya suka dibawain bapakku pisang, tapi bingung mau diapain lagi. Ini gethuk pisang kalo orang jual dibungkus kaya lontong itu ya…. Kalo beli, berasa main petak umpet. Pisangnya sembunyi, ga ketemu-ketemu hehhe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s