Resolusi Sehat: Mari Kembali Olah Raga!

photo (1)

Bagi sebagian besar yang kenal saya saat kerja, sudah pasti melihat saya adalah orang yang SANGAT MALAS berolah raga. Tapi, sebenarnya (aih, klarifikasi), YA EMANG BENER SIH, saya males. Sekian. :’) — emoticon andalan Tasha.

Ga seru deh, kalo postingan blog saya tanpa bumbu curcol. YA KAN?! (hobi hina kok bangga). Jadi jaman SMA, saya rajin banget olahraga (karena kepepet). Tiap hari ada jadwal olahraga, mulai dari senam pagi, lari pagi, sampai renang. Tiap semesteran ada tes samaptanya yang selalu diawali dengan berak-berak tak berkesudahan saking nervesnya (phew). Kemudian kuliah, saya sok kuat ikutan kegiatan Pecinta Alam, yang tes masuknya pake lari-lari kayak orang kesetanan keliling kampus sampe mampus. Ya, tapi konsekuensinya karna pas waktu itu saya ‘kesentuh’ sama olahraga ya berat badan saya lebih ‘terkontrol’ meski belum bisa dikatakan langsing (hiks).

Dan kemudian saya masuk kerja, dunia begitu indah, MAKAN-TIDUR-MAKAN-TIDUR-FOYA FOYA dan kemudian punya anak (cencu saja dengan menikah terlebih dahulu ya kakaaa), sampai suatu ketika suami saya yang pada dasarnya kalem-ga-banyak-komen-dan-ga-pelit buka suara “Bek, kok PERUTNYA LUBER-LUBER” preketeeeekk!! *dunia mulai kiamat *burung berputar-putar (di kepala) *otot muka mulai kencang, KARNA MALU! Baiklah sayang, saya sekarang tau kenapa beberapa bulan lalu dibeliin sepatu lari tanpa alasan, dan gw sendiri pun tak sadar disindir halus. KELAR!

Akhirnya, saya tidak sanggup dengan beban yang saya pikul (literally BEBAN ya, tusuk tusuk lemak perut). Akhirnya saya membulatkan tekad untuk meresolusi tahun ini, untuk olah raga. Tidak hanya untuk estetika doang, tapi juga biar SEHAT! Maka, kembali berolahraga setelah sekian abad vakum itu seperti membangunkan beruang yang habis hibernasi panjaaang (MACEM TAU BERUANG BANGUN TIDUR AJA YEE). Jika teman-teman berada dalam kondisi yang sama dengan saya, maka mari kita berpelukan sembari saling mengusap air mata *lalu Baim ngasah jarum pentul*. Akhirnya saya memutuskan untuk memilih olahraga lari karena 1. GRATIS 2. MURAH 3. GA PERLU BAYAR (ga jauh-jauh dari duit!). Ini beberapa tips yang mau kembali ‘berlari’ dari masalah, siapa tau menolong dan jadi makin semangat, sukur-sukur terus tergerak hatinya buat gabung sama komunitas lari (wuih!)

TEKAD

Sesungguhnya dari segala macam godaan terbesar adalah saat tekad tergoyahkan. Men, rumah saya (Bogor) jauh betul dari kantor (Jakarta). Saya berniat untuk lari pagi minimal 2 kali seminggu di lapangan dekat kantor. Saya adalah Commuter Line’s passenger yang setidaknya memakan waktu paling cepet 1,5 jam untuk sampai kantor. Sampai kantor saya harus nempelin jempol, naroh tas ke lantai 12, turun lagi, dan kemudian jalan menuju lapangan track lari. Jadi untuk mulai lari pagi pukul setengah 8, paling ga saya harus berangkat pukul setengah 6 dari rumah :’). Maka saya mau tidak mau harus invest TEKAD yang banyak dan besarrrr supaya komit untuk lari. Temen-temen inget-inget dan fokus aja sama goal ya. Pengen kurus, pengen sehat, pengen ga mendzolimi orang lain karna menuh-menuhin tempat duduk di kendaraan umum, pengen bikin suami seneng, pengen eksis, pengen bisa pake halter dress dengan lengan kencang antigombyor, atau seperti saya, pengen menaklukkan diri sendiri (aih matek banget kan!)

BUATLAH TARGET

Buatlah target yang jelas. Tidak perlu muluk-muluk, paling tidak ada peningkatan meski hanya sedikit. Peningkatan disini dalam hal waktu maupun jumlah milesnya yang dicapai. Biasakan konsisten untuk lari tapi ya, jangan meningkatkan miles dan waktu dari 15 menit menjadi 1 jam, tapi jadi jalan. Ga salah sih, toh jalan juga membakar kalori, tapi yakin deh, kalo kamu bisa LEBIH dari hanya sekadar jalan :’). Kalau saya (niatnya) nambah lap setiap 2 minggu sekali. Dua minggu pertama saya berhasil lari 5 laps, lalu 2 minggu berikutnya saya tambah 1 lap, kemudian 2 minggu berikutnya nambah 1 lap lagi, nanti lama-lama jadi bunny energizer :). Ada baiknya juga menginstal aplikasi untuk lari, untuk yang satu ini saya sudah sreg sama nike+ (meski sepatunya ga pake Nike *ngarep diendorse).

FOKUS KE KUALITAS BUKAN KUANTITAS

Awal-awal saya lari, semenjak punya anak, phase siput-galau-abis-sunat saking lambatnya. Berkali-kali di overlap sama opa-opa dan oma-oma (oke FINE!). Tak perlu gundah tak perlu sedih, lha wong opa oma nya itu tentara kok, yaaa wajar kan kalo di overlap (sungguh juara ngeles). Yang pasti saya kalo lari ‘merem’ fokus ke kualitas aja, ga peduli kayak keong buntet, yang penting konsisten. Dengarlah lagu-lagu kesayangan yang menemani sepanjang track lari. Atau bisa juga lari sambil menikmati suasana dan riuh sorak soray orang-orang lain yang sedang berolahraga juga. Kalau di track lari cuma sendiri, ya berdoa aja, siapa tau ditemuin jodoh :’).

SPORT OUTFIT

Nah, ini PENTING BANGET. Dulu-dulu saya tidak begitu peduli dan ga punya sama yang namanya sport outfit, sampai akhirnya saya menyusui dan merasakan ada sesuatu yang uncontrolable shake saat lari (hahaha bahasa gueee). Maka, mulailah saya mencari referensi sport bra yang support untuk lari. Akhirnya perburuan sport outfit pun dimulai. Sekali nyoba sport bra yang memang khusus untuk olah raga (beli di toko olahraga, bukan yang di tempat jual underwear), langsung ketagihan! Tidak ada lagi cerita lari keberatan ‘tentengan’ haha. Maka mulailah nyicil satu-satu. Suami kan udah beliin sepatu lari. Ini penting juga loh, karena sepatu olah raga dirancang khusus disesuaikan dengan kegunaan masing-masing. Saya punya beberapa sepatu olahraga, dan sepatu yang khusus untuk lari memang yang paling nampol kalo lari pake itu, yang lain berasa berat gitu. Lalu mulai lirik-lirik pants, kaos, jam tangan, dan berakhir ngelirik mas-mas sport stationnya *dikunyah Baim*. Yang pasti, menggunakan sport outfit itu, selain nambah pede, olahraga juga makin nyaman. Lagipula jadi makin keren juga kalo buat poto-poto.

PERTEMANAN SEHAT

Cie.. mirip hashtagnya @therealdisastr . Biar mirip Mbak Disast :’). Intinya sih carilah teman yang memang niat mau olah raga. Untungnya apa? Selain bisa olah raga barengan, paling ga ada reminder portable buat kamu biar konsisten lari. Apalagi yang bisa jadi rekan kamu adalah gebetan kamu, ah, pasti olahraga kamu menjadi menggairahkan (pret).

IKUTI EVENT OLAHRAGA

Supaya makin semangat dan konsisten, ikutilah event-event olahraga. Di event tersebut biasanya akan bertemu dengan banyak orang, yang kalau saya sendiri jadi bikin nambah semangat dan kenalan, sukur-sukur dapet kecengan baru juga ya jombloers. Mei ini ada event larinya Pocari Sweat, insyaAllah join dan sedang rutin latihan. Nah, kalo ada ‘pecut’nya gini kan olahraganya makin semangat!

Nah, teman-teman, itu tips ala (kadarnya) saya. Kalau teman-teman yang lain, ada tips lain ga?

Advertisements

8 thoughts on “Resolusi Sehat: Mari Kembali Olah Raga!

  1. akupun sport outfitnya masih seadanya, sport outfit jaman sekarang emang lucu-lucu siiihh. Mau nggak rajin olahragapun rasa-rasanya pengen punya yaaa.. Hehe. Mari semangat olaraga Maaaaak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s