Ngopi Cantik di Watt Coffee – Kwitang

20160202_115543

Masih inget kan postingan saya tentang cerita dalam secangkir kopi di sini? Jadi ceritanya suatu siang di tengah kebosanan melanda dan kebetulan tanggal muda, saya meng-iya-kan ajakan temen saya, Ronny (i spelled your named carefully and correctly ya madam!) untuk ngopi cantik di kafe ini. Awalnya saya agak surprise karna baru tahu ada kafe kece di tengah monotonnya Kwitang. Padahal sekitar awal Februari 2014 saya sempat sebulan ngekost daerah sana namun fakir tempat nongkrong dikala menabung rindu buat suami. UHUK! Maklumin ajaaa, waktu itu penganten baru, LDM-an pula. BHAY! Pasti yang diinget Kwitang itu ya toko buku yang berceceran di film AADC plus bonus scene Nicholas Saputra :’). Ya kan?!

Kafe tersebut letaknya tepat di samping toko buku Wali Sanga sebrangnya KPKNL Jakarta, dan agak menjorok masuk ke dalam, di balik pedagang dolar yang bertebaran. Saya berangkat dari kantor di Lapangan Banteng pukul 11.45 naik bajaj biru. Diturunin tepat di depan toko buku Wali Sanga 10 menit kemudian, ya karna saya kuatir kalo bilang Watt Coffee, sopirnya galau, yang ada saya bisa bisa di turunin di Pasar Senen Jaya karna ga percaya ada mbak-mbak yg stylenya kaya ibu-ibu-hobi-klayapan-di-tanah-abang sok ngopi cantik di kafe mahal *ndelosot hina*.

20160202_132607

Untuk mencapai pintu kafe ini cukup butuh perjuangan untuk mbak-mbak-agak-sedikit-berisi macem saya (ga deeeng, lebay!). Agak sedikit masuk dengan beberapa meja-kursi berpayung di bagian outdoornya bagi para smokers yang pengen ngopi sambil ngebul. Begitu saya dorong pintunya, HEY! Ada kejutan! Mata saya langsung terpaku pada sesosok ‘eyecatching’ di balik bar table. Hei hei syapa diaaaaaa~ *dipasangin kacamata kuda Baim*. Ummmm, rupanya dia adalah salah satu dedek-barista-emesh yang sedari beberapa waktu lalu dipamer-pamerin Ronny, sampe screen capture akun ig nya Watt Coffee segala! NIAT BANGET! KAWININ RON! KAWININ!! *sembari ndusel dibalik punggung barista* LOH! Ohiya, supaya tidak terjadi kesalah pahaman, temen saya Ronny ini wanita tulen ya gaes, namanya aja sedikit anomali (kaya nama sendiri ga anomali aja) :’)

20160202_120105
BA!

20160202_120048

Sebelum ke kafe ini, saya telah mengadakan survey kecil-kecilan dengan mencari info, menu apa yang recomended. Aih, kaco banget kan niatnya! Ya sebenernya sih biar ga nyesel aja, soalnya kan ngopi di kafe mahal sis! *pelit* Dari yang saya baca sih, menu yg rekomen itu green tea latte sama bread puddingnya (kalo ga salah, lupa dah). Namun rencana tinggal rencanaaa. Seperti impian kawin sama aa Adam Levine, namun jadinya sama babang Adam Jordan versi OEM (ampun suamiku yang baik hati), yang terjadi adalah etalase kue yang melompong, bikin melongo kuciwa deh! Yang tersisa adalah donat gendut dengan toping taro dan strawberry. Dengan sedikit mencelos, saya TETAP MEMESAN donat, karna lapar. KRAUK! Untuk minum, saya memutuskan untuk memilih si manis es coffee latte. Yang pasti kalau di kafe ini jangan harap ada makanan besar ya, macem nasi rendang, sate padang, atau soto. Kalau pengen makanan itu mending melipir ke warung padang aja terus minta bungkus, makan di kafe. Tapi saya ga jamin loh ya, anda pulang dengan selamat sekembalinya dari kafe karna kena semprot manajer kafe hihi (ah tapi baik baik kok kakak kakak Watt Coffee, ya kan Kak? *sok kenal*). Tapi saya sempat dapet bisikan kalo Watt Coffee biasanya juga menyediakan pizza yang rekomen dan perlu dicoba. Sayanya aja sih yang lagi apes, pas ga ada banyak pastrynya. Hiks.

20160202_115327 20160202_115522

Begitu masuk, customer akan disuguhi dengan industrial interior dengan nuansa remang-remang, namun classy. Ada beberapa titik meja yang ditatak apik sebagai pemanis ruangan, yang diatasnya tertata manis beberapa coffee maker, raw coffee, dan majalah-majalah. Yang saya seneng sih bagian post it wallnya, dimana customer atau siapa saja boleh nulis-nulis sesuka hati terus ditempel di dinding yang letaknya di samping table bar depan barista (sambil ngelaba baristanya :’)). Ada salah satu spot juga yang saya suka, yaitu di sofa yang belakangnya ada pipa-pipa gitu, industrialnya kental banget! Ada juga sudut dengan jendela kaca raksasa yang penerangan cahaya matahari penuh di siang hari, bikin makin kece kalo difoto.

IMG_214520160202_115411

Tak lama pesanan datang, Roni dan temannya pesan kenya coffee dan gayo coffee, errr, honestly saya tidak terlalu pandai ngincip kopi espreso ginian. Yang jelas pas incip sih ada sedikit rasa getir, namun tetap syedap, bisi langsung melek gitu deh! Haha, reviewnya cetek ya! Tapi kata Ronny yang ngelotok sama kopi, kopi di Watt Coffee juara, dibanding dengan kafe-kafe yang pernah dia coba sebelumnya (semoga kafe kamu maksud itu bukan warkop ya Ron :)). Dan sembari menyesap kopi, kami bercerita, tiada henti, sampai tahun pun berganti ~~~ HAHAHAHA. GA sih, tapi saking asiknya, sampe entah gigi saya kering ngakak-ngakak ga karuan. Barista pun sesekali datang menanyakan taste kopinya, menceritakan hal-hal ringan yang lucu, lalu berdiskusi sedikit tentang kopi. Seru deh! Disini letak istimewanya, jika datang ketika tidak terlalu ramai, baristanya tidak ragu untuk datengin meja, bicara dari hati-ke hati, pokoknya berasa personal dan spesial banget. Makanya bahaya bagi yang BAPER-an, mendingan ga usah kesini! :’)

20160202_131846 IMG_2144

Karna itu hari kerja, maka saya tidak bisa berlama-lama ngobrol sambil menikmati fasilitas wifinya yang masuk kategori lumayanlah-rada-kenceng. Ohiya, untuk urusan harga, standarlah dengan kafe-kafe pada umumnya, rada sedikit pricey sih (buat saya). Tapi kalau yang emang bener-bener pecinta kopi (item), kafe ini rekomen banget, karna cita rasa kopinya fresh, bisa request tingkat kekentalan (bisa minta light atau yang kentel macem tinta), atau bahkan kalo punya raw coffee, bisa nebeng buat ngegrinder (mihihihi), karna kata baristanya, untuk mendapatkan cita rasa kopi yang sempurna, didapat dari raw coffee yang fresh digrind langsung seduh. Selain urusan kopi, kafe ini juga banyak spot-spot foto yang instagramable banget! Saya aja sampe keliling ruangan saking banyaknya spot yang eyecatching dan minta untuk diabadikan. Gimana temen-temen, mau coba? :))

Advertisements

10 thoughts on “Ngopi Cantik di Watt Coffee – Kwitang

      1. Aih akika bukanlah hrd sesungguhnya. HRD aslinya ada, akuh hanya diperbantukan aja kok xixi. E sekarang tanggal 18 maret ya? Emmm benar2 sudah mendekati tgl tua nampaknya *kemiskinannya makin dibahas*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s