Ghostwriter, Apa Itu?

Pertama kali saya mendengar istilah ghostwriter, pikiran saya langsung tertuju pada sosok Nicholas Cage dengan kepala tengkorak mengendarai harley dengan efek api di jejaknya. Yaelah bro, ITU GHOSTRIDER KELEEUS!! Lha terus Ghostwriter itu panganan opo? Nganu ziz, apa semacam hantu yang lagi ikutan wajib belajar ya? KRIUK. MAS SAYA NYERAH *dadah dadah kamera*

Jadi istilah nyentrik ini pertama kali saya dengar dari grup arisan Blogger Perempuan, karena salah satu pemenang arisan bulan Maret 2016 periode kedua yang tak lain adalah Mbak Erlisa Karamoy, adalah seorang ghostwriter. IYA, SAYA KATROK BENER KAN. Sok ikutan grup blogger dan i’m totally zooonk, alias kosong, alias ga mudeng apa-apa. HAHAHAHAHA (tertawa kesetanan). Dan dengan modal sok tau akhirnya saya googling. Thank’s God, telah menciptakan manusia sebrilian Larry Page dan Sergey Bin (yang bikin saya ga keliatan bego-bego amat). Ternyata Ghostwriter menurut Wikipedia adalah “A ghostwriter is a writer who authors books, manuscripts, screenplays, scripts, articles, blog posts, stories, reports, whitepapers, or other texts that are officially credited to another person.”. Jadi gini ziz, ghostwriter itu semacam penulis, bisa penulis biografi, naskah, skrip, buku, film, dll yang menulis untuk kepentingan orang lain. Masih bingung? Jadi orang yang memiliki profesi itu nulis, tapi namanya tidak tercantum sebagai author. Masih ga mudeng juga? Ya biasanya sih si “orang lain” ini yang pegang copyright atas karya tersebut karena dia yang mendanai dan pemilik ide, si ghostwriter cukup puas mentok-mentok hanya dengan dicantumkan namanya di ucapan terimakasih saja. Makin bingung? Ya udah, sini saya anter ke tepi jurang. *kalem*

LHOH KOK GITU ZIZ? Melanggar HAKI doong. Ga kok ziz. Ini profesi resmi dan legal, serta tidak dianggap sebagai tindakan plagiat. Ghostwriting menjadi ilegal apabila sudah menyangkut hal akademis. Misal, bikinin skripsi, thesis, atau disertasi. Kalo itu kan sudah harga mati harus karya asli dong! Nah, kalo bisa dianalogikan itu, ghostwriter itu kayak arsitek. Misal kita yang sewa untuk custom bikin kitchen set, si arsitek bakal bikin sket, menentukan bahan, desain sesuai dengan keinginan dan budget kita, tapi tentu saja si arsitek urun rembug supaya kitchen set kita ini manis sesuai dengan konsep yang kita inginkan. Begitu juga ghostwriter, akan menulis sesuai dengan ide dan keinginan penguna jasa. Kebanyakan pengguna jasa ghostwriter ini adalah para politisi, public figure, pejabat, yang memang tidak punya banyak waktu untuk menulis. Thats why they hired ghostwriter.

Lalu apa enaknya jadi ghostwriter? Menurut penuturan Erlisa Karamoy yang disamping sebagai stay at home mom, punya side job sebagai ghostwritter (I adore you, madam!), sukanya sebagai ghostwriter itu:

  1. Dapet bayaran. Ya dong! Namanya juga profesi, tentunya sudah ada deal dahulu dengan pengguna jasa.
  2. Dapet banyak ilmu baru. Seiring dengan proses penulisan, tentu saja bakal banyak juga mencari referensi, maka makin kayalah khasanah pengetahuan (HAZEK!).
  3. Menambah kenalan dan link. Sukur-sukur direkomendasikan, dari mulut ke mulut, maka job sebagai ghostwriter semakin mengucur. Ah, siapa yang tidak senang. 🙂

Tapi, cencu saja hidup sebagai ghostwritter tak semulus itu, banyakan enaknya, susahnya juga ada loh ziz :’). Ini nih dukanya jadi ghostwriter versi Elisa Karamoy:

  1. Menghadapi karakter pengguna jasa itu gampang-gampang susah. Kadang gampang, banyakan susah (itu sih kalo saya aja kalik yang baperan! Hehe). Yang enak itu yang komunikasinya lancar, maunya apa jelas, apalagi bahannya udah ada, makin NYOSS! Tapi kadang ada juga yang cuma ngasih tema yang luas, ga spesifik olus susah dihubungi, berhari-hari ilang, dikirain udah beres, ga taunya minta banyak perbaikan, bahkan kadang nyaris bilang “hey, maksud gue tuh ga kayak gini”  (macem dosbing jaman lagi ngerjain skripsi :’), lalu KELAR HIDUP GUE).
  2. Tulisannya sampe mana-mana, terkenal, tapi bukan kita yang terkenal, apalagi ga punya hak untuk klaim (yang baper ini profesi bahaya ziz).

Hmmm… setelah tau profesi ghostwriter ini, apa kamu berminat?? Kalo aku siiih blablabla (isi sendiri, if you know me soooo wellll).

Advertisements

31 thoughts on “Ghostwriter, Apa Itu?

  1. hahahahha ngakak baca postingan ini. Kocak euy gaya bahasanya. Model2 begini yg bisa menceriakan hidup kita yg sudah berat ini (((((KITAA?))). Jadi dapat elmu baru soal ghostwriter mbak. Makasih udah sharing ini ya.

    1. HEJ!!! KAMUUUHH..
      aku juga sering ngakak baca postingan dirimu, mbak-Imelda-yang rajin-tiap-hari-ngepost! Sami sami mbak, tumben banget ya ada “isinya” blog aku HAHAHAHAHA..

    1. sangat berdedikasi ya mbak, Waduh, Mbak Susi siapanya Joko Bodo? KOK TAU SIH, ZIZ? Hahahaha. Hmm.. nganu mbak. Asal itu duit beneran dan yang ngasih job manusia betulan, boleh lah dicoba *MUREEEE.

  2. Kirain penulis hantu..yang cuma muncul di malam hari. Tak terlihat, tp bisa kita rasakan, dan kita dengar suaranya. Hihihihi…*sate 10 tusuk bang…

    Tapi keren lho profesi ini. Pasti mereka orangnya lembah manah. Lha legawa banget kalo tulisannya “diakuin” orang lain. Ya ga? Kalo saya ditawarin, mau sih (uangnyaaa), haha

  3. Hihihi suka deh tulisannya mbak Rian. Lucu. Kalau saya kayanya nggak cocok jadi ghostrider eh ghost writer, soalnya jadi nggak bisa pamer kalau tulisan itu punya saya, nggak bisa ditaruh di portofolio. Maklum, anaknya emang narsis sih.

    1. Samaaaaa!! Sesuai dengan REG [spasi] primbon, kalo saya lebih cocok kerja di gemerlapnya lampu (mercury pinggir jalan), terus selfie-selfie, terus upload ke socmed! Ga sanggup kalo ga tenar!! Hahahaha

  4. Setelah ada pembicaraan ini, yg rame2 di grup ngomogin Ghostwriter, aku jadi mikir lagi nih, hehehe…ternyata aku termasuk Ghostwriter, tapi aku gak nyadarin itu, yang penting aku bisa terus nulis dan dapet duit dr hasil nulis. *parah yak

    1. Kamooo kok keren sih mahmud abassss, bener bener multitalent!!! Oke, hidup itu memang pilihan, milih duit atau femes, kalo aku pilih duit dan femes sekaligus! *MARUK hahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s