Jangan Takut Main Di Luar!

Apakah anak kita sering main di luar?

Apakah mama khawatir jika anak sedang bermain di luar?

Apa yang mama khawatirkan? Tidak higienis? Kotor? Tidak aman? Panas? Hujan?

Tapi apakah mama tahu kalau ternyata bermain di luar itu banyak sekali manfaatnya? Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk mengikuti Parenting Club bersama Early Learning Center (ELC) di Function Hall Plaza Indonesia. Psikolog Ellen Susila, M.Psi menjabarkan secara gamblang manfaat anak bermain di luar. Menurutnya, pada dasarnya dunia anak adalah dunia bermain. Ketika anak bermain, anak merasa senang sehingga lebih mudah menyerap banyak hal di sekitarnya. Dengan bermain pula, anak mengeksplorasi, bereksperimen, meniru, dan melakukan penyesuaian.

Dalam talkshow yang digawangi oleh tim Kanmo Retail tersebut, Ellen menyebutkan manfaat bermain di luar antara lain

1.  MANFAAT KOGNITIF

• wawasan pengetahuan bertambah luas.

Dalam hal ini, dengan bermain di luar, dapat membantu anak membangun konsep dan pengetahuan. Misalnya, pengetahuan tentang pohon. Informasi tentang pohon ini awalnya didengar dari orang lain, mungkin dari orang tua, kakak, atau baby sitter. Yang mereka dengar adalah bahwa pohon itu memiliki batang yang kuat, daun, bunga, dan mungkin buah. Ketika di luar, anak akan observasi langsung dengan pohon tersebut, mencocokannya dengan informasi awal yang dia terima, sehingga membentuk konsep yang semakin lama semakin sempurna.

• membantu anak berpikir abstrak.

Kecenderungan anak belajar di kelas, akan berpikir konkrit. Bahwa 1+1 adalah sama dengan 2. Lalu bagaimana dengan volume balok? Atau bahkan volume rumah? Diperlukan kemampuan untuk membuat “sketsa” atau membayangkan seperti apa bentuknya, seberapa tinggi, atau bagaimana letaknya. Dengan bermain di luar, anak akan lebih banyak menemukan “imajinasi”.

• mendorong anak berpikir kreatif dalam memecahkan masalah

Sama halnya dengan berpikir abstrak, karena dengan bermain di luar akan lebih banyak objek yang dapat diamati oleh anak, maka anak akan semakin kreatif dan kritis dalam memecahkan masalah. Misalnya saat menyalakan air dengan keran atau selang, lakukan ekesperimen-eksperimen kecil. Apa yang akan terjadi ketika anak menutup lubang keran/selang? Seberapa tinggi anak dapat membuat semburan air? Bagaimana rasanya basah kuyup saat terguyur air? Perhatikan anak saat ia mendapat penemuan-penemuan baru tersebut, lalu diskusikan bersama anak.

• meningkatkan kemampuan berbahasa pada anak.

Semakin banyak objek yang ditemui, semakin banyak teman/orang yang dijumpa, maka dengan kemampuan otak anak yang seperti spons, maka akan semakin banyak juga koleksi vocabularynya. Yang penting, mama atau yang mendampingi tetap aktif mengajaknya berbicara dan mengajarkan.

2.  MANFAAT SOSIAL-EMOSI

• meningkatkan kompetensi sosial anak, interaksi sosial, kerjasama, dan kepedulian terhadap sesama.

Tentu saja dengan bermain di luar, kesempatan untuk bertemu dengan tetangga, teman, atau orang sekitar akan semakin besar. Anak mau tak mau akan berinteraksi. Berawal dari hal tersebut, anak akan belajar besosialisasi, sharing, teamwork, dan empati dengan orang lain.

• membantu anak mengekspresikan perasaannya

Dengan bermain di luar dan banyak bergerak, dapat melepaskan tekanan dan emosi anak baik sedih, kesal, ataupun marah, sehingga stres dapat berkurang. Siapa bilang anak kecil tidak bisa stres. Bisa. Namun sayangnya, orang tua kadang tidak menyadari kondisi stres tersebut, sehingga anak semakin merasa tertekan dan ia merasa bingung bagaimana harus mengungkapkan perasaannya. Jadi, setelah anak bercapek-capek sekolah atau kursus, cobalah ajak jalan-jalan sebentar di taman atau playground dekar komplek. Kita saja senang dan merasa fresh kan kalau jalan-jalan, begitu juga anak-anak.

3. MANFAAT FISIK

• anak lebih sehat karena terkena sinar matahari yang penting bagi kesehatan tulang anak.

Dengan catatan jalan-jalan keluarnya pas pagi hari ya, mama. Matahari masih hangat dan mengandung pro vitamin D. Bagi yang sedang flu atau alergi, sekaligus bisa menjadi terapi dan melegakan.

• anak belajar koordinasi motorik melalui permainan motorik kasar dan halus.

Anak akan cenderung lebih banyak melakukan aktivitas fisik ketika bermain di luar dibanding di dalam ruangan. Berlari, bermain bola, melompat-lompat, sehingga akan belajar mengontrol anggota tubuh, belajar keseimbangan, kelincahan, koordinasi mata dan tangan. Hal tersebut berperan penting dalam perkembangan otot gerak sehingga kemampuan motorik dan sensorik juga semakin meningkat karena adanya stimulasi.

Di samping 3 manfaat utama di atas, saat anak bermain di luar, ternyata memberikan stimulasi atau rangsangan pada indera anak. Stimulasi yang bekerja antara lain stimulasi visual, stimulasi pendengaran, stimulasi sentuhan (taktil), dan stimulasi kinestetik. Dalam penjelasannya, Ellen menyebutkan bahwa dampak positif lainnya dari bermain di luar adalah bila anak berkembang dengan fisik dan motorik yang baik, anak akan lebih percaya diri karena anak pegang kendali penuh terhadap apa yang dilakukan. Hal tersebut akan selaras dengan kreativitas dan konsentrasi yang lebih baik sehingga daya ingat anak juga akan meningkat.

Namun ketika bermain di luar, terdapat beberapa faktor yang perlu Mama perhatikan, antara lain:

  1. Perhatikan tahap perkembangan anak. Permainan untuk anak bayi tidak sama dengan anak yang lebih besar.
  2. Perhatikan juga faktor keamanan. Pastikan lingkungan aman dan tidak menyebatkan hal yang fatal bagi anak.
  3. Status kesehatan anak. Ketika bermain di luar, pastikan juga bahwa si kecil kondisi nya sedang fit karena apabila sedang tidak enak badan, dikhawatirkan justru memperburuk kondisi.

Perlu diperhatikan bahwa ruang hijau terutama di kota besar sudah mulai jarang, bukan berarti hal tersebut menghambat anak untuk dapat bermain di luar. Esensi utama bermain di luar adalah mengurangi penggunaan gadget pada anak. Bermain di teras rumahpun sudah dapat dikatakan dengan bermain di luar. Ellen juga menambahkan bahwa untuk Mama yang bekerja, jangan lupa untuk luangkan waktu setiap hari paling tidak 10 menit untuk mendampingi anak bermain, karena bonding yang dibangun antara anak dan orang tua saat bermain bersama tidak bisa dirapel pada 1 atau 2 hari. Yuk, Mama, ajak si kecil bermain di luar!

And the end of the day, your feet should be dirty, your hair messy, and your eyes sparkling. (Shanti)

Advertisements

One thought on “Jangan Takut Main Di Luar!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s