May The Confidence Be With You

Aku ga mau main sama kamu, kamu jelek ga kayak kakak kamu“.
Cantikan kakaknya daripada dia“.

Kalimat itu terucap dua puluh tahun lalu dari mulut seorang tetangga yang masih sebaya. Ya, sejak saya piyik saya sudah dihadapkan oleh krisis percaya diri yang luar biasa. Naturally, i was born as a sanguine. Tapi tidak diragukan bahwa dalam hati kecil saya bergejolak dengan kekecewaan besar akibat penolakan tersebut.

Hey! Masalah wajah ini kan defaultnya dari Tuhan, so whats wrong with me? Salah saya apa sampai tidak mau berteman? Apakah saya punya pilihan untuk menjadi cantik, mirip Audrey Hepburn atau Paramitha Rusady? Apakah memang selalu seperti itu nasib jadi orang tidak cantik?

Belum lagi ada celetukan “kamu ntar ga sukses, karna kamu ga secantik kakakmu“. Saya menangis. Luar biasa hebat ketika itu. Seriously? Iya. Shame on you, Rian.  Saya seperti orang tidak punya iman saat itu. Lalu Bapak saya yang sedang sakit ketika itu bilang “Hey, omongan manusia aja kok didengerin, percaya sama Allah, Ikhtiar, ikhtiar”.

Iya, saya dibesarkan di lingkungan yang seringkali membandingkan saya dengan kakak saya. Saya hidup di balik bayang-bayang kakak. Saya lelah, capek, muak, marah. Tapi entah kepada siapa. Saya hampir setiap hari menyesalkan, kenapa kulit saya gelap, bibir saya tebal, rambut saya kasar, dan kaki kaki yang pendek. Saya yang dari sononya ceria, hobi tertawa, berubah menjadi pemurung dan uring-uringan. It hurted me so deep.

Lalu ada suatu ketika, kalimat sakti itu muncul dari seseorang, yang amat dekat, yang selama ini membuat saya merasa terhempas, kakak saya. Suatu ketika dia bercerita dengan riang, tentang obrolannya dengan seorang guru di SMA nya.

Adik saya lebih pintar Pak dari saya“.

Satu kalimat itu seperti menghunjam saya. Malu. Kakak saya begitu tulus mengucapkannya. Tak perlu waktu lama untuk memunculkan kembali benih-benih kepercayaan diri yang selama ini tercabut paksa. Seketika keras hati saya mulai mencair, saya kembali mengais sisa sisa kebanggaan yang tenggelam.

Iya, selama ini saya terlalu fokus dengan omongan dari outer circle saya. Saya lupa kalau saya selalu juara kelas, saya lupa bahwa saya jadi ketua OSIS dan aktif di pramuka, saya lupa punya keluarga yang luar biasa hebat, yang tidak pernah berhenti mendukung dan menyayangi saya. Dan yang paling menampar adalah, saya lupa bahwa Allah tidak mengukur orang dari seberapa dia cantik. Saya lupa, “Sesungguhnya amal ibadah yang diterima Allah ialah dari orang yang bertaqwa“, (Q.S. Al Maidah:27).

Saya tertampar, keras sekali. Saya selama ini kalah, telak. Hanya karna omongan dan judgement orang. Saya malu, sama Allah, sama keluarga saya. Betapa saya mengabaikan kelebihan yang Allah amanahkan kepada saya.

hasil-tes

INVICIBLE.

Ini adalah hasil tes saya di quiz kepribadian yang ada di www.serioxyl-confidence.com saat ini Im full of confidence. Saya bangga menjadi diri saya sendiri dan tidak pernah menyesali apa yang ada dan telah terjadi pada diri saya.

in·vin·ci·ble
inˈvinsəb(ə)l/
adjective
adjective: invincible
     too powerful to be defeated or overcome.

img_4731

Bagaimana sekarang? Ya, saya masih selalu ingat peristiwa itu. Dimana setiap hari saya harus bersepeda sejauh 5 kilo untuk dapat bermain dengan teman yang mau menerima saya, apa adanya. Anak kecil nature-nya bermain, bukan. Bersyukur ketika itu jalanan masih aman, naik kendaraan apapun tidak takut ada orang jahat. Kalau kondisi seperti sekarang, mungkin orang tua saya tidak mengizinkan untuk keluar, bisa jadi saya tidak punya teman sama sekali.

And here I am now. I proved it. Saya diterima di sekolah favorit, yang notabene terbaik di Indonesia. Saya melanjutkan kuliah di kampus milik pemerintah yang termasuk dari segelintir orang yang berhasil lolos dari sekian ratus ribu orang. Saya bekerja di tempat dengan salary yang oke.
Lalu bagaimana supaya tetap percaya diri dan tidak kembali terjatuh karena sandungan krisis kepercayaan diri yang sama? Yang saya lalukan sekarang adalah, berterimakasih kepada Allah mengirimkan kakak yang jauh lebih cantik dengan saya. Bersyukur dipertemukan dengan orang-orang (yang sampai saat ini) nyinyir karna saya tidak cantik. Yang paling utama adalah selalu fokus dengan apa yang Tuhan amanahkan untuk kita, karena setiap manusia itu istimewa.
Saat ini, saya sudah punya keluarga kecil yang luar biasa. Mendedikasikan untuk saling mendukung dan memberi motivasi. We have life time contract untuk saling memberi dan berbagi energi positif. How much Allah has the best plan for us. Karena untuk naik kelas, harus ada ujian kan? 🙂
I faced my obstacles. And now, your turn ! 🙂
May the confidence be with you.

Advertisements

4 thoughts on “May The Confidence Be With You

  1. IDEM POLPOLAN IKI.
    tapih aku dibanding2kannya atas bawah yan, sama kakak dan adek #nasibanaktengahyangkatanyalebihjelek. semuanya ngomong. temanku. teman kakak. teman adek. tetangga. kerabat. fix krisis bangetlah. aku dulu sampe takut gak dapet jodoh, ga bisa nikah, saking merasa jeleknya.
    T_T lhawong teman aja gakpunyaaaaa. T_T
    curhat ya, boleh ya. pokoknya aku mau curhat.
    jaman smp-sma
    telpon tiap hari tiap jam berdering, nyariin kakak/adek. T_T bisa teman yg cuma gosip/curhat, atau gebetan yg naksir, atau ya emang pacar mereka. akuh baca komik sendiri.
    tiap liburan, ada rombongan teman kakak/adek ngajak maen. akuh sepedaan sendiri.
    akuh rela nyontekin semua orang pas ujian, rela ngerjain peer teman sekolah, rela ngerjain tugas kelompok sendirian, demi apa? demi punya teman. fiuuuuh
    sekarang? Alhamdulillah. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

    1. OOO ternyata kamu dulu baik karna ada maksudnya Ger?
      WAkakakaka salah fokus.
      Iyo Ger, disyukuri banget, saiki jih dibandingke sih, karna aku gendat hahaha..
      tapi wis ga mempan lah, udah laku ini mihihihihihi…
      SIni pelukkkkk muah

      1. iyalah aku baik2 sama kamu biar kamu mau temenan sama akuuu :*
        mosok iya akuh jahat sih samamu yg udah nemenin aku pas pingsan di blok m *pokoknyadibahasterusssss*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s