Tentang Sastra

Bukan..

Saya bukan mau bikin puisi. Cukup Rangga aja yang beratus purnama sampe keriting nulis puisi. Atau Cinta yang mendadak mutusin tunangan karna dapet line dari Rangga. Hmm.. tapi orang yang ‘keserempet’ unfinished bussines masa lalu terkadang  jadi kayak kesambet Chairil Anwar gitu ya — ATURAN PARAGRAF 1 (duile otoy).

Jadi begini..

Dulu.. Ketika surat pengampunan dosa masih lebih laris daripada endorse instagram, saya doyan nongkrong di perpustakaan. Padahal ya, penjaga perpustakaan saya jaman SMP itu galaknyaaaa.. Inget banget, namanya Jeng Bu Yayuk, pake kacamata tuebel, rambut ga pernah lebih dari kerah, dan kalo ada suara semut kesandung aja langsung keluar lirikan mautnya.

Saya mulai suka kata berirama sejak nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia saya selalu bagus (saya sengaja jumawa loh ini). Tentu saja interested di sastra melayu ya, kalau sastra inggris –> DIE! Mulai ngapal nama-nama pujangga dari Angkatan Pujangga Lama (Hamzah Fansuri, Syamsudin Pasai)  yang hits dengan pantun, gurindam, syair, dan hikayat, sampai dengan Angkatan reformasi (Sutardji Colzoum Bachri) yang suka nyeleneh puisinya. Belum, saya belum sempat kenalan sama Ayu Utami atau Djenar Maesa Ayu yang bikin saya makin tergila-gila dengan sastra Indonesia 6 tahun setelahnya. Menurut saya, makin mumet dan mblunder bermain kata, makin penasaran dan makin keren lah karya sastra seseorang (keinget Bilang FU yang tiap ngulang baca, berubah lagi presonifikasinya).

Duh, bahasan saya kok berat ya kali ini (seberat berat saya di timbangan).

Saya benar-benar menikmati setiap saya membuka kembali lembaran kecintaan saya pada sastra *maklum geng OTAK KANAN. Meski mentok sebagai penikmat, #akurapopo, bikin puisi bisanya pas lagi baper aja (kembali ke aturan paragraf 1). Butuh kondisi dengan tingkat kebaperan paripurna supaya olah katanya semakin menggila, pilihan setelahnya hanya dua — 1. lelah luar biasa 2. benar-benar menjadi gila. Segila cintaku padamu. HASYEK!

Seandainya saya menjadi ABG di tahun 2016 ini, mungkin search history saya bakal kebanyakan poetry-sastra-quote. Eh, yakin? KAYAKNYA SIH ENGGAK! Sekarang jamannya BLOGGER SAMA VLOGGER kali KAK! INI ERANYA AWKARIN SAMA ANYA GERALDINE GITU LOH! Embuhlah penampakan macam apa mereka ini, jadi alay jaman sekarang BERAT ya konsekuensinya. Kalo alay jaman tante ((tante)) dulu sih masih seputaran bikin tulisan campuran huruf-angka –> KEREN-PUOL-MESKI-MATA-JADI-SOMPLAK.

Lalu, sastra dan takdirlah yang mempertemukan saya dengan anak gadis (agak) masih ABG, si Dede Emesh (I wish) Aw(kar)in.  Kita ketemu karna sama2 mencintai kata di Arisan Blogger Perempuan. Nama lengkapnya sih Alifia Seftin Oktriwina. ABG goal gue banget nih, InsyaAllah ga keblinger sama GOAL-GOAL an yang entah maksud anak jaman sekarang itu apa. Meski masih muda (dibanding tante), tapi punya seabrek kegiatan positif yang kayaknya pas umur segitu, saya masih terjebak sama perputaran kata alias baper, baper yang menjurus ke alay. Ah, pokoknya gitu deh. GA KEREN BANGET saya waktu itu. Lucky you lah, Awin!

Awin aktif menjadi blogger-sedang proses skripsi-semampai-manis-gadis minang (kok berujung biro jodoh). Nama blognya La Belle et son Hijab (plis, jangan tanya artinya apa, hari gini udah ada google translate). Mata saya langsung stuck di biografinya yang bilang “Mencintai kata seperti mencintai kedua orang tuanya”. Sweet banget kaaan. Siap-siap, yang mau ngelamar jadi pacar harus siap dimadu sama puisi. Kebayang, ngedate di acara Kenduri Cintanya Emha Ainun Najib. HAHAHAHAHAHA!

manis kaaaaan 😍

Langsung ngejapri, bahas panjang lebar masalah sastra, tak terasa, rupanya dia pas ngantri mau bimbingan skripsi. HAHAHAH. Sorry ya sis, anggap saja bunga pasir, tak usah hiraukan. Atau bisa kau anggap aku kotoran hidung, yang terkadang orang begitu agresif untuk mendapatkanku, ketika aku jual mahal, bikin orang bersin, kalo aku muree, bikin orang seganteng Nicholas Saputra pun tampak konyol. Meski setelah mendapatkanku, selalu berakhir disentil atau ditelen (HOEK).

Kemudian obrolan kami berlanjut di sekitar topik skripsi. IYA LOH. *lalu inget-inget skripsi dulu bahas apa, kemudian tertunduk lesu, dan hina. Awin ambil skripsi tentang budaya Minang, dari segi prikologi. DAMN, kelar hidup gue. Thanks ya de, kamu bikin aku seperti butiran debu.~

KEREN BANGET SIH.

Kalo aku, yang penting, LULUS. Sekian.

Blognya seru (plis bayar aku yah), meski kita punya permasalahan blog yg sama, masih mencari jati diri (itu mah gueee ajaaa sik). Karna kita pada dasarnya cinta kata2, maka kita hanya menuangkan apa yg kita cintai pada tulisan. WANJIR!

Good to see you dear dede paling emesh di grup arisan blogger. Tetap semangat dan segera dapet ija(b)sah ya 😘.

Advertisements

9 thoughts on “Tentang Sastra

  1. First of all, akika udah punya mas pacar mbak #inipenting #duniaharustau

    Second of all, aku udah baca dua kali dan teteup ngakak hahahahaha demi neptunus upil jadi satu paragraf hahahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s