Virtual Sister


Suatu ketika saya ke-PD-an, ikutan arisan Blogger Perempuan, tanpa memperhitungkan kalo saya sebenernya blogger yang angin-anginan. Posting kalo lagi mau aja, kalo ga ya berarti emang ga sempet sih (salah siapa sok bisa multitasking). Lalu mulailah saya keteteran, antara kerjaan kantor dan utang review arisan yg semakin menumpuk. Dan mulailah pertemuan kami dimulai (jaelah, kaya FTV ya sis).

Saya bukan tipe yang kalo belom kenal terus menyapa di socmed, maklum saya kan biasa hits, jadi biasa disapa 😛. Suatu ketika notifikasi facebook saya bunyi, ada komen dan tag komen dari orang-yang-saya-ga-familiar. Saya lirik bentar, saya oprek-oprek profil facebooknya dengan penuh skeptis tingkat tinggi (Cumberbacth mode on, if you know what i mean). Oh, dia ~ (bunyi angin semilir, menerbangkan bulu ketek).

Rany R. Tyas.

Rajin komen dan nagih utang arisan blogger.

Seketika saya pengen delete dia dari friendlist saya. HAHAHA.

Lalu hati nurani saya berteriak, “JANGAN! Suatu hari nanti dia pasti berguna untuk hidupmu.” Hahahaha, suara hati orang oportunis dan penuh imajinasi.

Setelah itu, saya mulai terbiasa dengan gaya debt collector Mbak Rany, yang makin ngotot, makin saya lupa punya utang. WAKAKAKA!!!

Tapi sayangnya, saya tetap terjebak untuk ngepoin blognya, Catatan si Boy, eh Catatan si Ran. Blognya ~ ah.. Bikin iri. Saya sebal luar biasa. KAPAN BLOG SAYA BISA FOKUS KAYA PUNYA DIA. Pertanyaan yang entah kapan bisa terwujud ~ (kembali suara angin kentut yang madesu)

Suatu hari, saya mulai instrospeksi, saya niat menghidupkan blog, yang mati suri. Karna makin lama blog tak terjamah, makin perawan dan jual mahal lah sang blogger (tanpa perlu oprasi selaput dara ke Singapur).

Saya mulai memberanikan diri (seriously butuh semedi mandi kembang 7 rupa) untuk ngejapri Mbak Rany. Perasaan takut dibully katna default Mbak Rany di benak saya adalah kang-kredit-panci-keliling. Sementara saya adalah kang-ngutang-panci-yang-enggan-nyicil.

Namun rupanya, kang panci itu benar adanya. EH!

Saya dikasih semangat, supaya back to path, menyelesaikan kewajiban2 dan hutang2 yang jika tidak dilunasi akan dibawa sampai mati (HIII.. Emang horor orang ini). Saya dikasih link2 blog yang harus saya review karna di grup udah ketelen dan saya clear chat hahaha.

Obrolan mulai mbleber sampe basic pengetahuan blogger yang saya GA NGERTI BLAS. APA ITU TLD. Saya merasa dipecundangi. Hahahaha. Menyarankan bagaimana blog bisa ‘laku’ dan dilirik advertising. Ah, LOVE! Kalo deket, udah kutraktir bakso (tikus) deh.

Sampai akhirnya, PECAH TELOR. Ada advertiser yang khilaf accept proposal saya. Hahahahaha. Rasanya bahagia tingkat dewa Ares menang perang di negeri Alengka (melawan kethek putih ~ ora nyambung)

Cant speak more Mbakyu, selain matur tengkyu. Youre my virtual sister, nanti kalo saya jadi blogger hits macem Alodita dan diendorse Alphard (AMININ AJA), kamulah orang pertama yg paling berjasa. Kalo ngomongin virtual, bayanganku kamu kaya hologram yg kedip-kedip kaya lampu disko hahaha. Ketauan angkatan berapa, masih terjebak sama dunia hologram. Tetap jadi satpol pp (karna polisi terlalu bagus) ngepost blog ya mbakyu.

Terimakasih telah mengenalkan karakter blogger yang ramah-dan-friendly. Semakin hits (tapi lebih hits aku) dan lancar rejeki. Muah!

Virtual hugs.

ini dia kang kredit panci 😝
Advertisements

12 thoughts on “Virtual Sister

    1. aku mikirnya lama lho.. ini Elling apaan ya? ho’oh ya
      Padahal yg rajin nagih arisan kan Mbak Arin, kenapa image nya ada di aku ya ✌

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s