#TUMBloggersMeetUp: #ResepMudahMeriah Blue Band, Menghadirkan Cinta Dalam Setiap Kue Buatan Ibu

Idul Fitri di Indonesia memang tidak bisa dilepaskan dari kue kering atau disebut cookies. Dulu sewaktu kecil, setiap puasa menjelang lebaran, oven tangkring selalu mengepul, loyang penuh olesan margarin, dan toples-toples kue mulai terisi aneka macam kue kering. Mulai dari lidah kucing, putri salju, nastar, kastengel, dan sagu keju. Hayoo siapa yang setiap silaturahmi ke tetangga selalu kenyang makan kue kering??!!

Saat ini bisnis kue kering telah menjamur dan menjadi bisnis yang menjanjikan. Dengan alasan kepraktisan, banyak orang yang lebih memilih untuk membeli kue khas lebaran daripada membuatnya sendiri. Apalagi tak sedikit yang menawarkan pembelian secara online, sehingga semakin memanjakan konsumen untuk tidak perlu lagi membeli kue ke toko, apalagi membuatnya sendiri. Orang telah beralih lebih mengandalkan label cookies shop baik yang online maupun offline, salah satunya juga karena dengan alasan minimnya peralatan baking yang mumpuni. Selain itu, keterbatasan inspirasi untuk membuat resep masakan kue khas lebaran juga menjadi momok para ibu, sehingga dalam benak sebagian besar ibu, baking adalah hal yang sangat sulit dan mustahil dilakukan.

Beragam tantangan tersebut yang menjadi dasar Blueband untuk menghadirkan 10 resep kue khas lebaran yang dapat dibuat tanpa menggunakan oven. Tidak ada lagi cerita meminjam oven tetangga, atau ribut ingin mencicil oven setiap tahunnya. Kali ini kue kering made in rumah dapat kembali memenuhi toples, dan keseruan dapur dengan aneka adonan kue menjelang lebaran, kembali hadir. Dan yang paling penting, selalu ada cinta dalam setiap suapan kue yang dibuat oleh ibu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Nando Kusmanto, Brand Manager Blue Band, dalam kesempatan #TUMBloggerMeetUp: Blue Band Cake And Cookie Sharing Session & Baking Workshop, di Restoran Lucy in The Sky, SCBD hari Sabtu pekan lalu (20/5),  yang menceritakan bahwa setiap ibu pasti menginginkan dapat membuat sendiri kue khas lebaran yang lezat dan istimewa. Namun para ibu selalu dihadapkan dengan beragam tantangan, mulai dari peralatan yang tidak komplit sampai dengan bingung menentukan resep kue. Berawal dari hal tersebut, Blue band berkolaborasi dengan seorang chef muda sarat pengalaman, Chef Ayu Anjani Rahardjo, telah menciptakan 10 resep masakan kue khas lebaran yang tidak memerlukan oven, agar para ibu Indonesia mendapatkan momen baking yang mudah dan menyenangkan.

Cookies no oven? Yup! Nampak impossible, but its exist! Dalam acara tersebut, sesaat setelah melakukan registrasi, saya terpana dengan dekorasi Lucy in the Sky yang saat itu didominasi oleh warna pastel, senada dengan dress code hari itu, yaitu paste candy color. Langit-langit ruangan dihiasi dengan ornamen khas bulan Ramadhan, meja-meja telah ditata apik dengan peralatan tempur memasak, bahan-bahan yang telah ditakar, dan BlueBand Cake and Cookie. Terdapat satu spot photobbooth yang cantik dengan 2 scandinavian chair berwarna kuning cerah, membuat suasana semakin segar. Di sampingnya, telah disediakan kids area, dengan beberapa peralatan mewarnai yang telah ramai dengan beberapa anak yang sedang asik memegang crayon. Namun, yang paling membuat saya takjub, terdapat 2 cookie’s corner, dimana meja beralas kain furing putih dan kain kotak-kotak kuning ceria, di atasnya ditata dengan apik beberapa (banyak lebih tepatnya) kue kering yang dibuat tanpa menggunakan oven! Tentu saja saya tidak melewatkan untuk mencicipi beberapa jenis kue, dan semua enak! Crunchy? Yes! Yummy? No doubt! Keenan malah berkali-kali minta. Oops!

Dalam perhelatan tersebut, hadir pula Ayudia Bing Slamet. Artis sekaligus penulis buku Teman Tapi Menikah ini bercerita betapa menyenangkannya mempersiapkan kue kering bersama keluarga ketika dia masih kecil. Kebetulan, ibu Ayudia dulu sempat jualan kue kering. Bisa dibayangkan, betapa serunya saat-saat memasak kue bersama. Hal itu selalu menjadi kenangan manis dan Ayudia ingin kembali menciptakan kembali keseruan momen tersebut di keluarga kecilnya. Tidak hanya sekedar kumpul-kumpul dengan suami, anak dan orang tua, tapi juga membangun kebersamaan dengan melakukan aktivitas bersama-sama. Ayudia juga berharap, nantinya bisa membuat kue bersama-sama dengan anak dan suami, bahkan memiliki resep khusus kue khas lebaran, kue ala Ayudia.

Namun saat ini, artis yang kerap dipanggil Cha ini masih banyak tantangan yang membuatnya belum dapat mewujudkan mimpinya membuat kue lebaran. Sekala, anaknya yang masih berusia satu tahun, masih belum bisa ditinggal-tinggal, apalagi Ayudia mengasuh Sekala langsung tanpa baby sitter. Selain itu, karena masih keluarga baru yang belum lama menikah, Ayudia masih belum memiliki peralatan memasak kue yang lengkap, sementara yang dimiliki ibunya dahulu. Belum lagi resep kue saat ini yang begitu banyak beredar di internet, justru membuatnya bingung menentukan resep mana yang akan ia ikuti. Menurutnya, membuat kue itu takarannya harus tepat dan presisi untuk memperoleh hasil kue yang lezat. Sama halnya dengan ibu-ibu blogger yang hadir disitu, istri dari Ditto ini sangat gembira dan antusias menyambut kreasi resep kue tanpa oven dari Blue Band.

Beberapa blogger papan atas dan selebgram pun ikut memeriahkan acara itu. Sebut saja Alodita (@alodita), Fifi Alvianto (@fifialvianto), Tara (@mamaofsnow), Tyna Kanna Mirdad (tynakannamirdad), dan Cynthia Riza (@cynthiariza). Oke fix, mereka kece-kece berat! Haha.. Selama ini Cuma seliweran di timeline instagram, sekarang bisa foto barengan. Selanjutnya semoga bisa ikutan tenar. Hahahaha.. AMIN!

Nando melanjutkan, bahwa untuk mempermudah para ibu memasak kue kering dan membuat suasana memasak semakin menyenangkan, Blue Band telah mengeluarkan produk Blue Band Cake and Cookie. Produk ini merupakan varian dari Blue Band yang dikhususkan untuk membuat kue, yang telah mengandung butter dan margarin yang pas sehingga kue buatan ibu akan lebih sempurna teksturnya, lebih renyah, dan mendapatkan rasa serta aroma butter yang lezat tanpa harus menambahkan butter. Dan yang pasti, PRAKTIS!

Setelah talkshow, yang paling ditunggu adalah simulasi memasak cookies no oven bersama chef Ayu Anjani. Chef berusia 22 tahun ini membuat Chocolate Chip Cookies, dan PAKE KUKUSAN! Di sela-sela memasak, chef Ayu memberikan tips-tips mebuat kue no oven antara lain:

  1. Pakailah kukusan/dandang dengan bahan yang cukup tebal;
  2. Tidak perlu menggunakan air, supaya kue yang dihasilkan crunchy;
  3. Gunakan api yang sangat kecil untuk menghindari kue menjadi gosong.

Selain itu, pastry chef yang pernah tinggal di Australia ini juga memberikan tips supaya kualitas kue tetap baik saat disimpan, antara lain:

  1. Gunakan toples dari kaca, jangan plastik, dengan alasan keamanan kesehatan. Menurutnya, kita tidak pernah tahu, terbuat dari bahan apakah plastik tersebut.
  2. Jangan terlalu lama menyimpan kue di dalam toples.
  3. Berikan silica gel di dalam toples untuk mengurangi kelembaban dan menghindari dari jamur. Silica gel ini bukanlah bahan pengawet ya, hanya bahan untuk menyerap cairan di sekitarnya.

Penasaran dengan resep kue no oven? Langsung meluncur ke www.blueband.co.id/dapurnooven untuk mendapatkan 10 #ResepMudahMeriah kue kering yang dimasak tanpa menggunakan oven. Resepnya antara lain; kastengel, nastar keju, putri salju pandan, bola mentega, chocolate chip cookiem kue kacang strawberry, kue kelapa kismis, kue sus keju, putu cake, dan rainbow crispy treats. Di #ResepMudahMeriah ini, Blue Band memang sangat memperhatikan bahwa selalu ada cinta dalam setiap kue yang dibuat langsung oleh ibu. Karena jika hanya membeli kue, maka akan ada sisi emosional yang hilang.

Yang paling ditunggu dan paling seru dari acara kemarin adalah lomba memasak kue! Saya dengar juga ada kompetisi menghias toples ya. Sayang sekali saya tidak bisa ikut acara sampai selesai karena ada keperluan lain. HUHUHU. Maklum jauh-jauh dari Bandung, sekalian semua kepentingan disabet mumpung di Jakarta. Smeoga untuk kesempatan berikutnya bisa fokus sampai acara selesai! Yang pasti saya akan mencoba resep kue no oven ini!!  Apalagi tau kalau kita bisa konsultasi resep juga di instagram Blueband di @blueband_id dan di FB yaitu di link www.facebook.com/BlueBand, dan pasti akan dibalas oleh adminnya, paling lambat 2×24 jam!

Advertisements

Hello (again) Gym!

Saya balik ngegym lagi (duileeee). Terakhir ngegym pas mau nikah dan 2 bulan setelah nikah (lalu ku hamil duluan). Kenapa akhirnya pilih CLBK ngegym lagi? Alasan utamanya sih ngisi waktu sambil nunggu suami les. Wakakaka. Banyak duit banget kan. (Padahal sempet nyesel habis daftar gym, inget cicilan 😭).

Tapi nyeselnya bentar kok, kalau ingat investasi biar sehat. Langsing mah bonus (padahal sasaran utama). Lagian memang sejak dulu lumayan seneng olahraga, meski lebih seneng gegoleran ngemil kentang goreng sambil nonton ipin upin. Dulu pas di Jakarta lumayan seneng lari, temen lari banyak. Semenjak di Bandung, gerobak kupat tahu lebih menarik saat jalan jalan ke Saparua. Aku kudu piyeee 😭😭.

Akhirnya setelah berjibaku dengan pikiran di kepala, itung-itung pengeluaran bulanan (perhitungan), dan mempertimbangkan waktu serta tempat gym yang dekat kantor, akhirnya saya (atas ijin suami), mencari informasi tentang tempat gym yang dekat kantor. Kenapa harus dekat kantor? Ya karena rumah saya di Bandung, eh Cimahi. Wakakakaka. Pertimbangan kedua juga karena lebih fokus, setelah absen pulang, lalu cuss ke tempat gym. Lagipula suami lesnya juga dekat-dekat kantor. Kalau mampir rumah duluan, maka kembalilah kentang goreng dan ipin upin melambai-lambai. Belum lagi Kinong yang minta dicebokin.

Maka dimulailah pencarian tempat gym. Kandidatnya cuma dua sih, yaitu gym di hotel Preanger sama di Golds Gym Braga Citywalk. Pertama yang saya kunjungi adalah di Preanger. Di sana saya dilayani, ((dilayani)) oleh mas mas (lumayan) good looking. Dijelasin sistemnya, membership, fasilitas, kelas, dan tempat alat gym. Saya melongok sebentar. fasilitas yang ditawarkan adalah peralatan gym standar, pool, dan beberapa kelas, kalau ga salah yoga sama zumba. Al least pas itu saya ke Preanger memang pengen tau aja, katanya murah. Memang lumayan murah sih dibanding tempat gym yang memang fitness center, tapi saya kurang sreg karena sepertinya sepi pas saya kesana. Tapi menurut informasi, gym disanan akan ramai pada (waktunya) eh, maksudnya pada malam hari.

Saya pilih Gold’s Gym alasannya adalah, karena disana kapanpun kesana akan tetap hingar bingar. Ciye hingar bingar, dugem kalik (kayak pernah aja deh yan). Kalo saya pribadi, seneng yang ramai, karna jadi makin semangat liatin pada pake sport bra, terus biasanya orang cenderung pada cuek, mau situ salto, atau plank sambil nonggeng, nobody’s notice. Sebenarnya di Bandung ada Fitness First juga, cuma pertimbangan saya cuma satu, yang deket kantor. Itu aja. Jadi saya ga tau komparasi di FF masalah biaya dll nya kaya apa.

Ada beberapa hal, kapan kita merapa perlu untuk nge gym:

  1. Kerja kantoran monoton di depan komputer, dan itu berlangsung lama.
  2. Badan mulai tidak proporsional, alias bun-cit atau gen-dut.
  3. Males kepanasan kalau pas workout.
  4. Suka banyak jenis olahraga, seperti yoga, body combat, body pump, atau boxing. Kalau di fitness sudah all in.
  5. Niat konsul sama personal training. Kenapa? Karena PT itu ga cuma ngenali alat-alat aja, tapi juga bisa konsultasi gizi, workout yang tepat sesuai dengan porsi yang diharapkan. Misal mau ngurangin size perut, PT ini punya serangkaian latihan yang (nampak) biasa aja, tapi sungguh nampol tralala.
  6. Sambil nunggu suami les (ini sih alasan gue ajeeeee).

Lalu berapakah biaya nge gym di GG?

Ternyata ada beberapa hal (yang entah ini akal-akalan marketingnya atau bukan) pertimbangan, marketingnya memberikan harga ke konsumen. Misalnya saya, dateng sendiri ke GG, maka (katanya) harganya akan lebih murah jika dibanding marketingnya yang jemput bola. Atau misal saya dateng karena dapet rekomendasi dari teman, maka teman saya akan mendapat diskon (macem member get member ya).

Jadi saya kena pendaftaran untuk single club. Kenapa? Karena saya optimis aja ga bakal mutasi kemana-masa selama 1 tahun ini hehe. Lagian kalau lagi traveling atau lagi dinas ke luar kota, kayaknya ga sempet kepikiran mau nge gym. YA KALEEEE. Kecuali kalau sebentar lagi gue kuliah di UK kali ya (AMININ AJAAAA). Tapi kalau untuk penggunaan gym membership di luar negeri hanya berlaku 14 hari pertama saja. Duh, padahal kan saya kemungkinan bisa 2-5 tahun ya di UK (bukan halu, cuma optimis, OPTIMIS pake capslock).

Jadi saya dapet harga pendaftaran sama pembayaran bulan terakhir (komit 12 bulan) 1.xxx.xxx, ga nyampe 1,1 juta kayaknya. Itu juga termasuk 15 hari pertama karena saya daftar pas tengah bulan. Sebulannya kena 408k, dicharge langsung ke CC. Jadi sebaiknya anda punya CC kalau mau ngegym di GG (bukan ajakan riba’ loh). Cuma memang kebijakan dari manajemen seperti itu. Iya sih lebih praktis bagi GG, dan kalau terjadi apa-apa dalam proses pembayaran, itu sudah urusan pemilik kartu dan banknya. Oh iya, dari paket tersebut, sudah dapet gym bag GG yang koneng koneng tea.

So far sudah jalan sebulan, sudah pakai 2 kali PT (paket), dan PT disini baik-baik banget, helpful, ramah, ga songong. Kelasnya seru-seru juga, tapi pas hatta yoga, i felt so dumb, kayaknya cuma gue sendiri yang ga bisa ngangkat badan (plis deh!). Gapapa, still 11 months to gooo.. Hahaha Semangaat!!

Untuk rules, pada dasarnya sama dengan tempat gym lain, seperti peraturan untuk cuti, penegnaan tagihan bulanan, loker, kunci dll.

Oke, lets see. SEMOGA ISTIQOMAH YA SIS!

*sebenarnya sudah bikin vlog pas ngegym.. tapi tapi.. nanti aja uploadnya hahaha.

BLIBLI Solusi Terbaik Belanja Online

Semenjak menjadi ibu, tentu saja banyak sekali perubahan dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari bangun pagi-bekerja-di rumah, tidak lagi bisa seenaknya seperti dulu saat masih single. Saat ini sebisa mungkin jika ada waktu luang, saya habiskan bersama anak. Semua prioritas pun berubah. Quality time bersama anak selalu menjadi yang utama.

Hal yang sama juga terjadi pada aktivitas berbelanja saya. Saya dulunya tipe orang yang suka berbelanja langsung ke toko/supermarket, memilih-milih dalam waktu yang tidak sebentar, kalau bisa harus disempatkan untuk cek toko sebelah. Hehe. Pokoknya muter pasar sampai gempor. Namun sekarang, sudah tentu saya tak lagi bisa berlama-lama memandangi barang, memilih-milih, apalagi cek toko sebelah. Kadang kangen belanja, tapi lebih kangen kalo ninggalin anak lama-lama.

Namun sekarang saya tetap bisa memanjakan diri dengan berbelaja, karena online shop saat ini menjadi solusi tepat bagi ibu yang memiliki anak batita. Kita bisa berbelanja apa saja dengan smartphone, everytime, everywhere. Tak mau kalah, suami saya pun juga mulai menggemari kebiasaan berbelanja online ini. Mulai dari berbelanja baju, sepatu, sampai dengan gadget pun, kami beli melalui online.

Berbelanja bagi saya dan suami itu bisa jadi self healing, asal semua masih undercontrol. Selain itu berbelanja juga menjadi salah satu reward kita karena kita telah bekerja setiap hari, jadi tidak ada salahnya untuk treat yourself dengan belanja. Bahkan berbelanja menjadi salah satu jurus memperlancar ASI saat masih menyusui, karena berbelanja membuat kita happy, dan hati yang bahagia membuat hormon oksitosin bekerja. Ah, heaven.

Saat ini telah banyak raksasa online shop di Indonesia, namun saya dan suami telah memiliki rekomendasi toko online yang menurut kami paling bagus baik dari segi harga, kualitas barang yang dikirim, keamanan transaksi, sampai dengan layanan customer care nya. Iya, kami, lebih tepatnya saya, adalah tipe yang (maunya) selalu diperlakukan sebagai ‘pembeli adalah raja’, jadi ada salah sedikit dengan onlineshop, protes. Hehe.

Raksasa online shop andalan kami itu adalah Blibli.com. Ya kaaan.. Pasti semua setuju deh. Apalagi kalau untuk beli gadget online, saya dan suami selalu puas berbelanja disini. Selain estimasi pengiriman yang jelas, Blibli juga selalu mengirimkan barang dengan kondisi sangat baik dan dengan kemasan yang rapi serta aman. Kami tidak perlu khawatir kalau barang (gadget) adalah refurbish atau dalam kondisi tidak baik. Blibli juarak!

blibli_square_300.jpg

Saya juga sangat apreciate dengan customer service Blibli. Suatu ketika saya pernah berbelanja di Blibli.com dengan menggunakan voucher. Namun barang tak kunjung datang sampai batas waktu estimasi pengiriman. Akhirnya saya komplain melalui email, iya email, karena saya pelit pulsa. Hahaha. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, CS Blibli langsung memfollow up keluhan saya dengan memberikan alasan kenapa paket belum terkirim, selain itu saya juga diberi pilihan apakah refund dengan menggunakan voucher juga, atau tetap menunggu sampai barang dikirim. Akhirnya saya memilih untuk menunggu saja. SOLUTIF sekali kan! Tidak berbelit-belit dan memberikan solusi terbaik bagi customernya, sehingga pelanggan menjadi tetap merasa aman dan nyaman. Akhirnya 2 hari kemudian, barang yang saya pesan tersebut pun sampai dengan selamat, terbungkus dalam kemasan yang rapih. Terimakasih Blibli!.

1

Oh iya. Berbelanja online ini juga harus tricky loh. Apalagi bagi yang gemar berbelanja online dengan kartu kredit. Harus hati-hati dan waspada ya, karena saat ini kejahatan cyber pun sudah sangat banyak. Beberapa teman saya pernah mengalami. Jadi dia belanja menggunakan kartu kredit, barang pesanan tak kunjung datang, tapi tagihan tetap jalan, eh taunya kena hack orang brunei. Huuhuhu. Tapi saya bisa berlega hati karena kalau berbelanja online melalui Blibli.com, jaringan Blibli selalu menggunakan https atau versi aman dari http, protokol komunikasi dari World Wide Web.

Blibli juga punya tips untuk berbelanja online tetap aman, baca saja artikelnya disini.

Pokoknya Blibli selalu menjadi sahabat berbelanja online ga pake ribet bagi saya-suami-dan Kinong deh. Belum pernah belanja online di Blibli.com? Kamu HARUS COBA!

Terimakasih BLIBLI!

Lifebuoy Dengan ActivSilver Formula Untuk Active Family

Kita pasti ingin setiap anggota keluarga kita selalu sehat. Sebagai seorang ibu, tentu saja segala jenis upaya pasti akan dilakukan untuk melindungi keluarga dari segala jenis ancaman kuman penyebab sakit. Akan tetapi, tentu saja gerak Ibu terbatas, tidak mungkin selama 24 jam akan memantau aktivitas anak dan suami. Namun keterbatasan tak membuat ibu kehilangan cara untuk membuat anggota keluarga tetap terhindar dari kuman penyakit, salah satunya adalah membangun kebiasaan hidup bersih.

Setiap keluarga pasti memiliki banyak versi cerita tentang bagaimana menanamkan kebiasaan bersih. Yang pasti, kuncinya adalah konsistensi dan komitmen setiap anggota keluarga diperlukan supaya rutinitas dapat menjadi habbits. Hal tersebut seperti halnya disampaikan oleh artis Syssi Priscillia dan Sabai Dieter saat sharing tentang kebiasaan hidup bersih dalam keluarga, pada saat peluncuran produk Lifebuoy dengan ActivSilver formula di Plataran Menteng, di penghujung bulan Maret 2017.

Syssi Priscillia dan Sabai Dieter kompak menjawab bahwa tantangan  terberat dari membangun kebiasaan bersih di keluarga, justru datang dari suami. Pada dasarnya suami cenderung cuek dan tidak peduli tentang hal-hal kebersihan yang  biasanya mereka anggap remeh. Namun bukan ibu namanya kalau pantang menyerah. Akhirnya dengan ketelatenan dan kesabaran, para suami 2 artis cantik ini ‘menyerah’, tanpa sadar mengikuti ‘rules’ hidup bersih di keluarga. Better prevent than cure! Ya kan!


Namun kini para ibu boleh menarik napas lega. Sabun Lifebuoy dari PT Unilever, Tbk. yang selama ini selalu berinovasi dan menjadi sahabat karib para ibu, melaunching produk baru mereka, yaitu Lifebuoy dengan ActivSilver Formula. Lifebuoy memang selalu dinamis dalam mengembangkan teknologi dan inovasinya menyesuaikan dengan perkembangan zaman, termasuk dengan perkembangan evolusi kuman yang semakin kuat. Inovasi terbaru ini bertujuan untuk mendukung ibu dalam menerapkan kebiasaan hidup sehat di keluarga sebagai upaya pencegahan terhadap infeksi penyakit.

Dengan tema silver dan merah, peluncuran produk baru Lifebuoy dengan ActivSilver Formula bersama dengan TUM blogger, menghadirkan Evan Rickyanto, Senior Brand Manager Lifebuoy PT Unilever Tbk. Evan menjelaskan bahwa Lifebuoy tidak main-main dalam menentukan formula terbarunya karena Lifebuoy selalu ingin menjadi sahabat terbaik bagi ibu dan keluarga. Sebagaimana dituturkan Evan, bahwa evolusi kuman yang beraneka ragam namun tidak diimbangi dengan tingkat ketahanan tubuh yang saat ini yang menjadi ancaman para ibu. Apalagi ibu akan semakin khawatir dengan adanya penyakit baru yang sulit disembuhkan. Hal tersebut dikuatkan dengan survey yang dilakukan Lifebuoy pada 300 ibu, dimana 7 dari 10 ibu sepakat bahwa kuman saat ini berevolusi menjadi lebih kuat sehingga anak cenderung akan lebih mudah sakit jika dibandingkan dengan saat mereka kecil. Berawal dari hal tersebut, 92% ibu kemudian membuat gerakan hidup sehat dan bersih dengan mandi teratur dan mencuci tangan dengan sabun, yang berdasarkan data Riskesdas tahun 2013, kebiasaan ini dapat mengurangi angka diare di Indonesia sebanyak 5,5%.

Lifebuoy yang semenjak saya kecil selalu ada dalam list daftar belanja ibu saya, membuat terobosan untuk mendukung gerakan ibu tersebut. Lifebuoy menggunakan mineral silver untuk membuat formula yang lebih sempurna melawan evolusi kuman yang beragam. Kenapa silver? Silver sendiri telah lama dikenal sebagai antibakteri yang efektif serta banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah penggunaan silver pada alat kesehatan yang terbukti dapat mencegah bakteri menempel hingga 99%. Demikian pula penggunaan pada salep luka dan perban yang dapat membantu mengurangi berkembangnya bakteri pada luka. Dijelaskan pula oleh Evan pada kesempatan tanya jawab, bahwa penggunaan mineral ini untuk jangka waktu panjang juga tidak berbahaya bagi kesehatan. Hal tersebut karena Lifebuoy sendiri telah melakukan serangkaian tes dan penelitian untuk mendapatkan formula yang tepat dengan silver.

IMG_5731

Dalam kesempatan itu hadir pula DR. Dr. Ariani Dewi Widodo, SpA(K), dokter spesialis anak yang menjelaskan tentang evolusi kuman saat ini. Ada beberapa hal yang menyebabkan kuman berevolusi menjadi semakin kuat, antara lain:

1. Kemampuan kuman beradaptasi dengan lingkungan.

2. Perilaku manusia dalam penggunaan obat-obatan khususnya antibiotik yang tidak pada tempatnya. Penggunaan antibiotik harus sesuai dengan petunjuk dokter dan harus dihabiskan. Kebiasaan sebagian besar dari kita mengabaikan hal ini, sehingga kuman justru menjadi resisten.

3. Tingkat populasi dan migrasi manusia yang tinggi. Hal ini juga didukung dengan semakin banyaknya masyarakat traveling, bahkan menjadi lifestyle, dapat menjadi media untuk penularan penyakit.

Dr. Ariani juga menyampaikan beberapa alasan kenapa tubuh manusia menjadi rentan terhadap penyakit, antara lain:

1. Polusi udara semakin meningkat.

2. Gaya hidup yang tidak sehat, baik dari pola makan maupun gerak manusia saat ini yang jauh lebih berkurang karena dimanjakan oleh teknologi maupun kebiasaan.

3. Kondisi kuman yang semakin agresif menyerang pertahanan

Hal ini menjadikan kebiasaan hidup sehat yaitu Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dan mandi dua kali sehari sangat diperlukan untuk mencegah tubuh tertular infeksi kuman penyebab penyakit, lanjutnya.

IMG_5749

Wah, very appreciate ya dengan lifebuoy yang selalu memberikan perlindungan terbaik dan menjadi sahabat bagi para ibu agar anggota keluarga tetap sehat. Produk Lifebuoy dengan ActivSilver formula ini tersedia dalam bentuk cair maupun batang. Tunggu apa lagi, sudah pasti sabun Lifebuoy akan selalu ada dalam list daftar belanjaan saya, seperti halnya ibu saya dulu.

PORTOFOLIO

Awal punya blog, saya tidak pernah peduli dengan segala macam monetize atau promosi atau segala hal tentang komunikasi dua arah. Kenapa komunikasi 2 arah? Tujuh tahun sejak pertama kali ngeblog, saya baru menyadari bahwa ngeblog is not just about yourself, tapi interaksi dua arah antara writer dengan reader. Jadi saat ini saya sedang berusaha (keras) untuk tidak selfish, nulis semau gue, meski kalo ada yang ngritik langsung nanya “pulang lewat mana” *ngelap tongkat basebal*.

Beneran baru tau kalau blog itu bisa berbuah duit ya baru beberapa bulan terakhir aja (yaelah kemana ajaa). Tau gitu kaaan, tau gituu.. (sampe sekarang tetap males padahal). Selama ini ga pernah notice kenapa blogger kebanyakan membuat portofolio. Dipikir cuma website perusahaan perofesional aja yang punya portofolio, rupanya blogger pribadipun punya. Kenapa portofolio penting? Ya karena itu yang jadi magnet advertiser. Ga cuma bedak BB Harum Sari aja yang bikin nempel kaya perangko (jiah, ngiklan mbak nya).

Lalu apa saja yang bisa kita pasang di dalam halaman protofolio? All of your achievements dan segala sesuatu yang ‘menjual’ bisa ditaro di portofolio ini. Mulai dari juara lomba balapan karung sampe juara design internasional. Atau foto-foto pakai kamera filter tingkat dunia akhirat sampai dengan hasil foto ciamik berkarakter dan ‘bicara’ (blah bahasaku). Semua terserah anda, yang sekiranya menurut teman-teman menjual dan bisa bikin orang ngelirik blog, tertarik untuk menghire jasa, belanja produk, atau sekedar kenalan buat dijadikan teman (hidup). Cieee..

Pertama kali lihat betapa pentingnya portofolio itu saat saya menjelajah blog dari sahabat blogger Mbak Nining. Di blognya ada satu page yang bahas tentang portofolio. Ulala. Banyak skali prestasinya. Dari mulai lomba nulis sampe lomba poto. Coba deh cek ke blognya, seru banget dan memotivasi. Dari situ saya mulai mikir, gimana prestasi juara lomba bola bekel dan balon kipas saya waktu SD bisa saya jadiin portofolio. Miris. Minim prestasi. Tersungkur lemas.

Anyway, blog bumil cantik ini reminds about, ‘sebenarnya mau dibawa kemana sih blog looo’. Iya, honestly blog yang didominasi warna pink ini bikin saya mikir. Ah enggak, ga berarti blog blog lain dibaca tanpa mikir kok. Serius. Meski kadang saya pas ngehang kalo lagi BW. ~abaikan.

Mungkin sejarah blog (sedikit) hina, tapi.. ~SIIIING.. (gara-gara postingan trio Mbak Rany, Mbak Arin, Mbak Widut tentang si bekas nih). Oke, kembali lupakan (sungguh postingan ini banyak distrak). Awalnya memang nulis karena hobi pelampiasan. Lalu sempet ngerasain dapet duuit dari nge-blog, kok akooo ketagihaaan (matak duitan). Maka, blog-merah-muda-garis-garis ini mengantarkanku untuk, ‘hey, serius dikit dong kalo mau jualan!’.

Dari situlah, saya mulai serius ikutan lomba-lomba blog. Meski berakhir, tidak ada yang menang ~

(suara daun kering beterbangan)

Sebenarnya apa sih portofolio?

Menurut Wikipedia, Istilah portofolio dipakai dalam kegiatan yang menyangkut sejumlah bidang kegiatan yang masing-masing memiliki arti cukup berbeda. Jadi kalo portofolio di blog, mungkin bisa dikaitkan dengan pengertian portofolio di bidang manajemen dan marketing. Jadi di bidang ini, istilah portofolio digunakan untuk menunjukkan sekumpulan produk, proyek, layanan jasa atau merk yang ditawarkan untuk dijual oleh suatu perusahaan.

Bagi yang ingin memasang portofolio di blognya, apalagi untuk yang memang ingin serius untuk keperluan promosi, ingat bahwa “no one is going to know about your brand unless you get it out there“. Berikut ada beberapa hal yang menjadi concern dalam menyusun portofolio yang saya rangkum dari beberapa sumber di internet untuk memasang portofolio, what makes for good personal portofolio website:

  1. LOGO. Logo sangat penting karena yang pertama kalo pembaca lihat. Smashingmagazine.com mengatakan kalau logo sebaiknya ditaruh di bagian kiri atas dan pastikan logo tersebut nge-link ke web kita.
  2. TAGLINE. Yang dilihat oleh pembaca setelah logo, tentu saja tagline. Seperti apa tagline itu? Misalnay website theurbanmama.com memiliki tagline ‘there is always a different story in every parenting style‘. Your tagline should be short and snappy, summarizing what you do.
  3. PORTOFOLIO. Bagian selanjutnya adalah portofolio itu sendiri. Apa saja yang bisa kita taruh? Ya itu tadi, semua hasil kerja dan prestasi-prestasi yang bikin orang menjadi melirik blog dan jasa/produk yang kita tawarkan.Tidak hanya prestasi sih, sometimes orang ingin tahu, what youve done in the past. Either itu good or not.
  4. ABOUT ME. Bagian ini pada awalnya saya isinya ‘cuma gue doang yang ngerti’, rupanya punya peranan penting ya. Lets the people know, who the man behind the blog. Semakin detail yang ditulis, semakin bagus, semakin banyak informasi yang diberikan kepada calon the man who will make deal. Pakai foto lebih kece, lumayan bisa narsis.
  5. CONTACT. For any further information, tinggalkan kontak. Saya prefer email sih, karena kalau nomor HP, takut ada sms mamah minta pulsa. Akan lebih baik lagi jika website bisa memfasilitasi live chat. Pastikan orang dapat dengan mudah mengakses kontak tersebut.
  6. SOCIAL MEDIA. Dengan adanya social media, maka semakin ‘dekat’lah calon advertiser atau customer kepada kita. Pastikan anda juga aktif di socmed, pajang portofolionya juga yah.

Next step mungkin mau memantapkan aliran blog dulu, karna masih bingung ini alirannya lifestyle, atau curhat-curhatan hihi. Tapi lagi-lagi saya belajar dari blog mbak Nining yang menggambarkan dengan jelas portofolio. Meskipun bisa dibilang aliran blognya masih mix, tapi portofolio blog beYoutiful ini representatif disamping dari page p.o.r.t.o.f.o.l.i.o itu sendiri. About me yang detail, blog yang terorganisir, tematik nya jelas (ga kaya blog saya yang kategorinya penuh dengan fleksibilitas haha), ada halaman most popular, logo kupu-kupu pink dan tagline yang lugas.

untitled

Anyway, thanks mbak Nining, cuma buka blog kamu aja aku belajar banyak deh. Hihi. Ini tumben banget ya postingan jelas dan genah banget.

Kalau menurut kamu, portofolio blog yang baik gimana?