mahameru part I= amarah, perjalanan, dan harapan

“Maaf Setelah kau sakiti Lalu bilang maaf Setelah melukai Lalu bilang maaf Setelah mengkhianati Lalu bilang maaf Kau ga punya otak Hanya itu yang bisa Kau ucapkan MAAF Sorry Sesudah robek hati Cuma bilang sorry Sesudah darah tinggi Cuma bilang sorry Sesudah jantung hati Cuma bilang sorry Kau ga punya IQ Hanya itu yang bisa… Continue reading mahameru part I= amarah, perjalanan, dan harapan

lihat, dengar, rasakan….

untuk seseorang yang pernah membuangku…kamu harus baca ini… senyum itu mengeluh dalam setiap kalbu yang kuraba.. terkadang tulus… tak jarang hampa.. sering menggelegak tak terkendali.. otak dan nurani meronta… tapi tak ada kuasa.. tak punya asa… tak butuh iba.. dan sangat kusadar, ini bukan takdir… sekalipun takdir, ini qadar begitu mudah dikendalikan atau dikejar.. dan… Continue reading lihat, dengar, rasakan….

kerja!! kerja!! ayo kita kerja!!

first time to be an officer eniwei… nampaknya gw mulai trauma dengan sesuatu yang berbau “at the first time”. Awalnya antusias… tapi kok akhir-akhirnya jadi bikin beringas!!! Argh!!! Kejadian baru-baru ini adalah yang superdupersiaul pas momen paling sentimentil dan historis banget buat gw harusnya. Tapi kok ujung-ujungnya memalukan. Bukan!!! Bukan karna gw kesruduk banteng ato… Continue reading kerja!! kerja!! ayo kita kerja!!

Sebuah Kontemplasi

Sebelumnya gw mau ngucapin thanks buat teman dunia maya gw,  Arleta Fenty yang sudah inspired gw dan bersedia memberikan beberapa cuplikan notes-nya untuk ditulis di notes ini. Fiuh…akhirnya gue menulis juga. Tulisan ini untuk Yahya Maulana, mantan kekasihku (aku mengundangmu membalas tulisan ini. Mari berpolemik, Bung!). Untuk seorang perempuan gila [ini gaya bahasa Arleta] bernama… Continue reading Sebuah Kontemplasi