Thank You BCA!

Ya, saya adalah PNS. Tapi its fair kan kalo saya bikin testimoni tentang bank non plat merah?

Kenapa? Karena so far saya sangat puas dengan pelayanan dari Bank BCA. Baru beberapa menit yang lalu saya balik dari BCA untuk mengurus kartu ATM saya yang hilang, dan sepanjang jalan, saya kepikiran kalau kepuasan saya ini harus banget ditulis di blog. ((kepuasan)) banget ya sis.

Pagi ini tepat pukul delapan saya berjalan menuju Kantor Cabang Utama BCA Bandung di Jl. Asia Afrika. Sama seperti sebelum-sebelumnya, setelah saya memasuki komplek perkantoran, saya langsung disapa ramah oleh satpam dan tukang parkir. Masuk ke dalam gedung, deretan Customer Service udah kayak lomba melambai-lambai tangan untuk segera dilayani, tidak perlu ada nomor urut antrian, mana yang kosong, CSnya langsung berdiri dan mempersilahkan. Tak sampai 30 menit, karena sambil ngobrol sana sini, urusan beres, tanpa ribet. Pelanggan puas, urusan kelar.

Ada beberapa disclaimer mungkin, antara lain:

  1. Saya hanya pernah mengunjungi KCU Bandung dan belum pernah di kantor yang lain, tapi semoga representatif.
  2. Jenis pelayanan yang telah saya terima dari BCA adalah membuka tabungan, membuat atm karena hilang, dan kartu kredit.
  3. Selama ini cuma berhubungan dengan bank BUMN, dan bank swasta hanya BCA, dan Muamalat (untuk keperluan KPR).

Jadi hal apa sajakah yangmembuat saya jatuh hati pada BCA sampai saya semangat nulis di blog, bukan karena ada job atau endorse atau buzzer??

1. Management Culture

Hal yang paling saya suka dari BCA adalah culture dari seluruh pegawai BCA. Mulai dari satpam, tukang parkir, sampai dengan Customer Service, semuanya punya culture yang menyenangkan, yaitu sangat ramah menyapa pelanggan. INI PENTING BANGET. Even kita cuma ambil duit di atm, disapa dengan ramah. Bahkan saya sering ke BCA cuma pake sendal jepit, make up luntur, kuyu, tetap disapa. Kebiasaan kan, orang Indonesia kalau nyapa milih-milih. Apalagi kalo di mol, dateng pake sendal jepit, ga mekapan, pasti dikira maling ayam. (jaelah, di mol emang ada ayam?)

2. Kemudahan untuk penambahan atau pengurangan pelayanan

Maksudnya gini, jadi saya punya kartu kredit BCA. Dulunya dibikin sama marketingnya, lewat by phone dan whatsapp, jadi mungkin ada beberapa klausul yang saya miss, yaitu data saya kesebar, jadi as predictable, hp saya sering bunyi dari asuransi, kartu kredit bang anu ini inu, sampai dengan layanan naonan we, aing lieur. Makanya saya meminta untuk customer servicenya untuk meng-offkan hal tersebut. Dan mulai bulan depan, say goodbye to marketing

Oh iya, kebetulan di KCU Asia Afrika karena mungkin merupakan kantor cabang utama, jadi ada layanan kartu kreditnya juga. Dan semua proses dilayani dengan mudah, solutif, dan tidak berbelit-belit. Selain itu saya juga melakukan permintaan untuk menghapus credit life BCA saya, dan ternyata tidak sesulit yang saya baca di internet. Mungkin kesulitan nasabah lain karena by phone, mungkin bisa dicoba jika langsung datang ke CS nya langsung. Repot sih, tapi langsung di follow up.

3. Penggantian Kartu ATM yang tidak berbelit

Berhubung saya adalah emak-emak short term memory, akhirnya ketemu masa dimana lupa naro ATM. Dan itu ngehnya 3 hari setelah ATM raib ga ada di dompet! Walhasil panik banget! Akhirnya telepon ke CS BCA, dan dibantu untuk memblokirnya. Dan untuk proses penggantian kartunya, ga perlu repot dan bikin males, karena ga perlu ngurus surat keterangan di kantor polisis dll. Kenapa? Karena saat buka rekening, nasabah telah diambil foto oleh  petugas sehingga pihak BCA dapat memastikan bahwa pemohon pembuatan kartu adalah pemilik rekening langsung. Oh iya, dokumen yang diperlukan hanyalah KTP dan akan lebih baik lagi jika membawa buku tabungan juga.

4. Teller yang Sigap

Oke fix, ini saya katro banget pas pertama kali buka rekening. Di KCU Bandung hanya ADA SATU TELLER. SAat itu saya udah pesimis aja, mana antrian berdiri. Namun ternyata, pelayanan sangat sigap, penghitungan uang dilakukan langsung oleh mesin sehingga teller hanya tinggal mengotorisasi saja dan memastikan uang telah masuk ke rekening. Satu teller, dengan kecepatan 4 teller di bank lain.

5. Mesin ATM yang user friendly 

Mesin ATM ini mungkin belum semua ATM BCA di Indonesia. Namun, di KCU Bandung, kebanyakan merupakan ATM yang dapat digunakan untuk setor tunai maupun pengambilan tunai, serta transaksi nontunai. Saat pertama kali kartu ATM dimasukan ke dalam mesin ATM, nasabah diberi 2 pilihan fitur, yaitu setor tunai dan penarikan tunai/transaksi nontunai. Untuk pengambilan tunai sendiri, sangat menyenangkan ketika tahu ada pilihan untuk dapat mengambil pecahan 50ribuan dan 100 ribuan. Oke mungkin saya katrok, tapi baru lihat di ATM BCA ini saja hahah.

6. Kartu Debit yang menyatu dengan Flash

Bulan Maret tahun ini, BCA mengeluarkan jenis kartu baru, yaitu kartu debit yang disatukan dengan Flash. Jangan khawatir, saldo antara flash dengan rekening tidak disatukan. Jadi aman apabila kartu ilang. Hal tersebut memudahkan nasabah, apalagi macem saya yang pelupa parah. Kartu etoll sering nyelip entah kemana. Kalau disatukan kan, biasanya kartu ATM akan nangkring manis di dompet, sehigga memudahkan untuk mencarinya.

Nah kurang lebih faktor-faktor itu yang bikin saya kesengsem sama BCA. Tapi bukan berarti bank lain ga bagus loh. Kebetulan saja mungkin pengalaman saya semuanya lagi manis terus (semoga sih oke terus ya BCA). Semoga standar pelayanan di kantor lain juga sebagus di KCU Bandung. Dan,  Thank You BCA!

Advertisements